Ada Purnawirawan Ditangkap Dengan Dugaan Makar, Pangdam Jaya: TNI Tetap Solid! - Commando
C0MANDO.COM - JAKARTA – Pangdam Jaya Teddy Lhaksmana Menyebutkan jika video yang disebarkan oleh Chanel Dragon TV Di Youtube itu sangat menyesatkan. Dikarenakan Ia memastikan jika rantai komando di dalam tubuh TNI tetap solid dan tegak lurus.
Seperti yang diketahui bersama jika di dalam video yang diunggah, oleh pemilik channel Dragon TV di Youtube tersebut telah menyebarkan konten video hoax. Bahkan dalam video terbarunya channel Dragon TV telah mem-posting proses penangkapan terduga pelaku makar Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman.
Baca Berita Terkait :
Transfer Uang Menjadi salah satu Bukti Kasus Makar - Commando
Kepolisian Tengah Memburu Pemilik Akun 'Dragon TV' Terkait Penangkapan Kivlan Zein Cs
Terkait dengan hal tersebut Teddy Lhaksmana menyebutkan jika, dalam penangkapan yang dilakukan kepada para pelaku terduga makar tersebut dirinya beserta Kapolda Metro Jaya sudah bertindak sesuai dengan keputusan rapat sebelum melakukan penangkapan tersebut.
Meski sudah ditangkap, pelaku yang diduga hendak melakukan makar tersebut sudah dipulangkan kembali ke rumahnya satu hari setelah diperiksa karena dianggap kooperatif ketika bersama petugas.
"Kaitan dengan pemberitaan di medsos Dragon TV itu, itu berita tak penting. Rantai komando di TNI jelas, yaitu tetap soldi dan tegak lurus, tidak ada di luar rantai komando," ujarnya pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa kemarin.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengungkapkan asalan terkait dengan, penangkapan pada pelaku makar tersebut, karena pihak kepolisian telah memiliki bukti yang cukup. karena Polisi pun tentu saja tidak sembarangan dalam melakukan penangkapan orang apalagi terkait dengan dugaan makar.
"Bukti permulaan cukup dan kami lakukan itu. Statusnya juga sudah tersangka. Kemudian kenapa tak ditahan (Kivlan Zein dan Adityawarman). Karena dari awal bersikap kooperatif, dari awal kita masuk ke rumah beliau dan sampai dibawa ke (markas) Brimob untuk dilakukan pemeriksaan," tambahnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan juga menegaskan, saat ini pihak kepolisian masih terus mengembangkan dugaan kasus makar tersebut. Tak menutup kemungkinan pula adanya pelaku lain yang bakal ditangkap polisi terkait kasus tersebut.
C0MANDO.COM - JAKARTA – Pangdam Jaya Teddy Lhaksmana Menyebutkan jika video yang disebarkan oleh Chanel Dragon TV Di Youtube itu sangat menyesatkan. Dikarenakan Ia memastikan jika rantai komando di dalam tubuh TNI tetap solid dan tegak lurus.
Seperti yang diketahui bersama jika di dalam video yang diunggah, oleh pemilik channel Dragon TV di Youtube tersebut telah menyebarkan konten video hoax. Bahkan dalam video terbarunya channel Dragon TV telah mem-posting proses penangkapan terduga pelaku makar Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman.
Baca Berita Terkait :
Transfer Uang Menjadi salah satu Bukti Kasus Makar - Commando
Kepolisian Tengah Memburu Pemilik Akun 'Dragon TV' Terkait Penangkapan Kivlan Zein Cs
Terkait dengan hal tersebut Teddy Lhaksmana menyebutkan jika, dalam penangkapan yang dilakukan kepada para pelaku terduga makar tersebut dirinya beserta Kapolda Metro Jaya sudah bertindak sesuai dengan keputusan rapat sebelum melakukan penangkapan tersebut.
Meski sudah ditangkap, pelaku yang diduga hendak melakukan makar tersebut sudah dipulangkan kembali ke rumahnya satu hari setelah diperiksa karena dianggap kooperatif ketika bersama petugas.
"Kaitan dengan pemberitaan di medsos Dragon TV itu, itu berita tak penting. Rantai komando di TNI jelas, yaitu tetap soldi dan tegak lurus, tidak ada di luar rantai komando," ujarnya pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa kemarin.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengungkapkan asalan terkait dengan, penangkapan pada pelaku makar tersebut, karena pihak kepolisian telah memiliki bukti yang cukup. karena Polisi pun tentu saja tidak sembarangan dalam melakukan penangkapan orang apalagi terkait dengan dugaan makar.
"Bukti permulaan cukup dan kami lakukan itu. Statusnya juga sudah tersangka. Kemudian kenapa tak ditahan (Kivlan Zein dan Adityawarman). Karena dari awal bersikap kooperatif, dari awal kita masuk ke rumah beliau dan sampai dibawa ke (markas) Brimob untuk dilakukan pemeriksaan," tambahnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan juga menegaskan, saat ini pihak kepolisian masih terus mengembangkan dugaan kasus makar tersebut. Tak menutup kemungkinan pula adanya pelaku lain yang bakal ditangkap polisi terkait kasus tersebut.
Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon