Showing posts with label Bencana Alam. Show all posts
Showing posts with label Bencana Alam. Show all posts

Banyak Puskesmas Terisolasi, Korban Banjir Konawe Butuh Bantuan Medis

Banyak Puskesmas Terisolasi, Korban Banjir Konawe Butuh Bantuan Medis


JAKARTA - Wilayah Konawe Utara adalah salah satu wilayah terdampak bencana banjir di Sulawesi Tenggara yang sulit diakses. Tim Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) melaporkan, akses ke Konawe Utara hanya bisa dilalui lewat perjalanan darat dari Kendari selama delapan jam.

"Itupun akses terhambat genangan air dan jalan berlumpur. Di beberapa wilayah di Konawe Utara, daerah terpapar banjir hanya bisa dilalui dengan rakit kayu sederhana untuk evakuasi. Sisi kanan kiri jalan dijumpai ratusan rumah dan bangunan terendam air," tutur relawan Tim BSMI, dr Idham Rahman dalam siaran pers BSMI kepada SINDOnews, Sabtu (15/6/2019).

Idham yang juga Ketua BSMI Sulawesi Tengah ini menyebutkan tim relawan BSMI untuk Banjir Sulawesi Tenggara menerjunkan relawan kesehatan bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Haluoleo Kendari.

Dia mengungkapkan, berdasarkan koordinasi dengan Bupati Kabupaten Konawe Utara dan Markas komando penanggulangan bencana didapatkan beberapa data terkait bencana banjir di Konawe Utara.

"Data menyebutkan di Konawe Utara terdapat 5.888 jiwa pengungsi, 1436 rumah terendam, enam titik terisolasi, 12 titik rusak parah, 19 titik rusak sedang, tujuh jembatan penghubung antarkecamatan rusak," tutur Idham.

Untuk kondisi layanan kesehatan, BSMI mendapatkan informasi tujuh puskesmas terisolasi dengan kondisi tidak ada dokter dan hanya bisa diakses dengan angkutan udara atau air, dokter umum fungsional dan tiga dokter spesialis disiagakan di RSUD dan ada satu puskesmas yang beroperasi dengan empat negara dokter.
Banyak Puskesmas Terisolasi, Korban Banjir Konawe Butuh Bantuan Medis
"Saat ini yang menjadi prioritas adalah dokter yang bisa stay di pos pelayanan kesehatan, obat-obatan. Sementara logistik masih membutuhkan kebutuhan pokok sembako, air bersih untuk minum, terpal atau karpet dan selimut," tutur Idham.

Dia mengatakan, kendala utama dalam menangani korban di lokasi adalah cuaca yang masih sering hujan sehingga akses helikopter dan perahu juga terhambat.

"Akses darat yang sulit ditempuh juga membuat penyaluran logistik terutama daerah terisolasi terhambat," tuturnya.
(dam)

300 Prajurit TNI dari Kaltim Dikirim ke Sulteng Bantu Rehabilitasi

300 Prajurit TNI dari Kaltim Dikirim ke Sulteng Bantu Rehabilitasi

Palu - Kodam VI/Mulawarman Kalimantan Timur memberangkatkan 300 pasukan untuk membantu proses evakuasi dan rehabilitasi bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Mereka adalah prajurit Yonzipur 17/Ananta Darma dan Denzipur 8/GM.

"Secara keseluruhan Satgas yang diberangkatkan hari ini sejumlah 300 orang, terdiri dari 3 SSK dengan kekuatan masing-masing 100 orang dan akan di BKO-kan ke Korem 132/Tadulako," kata Kapendam VI/Mlw Kol Kav Dino Martino, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/10/2018).

300 pasukan itu dilepas langsung oleh Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Mereka bertolak ke Palu menggunakan KRI Surabaya.

Mereka yang berangkat ialah prajurit Yonzipur 17/Ananta Darma dan Denzipur 8/GMMereka yang berangkat ialah prajurit Yonzipur 17/Ananta Darma dan Denzipur 8/GM (Foto: Dok. Kodam Mulawarman)
300 Prajurit TNI dari Kaltim Dikirim ke Sulteng Bantu Rehabilitasi
"Laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Tugas kemanusiaan ini nantinya akan difokuskan untuk merehabilitasi dan merekonstruksi kondisi pasca bencana alam," kata Subiyanto.

Baca juga: Airnav Kendalikan Pesawat Menggunakan Mobile Tower di Bandara Palu

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah 1.763 orang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Selain itu BNPB juga mencatat ada 2.632 orang yang mengalami luka berat.

Hingga Minggu (7/10) pencarian korban masih terus dilakukan. Pencarian korban akan dihentikan pada 11 Oktober 2018 mendatang.
(abw/jbr)

Evakuasi Korban Tsunami Palu, Anggota TNI Malah Temukan Brankas, Setelah di Buka Ini Isinya

Evakuasi Korban Tsunami Palu, Anggota TNI Malah Temukan Brankas, Setelah di Buka Ini Isinya

Grid.ID - Satuan Yonzipur-8/SMG Kodam XIV Hassanudin yang dikirim dari Sulawesi Selatan untuk membantu proses evakuasi korban di tsunami Palu temukan sebuah brankas. Temuan tersebut langsung diamankan oleh para personel TNI.

Dikutip dari Kompas.com, Senin (8/10) Kepala Penerangan Kodam XIV Hassanudin Kolonel Inf Alamsyah berkata, brankas ditemukan saat personelnya mencari korban tsunami Palu. Saat itu titik pencarian berada di GPI Djono Oge di Lagaleso, Kabupaten Sigi.

Tepatnya para personel mencari di reruntuhan bangunan gereja tersebut. Setelah diamankan maka brankas di buka. Rupanya dalam brankas berisi uang senilai Rp 1 miliar.

"Satgas Yonzipur-8/SMG Kodam XIV Hasanuddin di bawah pimpinan Dan SSK Kapten Czi Basor Hermawan menemukan brankas berisi uang Rp 1 miliar di Lagaleso, Kabupaten Sigi, Sabtu (6/10/2018). Penemuan ini (terjadi) saat anggota melakukan pencarian dan mengevakuasi korban menggunakan peralatan seadanya," kata Alamsyah, melalui keterangan tertulis, Minggu (7/10/2018).

Setelah dilakukan pengecekan dan penelusuran, rupanya uang Rp 1 miliar itu milik gereja. Dalam brankas juga ditemukan sertifikat gereja dan dokumen lainnya.

"Saat dikonfirmasi dengan pihak gereja, dalam hal ini pendeta Wilson Wetzler Lampie (44) membenarkan bahwa brankas tersebut adalah milik gereja GPI," ujarnya.

Sementara itu pemerintah menetapkan evakuasi korban gempa dan tsunami di Donggala Palu, Sulawesi Tengah akan berakhir pada tanggal 11 Oktober 2018. Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (7/10/2018).
Evakuasi Korban Tsunami Palu, Anggota TNI Malah Temukan Brankas, Setelah di Buka Ini Isinya
"Diharapkan tidak ada daerah terisolir, tidak ada kekurangan bantuan dan daya dukung masyarakat normal," ujarnya.

Sutopo menambahkan setelah 11 Oktober korban yang tak ditemukan akan dinyatakan hilang. Meski demikian kegiatan pencarian tidak akan langsung dihentikan serentak. Namun masa tanggap darurat bisa saja diperpanjang.

"Jika dibutuhkan, masa tanggap darurat bisa diperpanjang," tutur Sutopo.(*)

TNI Kerahkan 250 Prajurit Buka Jalur Terisolasi di Sigi

TNI Kerahkan 250 Prajurit Buka Jalur Terisolasi di Sigi


Jakarta, CNN Indonesia -- Komandan Satgas Bencana Alam satuan Yonif Para Raider 431/SSP Kostrad, Mayor Inf A.A Geda Rama mengatakan pihaknya telah mengerahkan 250 prajurit Kostrad TNI AD untuk membuka jalur menuju Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi yang terputus akibat gempa Palu berkekuatan 7,4 SR.

"Saya perintahkan sebahagian anggota Satgas untuk melakukan Patroli dan membuka jalan di desa yang masih terisolir tersebut," ungkap Geda berdasarkan keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Minggu (7/10)

Desa Jono Oge merupakan salah satu desa yang 'tertimbun' lumpur atau likuifaksi di mana tanah berubah menjadi lumpur akibat dampak bencana tersebut.

Geda menyatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pencarian korban dan pembersihan bangunan yang porak poranda di desa tersebut.

"Kami juga terlibat dalam pendistribusian bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga yang sangat membutuhkan," kata dia.
TNI Kerahkan 250 Prajurit Buka Jalur Terisolasi di Sigi
Personel TNI yang diterjunkan saat ini masih berfokus mengevakuasi korban yang tertimbun lumpur likuifikasi di wilayah Desa Petobo Atas Dan Petobo Bawah, Kota Palu.

Geda berharap secepatnya pasukan TNI dapat bergerak ke Desa Jono Oge untuk melakukan evakuasi di wilayah tersebut.

"Hingga petang tadi anggota berhasil mengevakuasi 20 mayat korban gempa di Desa Petobo atas dan Petobo Bawah dan langsung diserahkan ke Tim Basarnas," kata dia.
TNI Kerahkan 250 Prajurit Buka Jalur Terisolasi di SigiKondisi di Kecamatan Biromaru, Sigi, Sulteng pasca gempa dan tsunami. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)

Amankan Pasar Inpres Kota Palu


Sementara itu, Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf Muhammad Thohir menyatakan TNI telah mengerahkan 150 personel untuk mengamankan Pasar Inpres Kota Palu usai bencana tsunami dan gempa yang melanda wilayah tersebut.

Upaya tersebut dilakukan untuk menggeliatkan kembali roda perekonomian di wilayah tersebut.

"Untuk membantu mengamankan jalannya roda perekonomian agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya," kata Thohir dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Minggu (7/10).

Thohir mengatakan bahwa perekonomian Kota Palu sejak H+8 bencana gempa dan tsunami yang menerjang kota tersebut sudah mulai pulih.

Ia mengatakan diterjunkannya pasukan TNI itu sebagai komitmen TNI menghidupkan kembali pasar Inpres yang pernah luluh lantak akibat saat gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Palu.

"Pasar ini menjadi pusat perekonomian, dengan tujuan untuk menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat Palu," kata dia.

(rzr/gil) 

Asa Anggota TNI Bertemu Sang Ibu saat Bantu Korban Gempa Palu

Asa Anggota TNI Bertemu Sang Ibu saat Bantu Korban Gempa Palu


Peringatan Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) 5 Oktober 2018, semestinya menjadi momentum kemeriahan dan kebanggaan bagi setiap prajurit dalam menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun kali ini bangsa sedang berduka akibat dihantam gempa bumi dan gelombang tsunami berkekuatan 7,4 Magnitudo di Donggala, Sulawesi Tengah, sepekan lalu, membuat TNI pun dalam suasana pilu.

Setidaknya bagi Sersan Mayor Latif yang memiliki orang tua di Sulawesi Tengah dan sejak beberapa tahun terakhir ini bertugas di Kodim Batanghari di Kota Jambi.

Berbincang-bincang dalam perjalanan udara, dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Mutiara SIS Al Jufrie, Palu, Sulteng, menuturkan kegelisahannya karena tak bisa kontak dengan keluarganya di Palu.

Ibunya, saudara-saudara kandungnya, dan anggota keluarga yang lain banyak yang tinggal di daerah yang dilanda gempa itu.
Asa Anggota TNI Bertemu Sang Ibu saat Bantu Korban Gempa Palu
Sebagai prajurit yang patuh, dia tak bisa serta merta meninggalkan tempat tugasnya untuk segera mencari tahu soal kegelisahannya, Sabtu (6/10/2018) seperti dilansir Antara.

Prajurit yang pernah bertugas di Afrika Selatan itu pun menyimpan asa untuk bisa bertemu sang Ibu dan saudara-saudaranya.

Setelah mendapatkan izin atasan, tanpa persiapan apa-apa, prajurit dari matra darat itu membaur dengan prajurit-prajurit dari matra udara dan matra laut, yang dikerahkan ke Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong, untuk membantu para korban dan pemulihan pada masa tanggap darurat ini.

Sementara hingga kini belum ada informasi resmi berapa prajurit TNI dan keluarganya yang menjadi korban gempa dan tsunami Palu.


Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, seluruh pasukan yang dikirimkan ke wilayah bencana untuk memastikan pengamanan penyaluran bantuan. Selain itu juga ditugaskan untuk menjaga objek-objek vital.

Ada sekitar lima batalion yang bertugas membantu penanganan gempa ini.

Mantan Kepala Staf TNI AU sudah memberikan pengarahan kepada seluruh pasukan yang dikirim untuk membantu mempercepat pergerakan perekonomian masyarakat setempat, dengan cara mengawal segala aktivitas, baik itu di kota-kota besar terdampak bencana maupun kota-kota yang masih terisolasi.

"Pengamanan kepada seluruh sektor, termasuk pintu masuk. Kami jaga akses masuk bantuan dari luar sehingga bantuan sampai kepada korban yang memerlukan," kata Panglima TNI.

Pengabdian TNI untuk rakyat dan bangsa dan negara Republik Indonesia memang selalu membanggakan. Dirgahayu TNI.

IDI: 80 Persen Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala Mengalami Patah Tulang

IDI: 80 Persen Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala Mengalami Patah Tulang


Wasekjen PB Ikatan Dokter Indonesia, Rosizt Rivai menjelaskan sebanyak 80 persen korban Gempa dan Tsunami yang terjadi di Palu-Donggala mengalami patah tulang.
Sementara 20 persen lainnya, mengalami luka sobek, tertusuk paku dan sebagainya.

"80 persen korban mengalami luka orthopedi. Selain itu, ada juga beberapa luka lainnya. Sebagian besar kami rawat dari yang terdampak gempa," jelasnya saat ditemui di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (7/10/2018).
IDI: 80 Persen Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala Mengalami Patah Tulang

Dijelaskan olehnya, perawatan luka harus memenuhi standar kualifikasi yang sudah ditentukan. Agar, tidak terjadi hal yang lebih buruk. Pentingnya kesadaran masyarakat dan pendampingan dari tim dokter atau perawat juga diperlukan.

Kekhawatirannya, para korban tidak cukup mengetahui hal apa saja yang perlu atau tidak perlu dilakukan saat mereka sudah pulang ke rumah.

"Nah, itu juga perlu didampingi. Kita juga harus mengedukasi, sehingga ketika sudah di rumah, mereka bisa merawat lukanya sendiri," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul IDI: 80 Persen Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala Mengalami Patah Tulang, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/10/08/idi-80-persen-korban-gempa-dan-tsunami-palu-donggala-mengalami-patah-tulang.
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Hasanudin Aco

Detik-Detik Tsunami Melumat Pesisir Palu Hingga Donggala

Detik-Detik Tsunami Melumat Pesisir Palu Hingga Donggala

Saya melihat tongkang terlempar ke atas. Laut terbelah,” ujar Yunus El Malilu kepada Tirto.
Yunus baru saja selesai makan. Ia keluar dari rumahnya dan menyalakan sebatang rokok sambil duduk di atas kapal. Baru saja rokok menyala, tiba-tiba bumi bergoncang. Di depan matanya pesisir pantai di sepanjang Kelurahan Loly Salura, Kabupaten Donggala, amblas. Air laut surut.

“Laut terbelah,” katanya.

Ia terperanjat, dan segera menyuruh istri dan empat anaknya keluar rumah. Dua anaknya yang masih kecil ia gendong, sedang duanya lagi dituntun Nana, istri Yunus. Sekeluarga itu lari ke perbukitan yang jaraknya 500 meter dari rumah. “Air mulai naik, tapi belum besar,” kata Yunus.

Yunus mendengar tetangganya berteriak histeris. “Tolong...tolong.” Mereka berhamburan ke luar rumah dan segera ke perbukitan yang sama.

Di Masjid Babuljanah, orang-orang yang hendak salat magrib pun panik. Mereka balik kanan dan segera menyelamatkan diri ketika tanah terus berguncang. ”Tapi pintu dalam keadaan terkunci,” kata Yunus. Ia memaksa pintu pagar masjid terbuka dan meminta warga segera lari ke tempat yang lebih tinggi. Ratusan manusia melintasi jalan di samping masjid, dan memanjat perbukitan.

Jumat (28/9/2018) sore pekan lalu adalah hari paling horor bagi warga di pesisir pantai Kota Palu hingga Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Pesisir yang lokasinya berada di Teluk Palu ini nyaris seluruhnya tersapu tsunami. Di Kelurahan Loly Salura, tempat Yunus bermukim, rumah-rumah rata tersapu gelombang. Hanya Masjid Babuljanah yang kini masih kokoh berdiri.

“Selama puluhan tahun saya di sini. Saya baru merasakan tsunami,” aku Yunus.

“Gelombang sebesar ini,” tambahnya.


Orang-orang sekelurahan, kata Yunus, berlari ke arah perbukitan tepat di depan Kelurahan Loly Salura. Satu persatu mereka berlari memanjat bukit, agar selamat dari gelombang tsunami. “Tapi ada empat warga di dalam rumah,” kata Yunus.

“Korban meninggal ada empat, satu lagi yang belum ditemukan.”

Loly Salura adalah satu dari lima kelurahan di Kabupaten Donggala yang luluh lantak disapu tsunami. Air laut setinggi tiga meter itu juga melumat empat kelurahan lain di Kabupaten Donggala, yakni Kelurahan Loly Oge, Loly Sibura, Loly Dondo dan Loly Tsiburi. Dari kelima kelurahan itu, Loly Salura yang kondisinya paling parah. Wilayah ini hilang karena lokasinya berada tepat di bibir pantai dan ada di dataran rendah.

Di Kelurahan Watusampu, perbatasan Kota Palu dan Kabupaten Donggala, tsunami juga ikut menghempaskan kapal milik TNI Angkatan Laut hingga ke daratan.
Tsunami di Pesisir Kota Palu

Saat gempa mengguncang, Eva masih berada di dalam kediamannya di Kelurahan Ulujadi, Palu Barat, Kota Palu. Rumahnya berada tepat di sisi Jalan Trans Sulawesi, juga berdekatan dengan pesisir pantai mengarah barat, Kabupaten Donggala. Saat ia keluar dari dalam rumah menuju jalan, dalam kondisi nyaris gelap, pandangan tertuju pada air laut di pesisir pantai.

Gemuruh air terdengar dari arah pantai. Gelombang air mulai naik. “Tanah bergetar, seperti ditumbuk,” kata Eva.

“Itu air seperti di blender.”

“Air naik.. air naik...,” teriak Eva.

Warga, kata Eva, seketika balik badan. Mereka berlari dalam keadaan panik, dalam kondisi lampu padam dan hari mulai gelap. “Kami semua naik ke perbukitan,” ujar Eva seraya menunjuk tempatnya mengungsi.


Hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari kediaman Eva, tak jauh dari Pantai Talise, Waida masih berada di dalam kamar mandi ketika guncangan besar menjelang magrib membuat bangunan rumahnya bergetar. Terbirit-birit, Waida keluar dari dalam rumah dalam keadaan telanjang.

Ia berlari dalam kepanikan bersama ratusan orang yang tadinya ada di Pantai Talise. Waida buru-buru mengambil spanduk untuk menutupi tubuhnya.

“Saya sampai tutupi ini (kemaluan),” kata Waida. Ketika gempa mereda, Waida masuk ke dalam rumah, mengambil pakaian dan kemudian ikut berlari bersama ratusan orang karena gelombang tsunami mulai naik.

“Air mulai naik, tapi gelombang tsunami tidak sampai rumah saya,” kata Waida.

Jumat sore pekan lalu, Pantai Talise sesak dijejali warga yang datang menghadiri pembukaan festival sport-tourism bernama Palu Nomoni. Ketika tsunami menghantam, sebagian orang berhasil selamat. Tapi tidak bagi anak Nuraina, Fatya Elfarini, 12 tahun. Fatya hingga saat ini masih belum ditemukan.

“Saya terpisah dengan anak saya,” kata Nuraina di pengungsian Taman Vatulemo Kota Palu.

Ketika gelombang mulai naik, Nuraina terpisah dengan Fatya, anak pertamanya yang ikut membantu berjualan minuman ringan di Festival Palu Nomoni. Ia berlari mengendong Muhammad Aliafi, 3 tahun, di tengah-tengah ratusan orang yang menyelamatkan diri. “Jarak saya dengan Fatya hanya 10 meter,” kata Nuraina.

Kini Nuraina mengungsi bersama dengan keluarga besarnya di Taman Kota Palu Vatulemo. Ia masih menunggu kabar baik dari Fatya. “Semoga dia dalam keadaan selamat,” kata Nuraina.
Detik-Detik Tsunami Melumat Pesisir Palu Hingga Donggala
Gelombang Tsunami menghancurkan hampir seluruh wilayah pesisir pantai Teluk Palu dari Kota Palu hingga dua bagian di Kabupaten Donggala. Di sebelah barat Kota Palu, tepatnya di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, tsunami juga menghancurkan seluruh bangunan rumah bahkan kompleks pergudangan Layana Indah yang lokasinya di Jalan Trans Sulawesi, tepat di pesisir pantai Teluk Palu.

Air laut juga melumat Desa Wani II, di Kabupaten Donggala. Di Desa Wani, sepuluh kapal terseret hingga daratan, ketika gempa disusul gelombang setinggi tiga meter kemudian menghancurkan seluruh bangunan di Pelabuhan Wani.

Warga di pesisir Teluk Palu kini masih mengungsi di tempat lebih tinggi, di atas perbukitan yang mengelilingi Kota Palu hingga Kabupaten Donggala.

Baca juga artikel terkait GEMPA PALU DAN DONGGALA atau tulisan menarik lainnya Arbi Sumandoyo
(tirto.id - Sosial Budaya) 

Kesaksian Muadzin Soal Masjid yang Kokoh Usai Gempa dan Tsunami Donggala

Kesaksian Muadzin Soal Masjid yang Kokoh Usai Gempa dan Tsunami Donggala

masjid terletak 50 meter dari di bibir pantai. Bangunan cukup megah dengan dua kubah dan satu menara yang berdiri tegak. Di bagian pegecatan bangunan masjid memadukan antara warna hijau dan kuning. Sementara ruangan dalam, warna putih lebih mendominasi. Terdapat juga ruangan khusus muadzin.

Saat ini, kondisinya sedikit berubah akibat dihantam gelombang tsunami. Beberapa bagian bangunan mengalami sedikit kerusakan terutama di pagar depan, sedangkan lainnya tetap utuh.

Kendati mengalami kerusakan sedikit, bangunan ini menjadi satu-satunya yang tetap kokoh di tengah hamparan puing bangunan yang porak-poranda.

Heris adalah salah satu saksinya. Dia ada di lokasi kala air bah tsunami menyapu wilayah tersebut

Saat itu, Heris sedang mengumandangkan adzan magrib. Petaka itu datang saat mengucapkan Hayya 'alal falah.

Suasana yang tadinya tenang berubah mencekam. Masjid bergoyang-goyang tak beraturan, ditambah lagi kondisi gelap gulita.

"Kipas angin jatuh," ucap Heris, Minggu (7/10/2018).

Beberapa menit kemudian, air masuk ke dalam ruangan masjid. Tingginya kira-kira mencapai 100 sentimeter. Heris lantas berupaya menyelamatkan diri. Saat itu, Heris yang terakhir.

Kesaksian Muadzin Soal Masjid yang Kokoh Usai Gempa dan Tsunami Donggala
"Jemaah lainnya telah lebih dulu pergi," ujar dia.

 Selang beberapa hari mengungsi, Heris kembali. Dia pun kaget melihat bangunan yang sudah 15 tahun berdiri tidak rata dengan tanah. Kemungkinan karena Rustam, sang merancang bangunan dengan canggih, dibuat kaki ayam kuat dan dalam sekali. Atau ini kekuasaan Allah.

"Masjid kami dilindungi, berkahi dari segala peristiwa Dia punya menara tidak apa-apa," terang dia.

Dia menjelaskan, bangunan hanya mengalami rusak sedikit dibagian depan lantaran di tabrak benda-benda dari luar.

"Masjid ini utuh sebetulnya," terang dia.

Derita Pengungsi, Mau Minum Saja Diminta KTP dan KK

Derita Pengungsi, Mau Minum Saja Diminta KTP dan KK

Fakta kondisi pengungsi gempa dan tsunami di Palu dan Donggala diungkap sebuah surat kabar atau koran harian dari Tribun Trimur.

Para pengungsi harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) untuk mendapatkan air minum. Dalam koran tersebut, bertuliskan headline berita “Mau Minum, Pengungsi Dimintai KTP dan KK”.

“Masa kalau mau ambil air mineral saja harus menyetor KTP atau kartu KK,” ujar salah satu pengungsi, Hartini (45) di Lapangan Watulemo, Sabtu (6/10/2018) seperti dilansir dari Tribun Timur.

Hartini menyebutkan, untuk meminta air mineral kemasan gelas dia diwajibkan menyetor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) .

Menurut Hartini, seharusnya petugas bisa berlaku adil atau melihat kondisi ini dengan kaca mata kemanusiaan, bukan cara atau sistem birokrasi berbelit-belit.
Derita Pengungsi, Mau Minum Saja Diminta KTP dan KK
“Kami harap pemerintahan atau petugas melihat kami sebagai pengungsi bukan sebagai pengemis atau apa, kita butuh masih mau hidup pak,” ungkap Hartini memohon-mohon.

Diceritakan Hartini selaku pengungsi, Rumah Hartini di Kampung Petobo yang tertelan lumpur hingga 10 meter tapi dia tetap diwajibkan membawa KK dan KTP untuk syarat mengambil air menjadikannya miris dan kecewa terhadap pemerintah.

“Rumah saya di Petobo dan semua orang tahu di kampung kami terkena tsunami lumpur dan tanah, rumah kami terkubur, masa masih minta KTP,” lanjut Hartini menceritakan nasibnya pasca tsunami menerjang perkampungannya.

Hartini dan suami, Bernat (50) bersama empat anak hanya selamatkan pakaian di badan, akibat lumpur yang tiba-tiba keluar dari dalam tanah usai gempa.

Curhatan miris Hartini juga dialami oleh warga pengungsi lainnya.

Dalam unggahan Rabbani Herba, seorang penguungsi menuliskan perihal syarat KTP dan KK ini justru mencekiknya.



“Pulang aja kamorang (kalian). Kami tak punya KTP dan KK utk ambil sembako.

GALI AJA RUMAHKU! (yg sudah ditenggelamkan gempa dan tsunami).”

Selain susahnya mendapat air mineral, para pengungsi juga berharap bantuan berupa beras, popok bayi, obat-obatan, dan pakaian setidaknya diadakan.

Diketahui, selama para pengungsi di Lapangan Watulemo belum juga melihat wali kota, wakil wali kota dan Gubernur Sulteng mengunjungan pengungsi.

Kata salah satu pengungsi, setidaknya kepala daerah dan pemerintahan di Palu dan Sulteng bisa mendengarkan keluhan para pengungsi usai bencana ini.


Artikel ini telah tayang di Gelora News dengan judul Derita Pengungsi, Mau Minum Saja Diminta KTP dan KK
Sumber: https://www.gelora.co/2018/10/derita-pengungsi-mau-minum-saja-diminta.html

Ini Daftar Kerusakan Pasca Tsunami di Palu dan Donggala

Ini Daftar Kerusakan Pasca Tsunami di Palu dan Donggala 


Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 SR dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018), memakan korban jiwa. Menurut data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selain 48 orang tercatat meninggal dunia dan 356 luka-luka, terjadi berbagai kerusakan di wilayah tersebut, mulai dari kerusakan bangunan hingga fasilitas publik. Berikut data kerusakan sementara di Kota Palu dan Donggala menurut data BNPB.

1. Berbagai bangunan, mulai rumah, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan bangunan lainnya ambruk sebagian atau seluruhnya. Diperkirakan puluhan hingga ratusan orang belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan.

2. Pusat perbelanjaan atau mal terbesar di Kota Palu, Mal Tatura, ambruk. Baca juga: Ada Dua Penyebab Tsunami di Palu dan Donggala Menurut Para Ahli

3. Hotel Roa-Roa berlantai delapan yang berada di Jalan Pattimura, Kota Palu, rata dengan tanah. Dilaporkan, di hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang sedang terisi oleh tamu hotel yang menginap.

4. Arena Festival Pesona Palu Nomoni, puluhan hingga seratusan orang pengisi acara, sebagian merupakan para penari, belum diketahui nasibnya.

5. Rumah Sakit Anutapura yang berlantai empat, di Jalan Kangkung, Kamonji, Kota Palu, roboh.

6. Jembatan Ponulele yang menghubungkan antara Donggala Barat dan Donggala Timur, roboh. Jembatan berwarna kuning yang menjadi ikon wisata Kota Palu roboh setelah diterjang gelombang tsunami.

7. Jalur trans Palu-Poso-Makassar tertutup longsor

8. Tujuh gardu induk PLN padam usai gempa mengguncang Sulawesi Tengah, khususnya di Palu dan Donggala. Saat ini, baru dua gardu induk yang bisa dihidupkan kembali.

9. Jaringan komunikasi di Donggala dan Palu terputus karena padamnya pasokan listrik PLN. Terdapat 276 base station yang tidak dapat dapat digunakan.

10. Terjadi kerusakan di bangunan tower Bandara Mamuju, dan pergeseran tiang tower di Bandara Liwuk Bangai, namun masih berfungsi 8. Sejumlah pelabuhan mengalami kerusakan. Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, rusak paling parah.

Quay crane atau kran peti kemas yang biasanya digunakan untuk bongkar muat peti kemas roboh. Di Pelabuhan Wani, bangunan dan dermaga mengalami kerusakan. KM Sabuk Nusantara 39 terhempas tsunami ke daratan sejauh 70 meter dari dermaga. Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, jumlah korban maupun kerusakan masih akan terus bertambah.
Ini Daftar Kerusakan Pasca Tsunami di Palu dan Donggala
Saat ini, pemerintah dan operator telekomunikasi masih berupaya memulihkan jaringan komunikasi untuk mendukung proses tanggap darurat bencana.(Kompas TV) "Kita bisa memperkirakan jumlah korban dan kerusakan masih akan terus bertambah," ujar Sutopo di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018). Sejak gempa mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Jumat (28/9/2018) pukul 17.02, sejumlah gempa susulan terus terjadi di kawasan tersebut hingga Jumat malam. Tercatat, setidaknya ada 13 gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 5 sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.26 WIB.

Lanjutkan membaca artikel di bawah Video Pilihan Pasca-Gempa, 500-an Menara Pemancar di Sulteng Lumpuh Sementara itu, BNPB belum bisa menyampaikan jumlah korban terdampak gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala. Sebab, hingga saat ini listrik di wilayah tersebut masih padam sehingga menghambat komunikasi.

Fakta Gempa Donggala dan Tsunami Palu, dari Jenazah di Pantai hingga Bantuan Pemerintah

Fakta Gempa Donggala dan Tsunami Palu, dari Jenazah di Pantai hingga Bantuan Pemerintah 


Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 (sebelumnya disebutkan 7,7) mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) petang, juga menyebabkan tsunami. Menurut BMKG, tsunami itu terjadi setidaknya di tiga wilayah, yaitu Palu, Donggala, dan Mamuju.

Saksi mata melihat banyak jenazah berada diantara puing-puing bangunan di Pantai Talise, Kota Palu. Selain itu, sejumlah jenazah terlihat mengapung di laut.  Beberapa fakta di bawah ini merangkum tragedi kemanusiaan gempa di Donggala dan gempa beserta tsunami di Palu.

1. Karakter gempa Donggala menurut BMKG Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di kantor BMKG Yogyakarta, Jumat (28/09/2018) Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, mengatakan, karakter gempa di Donggala berbeda dengan gempa yang terjadi di Lombok, NTB.

Gempa di Donggala disebabkan pergeseran patahan atau sesar Palu-Koro, sedangkan di Lombok dipicu kenaikan patahan Flores. "Selama ini tidak ada gempa mencapai 7,4 SR di daerah itu. Kondiri itu justru menyebabkan adanya pengumpulan energi yang bisa memicu gempa lebih besar seperti yang telah terjadi hari ini," katanya pada hari Jumat malam (28/9/2018).

Sementara itu, dari hasil pantauan BMKG hingga pukul 20.00 WIB kemarin, telah terjadi 22 kali gempa susulan yang tercatat dengan magnitude terbesar M 6,3 dan terkecil M 2,9. Hingga Sabtu (29/9/2018) pagi, sudah terjadi 91 gempa susulan pasca-gempa bermagnitudo 7,4 pada Jumat (28/9/2018).

2. Saksi mata melihat mayat berserakan di pantai Warga berada di luar rumahnya pasca-gempa bumi di Kecamatan Sindue, Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Kejadian ini disertai tsunami hingga Palu, menyebabkan banyak bangunan rusak dan komunikasi terputus. Jumlah korban masih terus didata.

Nining (32), salah satu pengungsi dari Kelurahan Lolu Utara, mengatakan, telah melihat banyak mayat di pantai serta sebagian mengambang di laut, pada Sabtu pagi (29/9/2018). “Banyak mayat berserakan di pantai dan mengambang di permukaan laut,” kata Nining saat dihubungi Kompas.com di lokasi pengungsian gedung DPRD Kota Palu, Sabtu (29/9/2018).

Menurut Nining, jenazah-jenazah tersebut berada di antara puing-puing bangunan yang tersapu tsunami di Palu kemarin. Selain itu, akses jalan di sekitar pantai Talise juga mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami. Hingga saat ini, pemeritah berupaya segera melakukan proses evakuasi dan penanganan korban gempa. Baca Juga: Saksi Mata Sebut Banyak Korban Meninggal Dunia di Pantai Talise Palu 

3. Pasien rumah sakit memilih berada di halaman   Foto// Suasana Pasien Korban Gempa Dirawat Dihalaman RSUD Poso Jumat (28/9/2018)(MANSUR K103-15) Sebanyak 178 orang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, memilih mengindap di halaman rumah sakit sambil mendapatan perawatan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, hingga tengah malam rasa trauma dan ketakutan masih terus dirasakan oleh para pasien. Muhamad Farham (20), pasien patah kaki asal Desa Malei, Kabupaten Tojo Una-Una mengaku takut untuk kembali masuk ke ruangan perawatan akibat masih adanya gempa susulan. "Saya masih takut masuk kamar atau ruangan, lebih baik dirawat di halaman saja,kalau sudah betul-betul aman baru saya mau masuk," katanya. Baca Juga: Trauma Gempa,178 Pasien RSUD Poso Pilih Menginap di Halaman

4. Mensos minta Pemerintah Daerah segera terbitkan SK Tanggap Darurat Menteri Sosial RI Agus Gumiwang menyerahkan secara simbolis bantuan sosial yang diberikan untuk masyarakat Batam berupa bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kemudian bantuan sosial Disabilitas dan bantuan sosial Lanjut Usia sebesar Rp 212 juta bagi 106 keluarga.(KOMPAS.COM/ HADI MAULANA)

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pemerintah daerah Sulawesi Tenggara dalam hal ini Bupati Donggala dan Walikota Palu untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat. “Segera keluarkan SK tanggap darurat sehingga kementerian atau lembaga bisa membantu penanganan bencana di sana," kata Agus dalam jumpa pers di Kantor Kemensos, Jakarta Selatan, yang dikutip dari Kompas TV, Sabtu (29/9/2018) dini hari.

"Dengan terbitnya SK tanggap darurat, bupati, dan Wali Kota bisa mengambil 100 ton stok beras di gudang Bulog yang dimiliki Kemensos," kata Agus. Baca Juga: Mensos Minta Bupati Donggala dan Walikota Palu Terbitkan SK Tanggap Darurat untuk Penanganan Bantuan 

5. Kemensos kirimkan bantuan   Sebuah bangunan pusat perbelanjaan yang roboh akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Kejadian ini disertai tsunami hingga Palu, menyebabkan banyak bangunan rusak dan komunikasi terputus.

Jumlah korban masih terus didata.(AFP PHOTO/BNPB/HANDOUT) Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita telah berkoordinasi dangan Panglima TNI untuk menyalurkan bantuan dan peralatan evakuasi ke Palu dan Donggala.

"Kami sudah lakukan identiifikasi sumber daya yang dimiliki Kementerian Sosial dan mengaktivasi sistem penanggulangan bencana bidang sosial. Baik bufferstock bantuan darurat, peralatan evakuasi, personel relawan Tagana, maupun kendaraan siaga bencana," kata Agus.

Bantuan yang dikirimkan adalah 1.000 kardus makanan cepat saji, 2.000 velbed, 25 tenda serbaguna, 3.000 tenda gulung, 2 paket perlengkapan dapur umum lapangana, 1.000 matras, dan 1.500 kasur. Baca Juga: Kementerian PUPR Terjunkan Tim Tanggap Darurat ke Palu dan Donggala 6. Pasukan evakuasi bergerak ke Donggala   Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat menggelar konferensi pers seusai rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi di Palu, di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9/2018) dini hari. (Dok. Kemenko Polhukam)
Fakta Gempa Donggala dan Tsunami Palu, dari Jenazah di Pantai hingga Bantuan Pemerintah
Menkopolhukam Wiranto sudah memerintahkan tim evakuasi untuk membantu korban bencana gempa dan tsuanami di Donggala dan Palu. Tim evakuasi tersebut merupakan tim gabungan dari TNI, Kepolisian dan relawan. Tim akan bergerak melalui jalur darat karena hingga saat ini Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Palu masih belum bisa beroperasi. "Kami kerahkan dahulu pasukan yang dekat dengan daerah bencana seperti dari Gorontalo, Mamuju, Parigi, Makassar," kata Wiranto di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).

Dilansir dari Antara, pemerintah juga akan mengirimkan bantuan berupa makanan dan alat rumah tangga bagi para korban. Selain itu, telepon satelit akan disipakan untuk mengatasi masalah jaringan komunikasi. "Komunikasi masih terputus dari daerah. Seluler sedang berusaha kita pulihkan, tapi kita siapkan satelit," katanya.

Baca Juga: Bantuan dan 100 Relawan Mulai Dikirim ke Lokasi Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah 7. Perbaikan alat navigasi di Bandara Palu   Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (AirNav Indonesia) menutup aktivitas operasional bandara Palu dari Jumat (28/9/2018) pukul 19.26 WITA hingga Sabtu (29/9/2018) pukul 19.20 WITA dan telah diterbitkan dalam Notam (Notice to Airmen) Nomor H0737/18.

 beruntun yang mengguncang Donggala dan Palu telah mengakibatkan sebagian landasan di Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Palu rusak. Sisa landasan yang masih bisa dipergunakan hanya sepanjang 2.000 meter.

"Dari 2.500 meter panjang landasan pacu, 500 meter rusak karena gempa," kata Menkopolhukan Wiranto saat jumpa pers di Jakarta. Selain itu, peralatan navigasi di bandara tersebut juga rusak karena gempa. Hal itu membuat pesawat tidak bisa mendarat di Palu. Dikutip dari Antara, pasukan TNI dan SAR sedang bergerak dari Makassar menuju Palu untuk memperbaiki alat navigasi di bandara. 

"Alat navigasi akan dibawa pada pagi ini. Jadi, pukul 10.00 Wita sudah bisa didarati oleh pesawat Hercules," katanya. Baca juga: Menhub Bentuk Tim Cepat Tanggap untuk Penanganan Pasca-Gempa di Palu.

Ada Dua Penyebab Tsunami di Palu dan Donggala Menurut Para Ahli

Ada Dua Penyebab Tsunami di Palu dan Donggala Menurut Para Ahli 


Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 SR mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018), pukul 17.02 WIB. Pascagempa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami. Meski peringatan dini dicabut pada pukul 17.37 WIB, tsunami diketahui melanda sejumlah wilayah, antara lain Palu, Donggala, Mamuju. 

Menurut analisis sementara dari para ahli tsunami Institut Teknologi Bandung (ITB), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang dikutip oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tsunami disebabkan oleh dua hal.

Pertama, di bagian Teluk Palu, tsunami disebabkan adanya longsoran sedimen dasar laut di kedalaman 200-300 meter. Sedimen dari sungai-sungai yang bermuara di Teluk Palu belum terkonsolidasi kuat sehingga runtuh dan longsor saat gempa, dan memicu terjadinya tsunami.

"Hal ini terindikasi dari naik turunnya gelombang tsunami dan keruhnya air tsunami," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018). Sementara itu, di bagian luar dari Teluk Palu, tsunami disebabkan oleh gempa lokal. Pada tsunami di bagian luar Teluk Palu itu, gelombang tidak setinggi tsunami yang disebabkan longsoran sedimen dasar laut.
Ada Dua Penyebab Tsunami di Palu dan Donggala Menurut Para Ahli
"Tsunami di bagian luar Teluk Palu airnya lebih jernih," ujar Sutopo. Baca juga: Inilah Deretan Fakta yang Harus Anda Ketahui Tentang Tsunami Palu Sejak gempa mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Jumat (28/9/2018) pukul 17.02, sejumlah gempa susulan terus terjadi di kawasan tersebut hingga Jumat malam.

Tercatat, setidaknya ada 13 gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 5 sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.26 WIB. Lanjutkan membaca artikel di bawah Video Pilihan Menurut data BNPB, hingga pukul 10.00 WIB jumlah korban meninggal di Kota Palu sebanyak 48 orang.

Sedangkan jumlah korban luka-luka mencapai 356 orang, dan ribuan rumah rusak. Sementara itu, BNPB belum bisa menyampaikan jumlah korban terdampak gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala. Sebab, hingga saat ini listrik di wilayah tersebut masih padam sehingga menghambat komunikasi.

Mampir di Jakarta, Pesawat Airbus A400M Ditugaskan Angkut Bantuan ke Lombok

Mampir di Jakarta, Pesawat Airbus A400M Ditugaskan Angkut Bantuan ke Lombok


Memanfaatkan 2 kesempatan, pemerintah Indonesia selain melihat spesifikasi pesawat angkut Airbus A400M untuk menggantikan pesawat angkut Hercules yang sudah tua.

Pesawat kargo militer buatan Airbus Perancis tersebut juga dimanfaatkan untuk mengangkut bantuan kemanusiaan seberat 25 ton ke Pulau Lombok atas nama pemerintah Indonesia.

Pesawat transpor militer buatan Airbus A400M itu merupakan satu dari sekian pesawat Angkatan Udara Prancis yang sedang menjalankan misi di Indonesia, yang juga akan melawat ke Australia, Malaysia, Singapura dan India, lapor Radio France Internationale Jumat (24/8/2018).
Mampir di Jakarta, Pesawat Airbus A400M Ditugaskan Angkut Bantuan ke Lombok
Pesawat A400M itu tiba di Indonesia pada 19 Agustus bersama beberapa pesawat Prancis lainnya, kata staf umum di Paris.

Atas permintaan pihak berwenang Indonesia, pesawat militer itu mengangkut 25 ton material bangunan dan makanan, serta 10 anggota tim penyelamat, ke Lombok hari Jumat pagi.
Sebelum kembali ke Prancis lewat jalur Asia, pesawat itu akan bergabung dengan 3 pesawat Rafales, sebuah Boeing A310 dan sebuah C135 dalam misi Pรฉgase 18 untuk ambil bagian dalam latihan militer internasional di Australia. Pesawat A400M itu akan tiba kembali ke Prancis pada 4 September

Pasca Gempa Lombok, Rp4 T Disiapkan untuk Pemulihan Infrastruktur

Pasca Gempa Lombok, Rp4 T Disiapkan untuk Pemulihan Infrastruktur


MALANG - Pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk pemulihan infrastruktur pasca bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Anggaran sebesar itu akan fokus digunakan untuk perbaikan berbagai bentuk sarana dan prasana yang dibutuhkan masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perubahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljo mengatakan infrastruktur yang fokus dibenahi di awal adalah pasar, rumah sakit, sekolah, jalan, jembatan, masjid, perkantoran, dan fasilitas umum lainnya.

"Perbaikan saraa prasarana pasca gempa Lombok, diserahkan ke Kementrian PUPR, dan ditargetkan selesai pada 2019 mendatang," tegas Basuki, yang ditemui di sela-sela kunjungannya ke Universitas Muhammadyah Malang (UMM).

Untuk perbaikan rumah warga yang rusak setiap rumah diberikan bantuan senilai Rp50 juta. Sampai saat ini, dia mengaku sudah memverifikasi sebanyak 11 ribu rumah. Sementara, di lapangan yang rusak jumlahnya sudah puluhan ribu.

Targetnya, perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi tersebut akan tuntas dalam waktu enam bulan ke depan.

Sementara, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat, bencana alam, gempa bumi tersebut mengakibatkan sebanyak 566 bagunan sekolah rusak.

Mendikbud, Muhadjir Effendy menyebutkan, dari 556 bangunan sekolah yang mengalami kerusakan tersebut lebih dari 200 di antaranya kondisinya rusak berat.
Pasca Gempa Lombok, Rp4 T Disiapkan untuk Pemulihan Infrastruktur
"Mudah-mudahan tidak ada lagi gempa susulan, sehingga jumlah kerusakan tidak bertambah dan bisa segera dilakukan proses pembangunan kembali sekolah yang rusak," tuturnya.

Muhadjir yang ditemui saat melakukan kunjungan ke Rumah Sakit UMM mengatakan saat ini tahapannya masih penanggulangan. Nantinya, akan dilanutkan tahap rehabilitas, dan terakhir tahap rekonstruksi.

"Perbaikan gedung sekolah, akan masuk dalam tahap rekonstruksi. Penanganannya, dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," terangnya.

Selain upaya perbaikan pada tahap rekonstruksi tersebut diupayakan untuk melakukan pembangunan sekolah baru. Bahkan, banyak juga bantuan dari berbagai lembaga untuk program pembangunan sekolah baru.

Salah satu bantuan untuk pembangunan sekolah baru datang dari Pemkot Malang. "Ada bantuan pembangunan satu sekolah dari Pemkot Malang. Terima kasih banyak dukungannya. Nantinya akan digunakan untuk sekolah SD atau SMP," imbuhnya.

Mantan Rektor UMM tersebut juga menuturkan sementara ini ada rotasi tenaga guru di wilayah bencana. Guru yang berada di daerah bencana diistirahatkan dahulu untuk pemulihan kondisi psikologis dan traumanya.

Sebagai pengganti, guru di wilayah yang tidak terkena bencana ditugaskan sementara waktu di wilayah bencana. "Tenaga guru, cukup disediakan dari wilayah NTB saja," ungkapnya.

Sementara, terkait dengan pemulihan kondisi psikologis anak-anak pasca bencana gempa saat ini diakuinya banyak relawan, lembaga swadaya masyarakat, dan tenaga dari Kemendikbud, serta Kementrian Sosial (Kemensos) yang turut membantu di daerah bencana.
(kri)

Ini Dia Pemicu Erupsi Freatik Gunung Merapi Pagi Tadi

Ini Dia Pemicu Erupsi Freatik Gunung Merapi Pagi Tadi

Sleman - Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menjelaskan pemicu erupsi freatik di Gunung Merapi pagi ini. Erupsi tersebut dipicu oleh adanya akumulasi gas dan uap air di dalam kawah.

"Kalau ini (erupsi freatik di Merapi) kecenderungan karena adanya akumulasi gas," kata Hanik kepada wartawan di kantornya, Jumat (11/5/2018).

Tak hanya akumulasi gas, lanjut Hanik, erupsi freatik di Merapi juga karena faktor rembesan atau adanya uap air. Setelahnya, reaksi gas dan uap air tersebut mengakibatkan erupsi.


"Uap air dan gas terakumulasi. Ya istilahnya mendobrak sisa kawah yang ada di dalam itu," jelasnya.

Setelah terjadi gempa sekitar lima menit, muncul ketinggian kolom sekitar 5,5 kilometer di atas puncak Merapi. Kolom tersebut juga disertai uap putih hasil reaksi uap air yang terakumulasi tersebut.

"Waktu terjadi ledakan yang di puncak itu suhunya sekitar 80-90 derajat celsius. Kemudian setelahnya juga tidak diikuti dengan erupsi susulan," sebutnya.
Ini Dia Pemicu Erupsi Freatik Gunung Merapi Pagi Tadi
Untuk erupsi freatik di Merapi, lanjut Hanik, sebenarnya adalah fenomena biasa yang sering terjadi di Gunung Merapi. Pihaknya mencatat sudah 7 kali terjadi erupsi freatik di Merapi sejak 2010 lalu.

"Ini memang erupsi freatik (di Merapi) terjadi yang ketujuh setelah erupsi besar di tahun 2010," tutupnya.
(sip/sip)

Dandim dan Kapolres Bojonegoro Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir

Dandim dan Kapolres Bojonegoro Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir


TNI AD-Bojonegoro. Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari yang lalu mengakibatkan Sungai Bengawan Solo meluap dan beberapa wilayah di Bojonegoro tergenang air. Selain menggenangi sawah, luapan Bengawan Solo juga menggenangi perumahan warga.

Terkait kejadian itu, bersama Dandim 0813/Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto bersama Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro terjun langsung di lokasi banjir untuk membantu warga yang terdampak banjir luapan Bengawan Solo, Sabtu (24/02/2018).
Dandim dan Kapolres Bojonegoro Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir
Setelah apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam di halaman Gedung Serba Guna, rombongan meninjau dapur umum di Desa Bogo, Kecamatan Kapas dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak dari Polres Gresik.

Dandim mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan personelnya untuk membantu evakuasi warga bila keadaan darurat dibutuhkan. Selain personel, Kodim Bojonegoro juga memberikan bantuan kebutuhan pokok bagi warga yang mengalami musibah banjir.

Sementara itu Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengungkapkan, bantuan dari Polres Gresik berupa 200 dus mie instan serta air mineral dan minuman energi.

“Selain itu juga bantuan dari Polres Lamongan berupa beras, mie instan dan air mineral disalurkan kepada warga Desa Sekaran Kecamatan Balen,” ucapnya.

Penyaluran bantuan difokuskan di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Trucuk, Malo dan Kalitidu sebanyak 3 ton beras serta 100 dus air mineral dan 100 dus mie instan.

“Kita lihat perkembangan di lapangan, apabila bantuan tersebut masih kurang akan ditambah,”pungkasnya. (Pendam V/Brw)

Prajurit TNI Bantu Evakuasi Korban Banjir di Pilangkeceng

Prajurit TNI Bantu Evakuasi Korban Banjir di Pilangkeceng


TNI AD-Madiun. Meluapnya sungai Jeroan akibat hujan deras dan juga kiriman air dari Gunung Pandan Kecamatan Saradan, menyebabkan banjir yang menggenangi 2 (dua) desa yaitu Desa Kedungrejo dan Desa Moneng, Kecamatan Pilangkenceng, Madiun, Jumat (23/2/2018).

Mengetahui di wilayahnya terjadi banjir, Danramil 0803/10 Pilangkenceng bersama Polsek Pilangkenceng dan BPBD Kabupaten Madiun langsung menuju ke lokasi banjir guna membantu mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Danramil 0803/10 Pilangkenceng Kapten Kav Umar mengatakan, genangan air ini akibat dari hujan deras tadi malam dan juga air kiriman dari Gunung Pandan yang mengalir melalui Sungai Jeroan, sehingga sungai meluber hingga menggenangi rumah warga.
Prajurit TNI Bantu Evakuasi Korban Banjir di Pilangkeceng
“Saat ini kami fokus untuk mengecek serta membantu warga yang membutuhkan pertolongan memindahkan barang maupun hewan ternaknya. “Seperti yang bisa dilihat kondisi ketinggian air sudah mulai mengalami surut, mudah mudahan cuaca tidak mendung dan turun hujan, apabila hujan kembali turun, maka ketinggian air dapat membahayakan warga,”pungkas Danramil 0803/10 Pilangkenceng.

Untuk meringankan beban warga, Koramil 0803/10 Pilangkenceng berkoordinasi dengan Muspika, Polsek, BPBD Kabupaten Madiun, Kepala Desa dan perangkatnya dalam menyalurkan bantuan ke rumah-rumah warga berupa bahan makanan seperti minuman kemasan, beras, mie instan, peralatan mandi dan cuci, paket P3K dan lain-lain. (Pendam 5)

TNI Terjunkan Pasukan Tangani Bencana Jatim

TNI Terjunkan Pasukan Tangani Bencana Jatim


BOJONEGORO - Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana mengatakan TNI siap menerjunkan anggotanya untuk membantu penanganan korban bencana di Jawa Timur, karena jumlah anggota yang ada cukup banyak.

"TNI siap selalu, seperti kejadian bencana tanah longsor di Ponorogo, kita langsung mengirimkan personel sekaligus membuka tenda untuk ikut terlibat menangani korban bencana," kata dia di Bojonegoro, Selasa (4/4/2017).

Menurut dia, yang didampingi Bupati Bojonegoro Suyoto, jumlah pasukan TNI di Jawa Timur, cukup banyak dari berbagai kesatuan yang semuanya siap diterjunkan untuk ikut menangani kejadian bencana di Jawa Timur. "TNI tetap mewaspadai kejadian bencana di Jawa Timur," ucapnya menegaskan.

TNI Terjunkan Pasukan Tangani Bencana Jatim

Ia memberikan gambaran dirinya yang ngetrail di Bojonegoro, selain menggelar bakti sosial sekaligus juga memantau kawasan daerah rawan banjir luapan Bengawan Solo, juga bencana kegagalan industri migas. "Tujuan utama kami ke Bojonegoro untuk menggelar bakti sosial, tetapi ya sekaligus memantau daerah rawan bencana. Kan Bojonegoro termasuk daerah rawan banjir dan rawan bencana minyak," kata dia.

Sesuai rencana, Mayor Jenderal I Made Sukadana, akan memberikan bantuan sembako kepada warga di Desa Tinawun, dan Wonocolo, Kecamatan Kedewan. Sebelum berangkat, menurut Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari, yang ikut dalam rombongan itu, bahwa rute ngetrail dari pendopo pemerintah kabupaten (pemkab) sampai lokasi kawasan wisata minyak Wonocolo, Kecamatan Kedewan, sekitar 35 kilometer.

Di kawasan wisata minyak yang diberi nama The Litle Teksas Wonocolo, Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana, dengan rombongan, akan menikmati kawasan objek wisata itu dengan kendaraan trail. "Ada beberapa jalan yang sulit, tetapi masih bisa dilalui kendaraan bermotor trail dan tidak berbahaya," ucapnya.

Sumber : Okezone

Yuk Intip Kondisi Dapur Umum Kodim 0212/TS Di Lokasi Pengungsian Padang Sidempuan

Yuk Intip Kondisi Dapur Umum Kodim 0212/TS Di Lokasi Pengungsian Padang Sidempuan


Untuk meringankan beban bagi para warga korban banjir bandang di Padang Sidempuan, Kodim 0212/TS membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi korban bencana banjir bandang, Rabu (29/3/2017).

Kondisi Sungai Batang Ayumi Kota Padang Sidempuan tepatnya di Sitamang Baru Gang Nauli yang meluap beberapa hari lalu saat ini mulai berangsur mengalami penurunan menurut pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (29/3/2017).

Yuk Intip Kondisi Dapur Umum Kodim 0212/TS Di Lokasi Pengungsian Padang Sidempuan
Meski mulai mengalami penurunan, banjir luberan sungai Batang Ayumi masih menggenangi sebagian pemukiman warga di sepanjang bantaran sungai. Sebagian warga bertahan di rumah masing-masing, namun sebagian lainnya memilih mengungsi di kantong-kantong pengungsian yang telah disediakan.

“Dapur umum ini buka sebagai bentuk kepedulian TNI pada warga yang terdampak bencana banjir bandang,” ujar Kasdim 0212/TS Mayor Inf Andika Suseso, S.I.P;

Seperti diketahui bersama, banjir bandang telah menerjang kota Padang Sidempuan pada minggu malam (26/3) akibat hujan deras terus menerus yang mengakibatkan sungai Batang Ayumi meluap. Ratusan rumah warga rusak akibat diterjang banjir bandang akibat meluapnya sungai tersebut. Kerusakan terparah berada di Kelurahan Batu Nadua Julu.

Sejumlah alat berat sudah diturunkan untuk membersihakan material longsor di kawasan pemukiman warga. Tak hanya ratusan rumah yang rusak, banjir bandang juga mengakibatkan ratusan orang luka-luka dan lima orang meninggal dunia. Sebanyak tujuh belas rumah dan tujuh mobil dilaporkan hanyut terbawa derasnya banjir.

Para korban banjir bandang mengalami trauma dan meminta bantuan warga yang melintas di atas jembatan Sungai Batang Ayumi. Warga mengaku kehilangan seluruh harta benda dan mengharapkan bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dan perbaikan tempat tinggal yang rusak.

TERKINI !! Gempa 5,6 SR Guncang Kota Medan Warga Berhamburan Keluar Rumah - Commando

TERKINI !! Gempa 5,6 SR Guncang Kota Medan Warga Berhamburan Keluar Rumah - Commando

C0MANDO.COM - MEDAN - Di Informasikan jika Bencana Gempa Bumi telah melanda Kota Medan. Gempa Bumi tersebut terjadi sebanyak dua kali dengan waktu yang berdekatan, tentu saja hal ini membuat masyarakat Kota Medan berhamburan keluar rumah.

TERKINI !! Gempa 5,6 SR Guncang Kota Medan Warga Berhamburan Keluar Rumah - Commando


Terkait dengan hal ini BMKG Menjelaskan jika, gempa pertama berkekuatan 3,9 SR persis pukul 19.13 WIB. Selang beberapa menit, gempa terjadi lagi dengan kekuatan yang lebih besar 5,6 SR.

Sampai dengan saat ini kami belum menerima Informasi lainnya.

Kategori

Kategori