Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi


Jambi - Polisi menangkap 3 pelaku kasus pembakaran 15 kotak surat suara DPRD di Sungai Penuh, Jambi. 3 orang yang ditangkap 1 Caleg PDIP, 1 Panwascam dan 1 orang lagi PNS yang masih jadi saksi.

"Ya ini masih dalam pemeriksaan kita," kata Direktur Kriminal Umum Polda Jambi, AKBP Edi Faryadi saat dihubungi detikcom, Senin (22/4/2019).

Ketiga orang yang diduga pelaku pembakaran kotak suara di 3 TPS di Kota Sungai Penuh yang diamankan itu ialah R (31) yang merupakan Panwascam Desa Tanjung Karang, Sungai Penuh, lalu KS (53) caleg PDIP Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kerinci kemudian ER (55) yang berprofesi sebagai PNS yang saat ini masih sebagai saksi.

"Iya benar (status pekerjaannya), 1 masih sebagai saksi (PNS-Red). Ini kita masih dalam perjalanan dari Kerinci ke Polda Jambi," ujarnya.

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi
Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Atas kejadian pembakaran kotak surat suara itu, Bawaslu Jambi menyurati Bawaslu Sungai Penuh untuk meminta agar dilakukannya pemungutan surat suara ulang. Bawaslu Juga menyayangkan dalam pembakaran tersebut satu diantaranya merupakan Panwascam yang telah dilantik oleh Bawaslu Jambi.

"Kasus itu kita serahkan dengan polisi. Karena ini sudah merupakan ranah pidana umum. Terkait dengan pelaku yang diamankan polisi kita mempercayai tugas kepolisian, karena pasti ada alasan kepolisian dalam menangkap para tersangka satu diantaranya itu Panwascam tersebut," kata Ketua Bawaslu Jambi, Asnawi saat dihubungi detikcom.

Asnawi pun menegaskan bagi setiap pelaku pembakaran kotak suara harus berani bertanggungjawab dengan segala perbuatannya.

"Jadi di sini siapapun pelakunya maka harus berani berani bertanggungjawab. Dan kita dari Bawaslu Jambi sudah menyurati Bawaslu Kota Sungai Penuh untuk meminta KPUD Sungai Penuh dalam melaksanakan pemilu ulang. Tetapi kita belum tahu apakah akan dilakukan pemilu ulang atau bagaimana karena surat suara yang rusak itu bukan hanya satu surat suara melainkan ada 5 surat suara," tuturnya.

Pembakar 13 Kotak Surat Suara di Sungai Penuh Jambi Ditangkap

Pembakar 13 Kotak Surat Suara di Sungai Penuh Jambi Ditangkap


SUNGAI PENUH - Pasca dibakarnya 13 kotak surat suara pada (18/4/2019) lalu, di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Jambi, Polisi bekerja ekstra melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Alhasil, tim gabungan Polda Jambi dan Polres Kerinci berhasil menangkap dua terduga pelaku pembakaran kotak surat suara Pemilu 2019 tersebut.

Satu orang yang diduga pelaku ditangkap berinisial RJ (31), warga RT 02 Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. Pelaku yang merupakan Panwascam Tanah Kampung itu ditangkap di lokasi kejadian.

Satu orang terduga lainnya berinisial KS (53), warga Desa Hamparan Pugu, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, yang merupakan Caleg PDIP.
Pelaku ditangkap saat sedang bersembunyi di rumah penduduk.
Pembakar 13 Kotak Surat Suara di Sungai Penuh Jambi Ditangkap
Direktur Reskrimum Polda Jambi AKBO Edi Faryadi, Minggu (21/4/2019) saat di konfirmasi mengatakan, keduanya sudah ditetapkan sebaga tersangka.

"Sementara satu orang terduga lainnya menyerahkan diri ke Polres Kerinci, berinisial Az (55), warga desa Pendung Hiang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. yang berkerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih berstatus saksi. Ketiganya saat ini diamankan di Polres Kerinci guna proses penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Polisi Kaji Kemungkinan Gudang Surat Suara di Sumbar Sengaja Dibakar

Polisi Kaji Kemungkinan Gudang Surat Suara di Sumbar Sengaja Dibakar


Pesisir Selatan - Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kebakaran yang menghanguskan gudang penyimpanan logistik Pemilu 2019 di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Polisi juga mendalami kemungkinan kebakaran itu disengaja.

"Sudah ada 3 orang saksi di lapangan yang kita periksa. Belum bisa dipastikan, belum tahu akibat apa," kata Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ferry Herlambang kepada detikcom, Senin (22/4/2019).


Menurut dia, tidak ada kamera CCTV di gudang kecamatan yang digunakan KPU untuk Pemilu 2019 tersebut. Polisi masih menyelidiki kebakaran ini.

"Dugaan kemungkinan dibakar bisa, tapi masih dalam penyelidikan. Kan hujan, kalau arus pendek tidak mungkin. Sengaja dibakar atau terbakar ini yang kami cek. Ada dua kemungkinan sengaja dibakar atau terbakar," ujarnya.
Polisi Kaji Kemungkinan Gudang Surat Suara di Sumbar Sengaja Dibakar
Kebakaran yang terjadi pada dinihari itu mengakibatkan kotak suara berisi surat suara lengkap ikut terbakar. Fery mengatakan saat kebakaran sedang berlangsung penghitungan suara di kawasan tersebut.

"Jadi di Tarusan itu dibuat dua tempat untuk penghitungan, tapi masih dalam satu lokasi di kecamatan. Satu di aula, satu lagi di kantor kecamatan. Yang di aula (baru) selesai jam 12 lewat, kemudian kantor kecamatan jam 1. Nah di aula jam 12 lewat pintu ditutup dikunci. Saat yang masih menghitung di satu tempat lain, terjadi kebakaran tersebut," katanya.


Komisioner KPUD Kabupaten Pesisir Selatan, Medo Fernando sebelumnya mengatakan gudang yang terbakar itu merupakan gudang logistik di Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Koto XI Tarusan. Di sana terdapat 785 kotak suara yang berasal dari 157 Tempat Pemungutan Suara (TPS). (idh/idh)

Gerombolan Tukang Parkir Keroyok 2 Anggota TNI, Marah Tak Terima Ditegur

Gerombolan Tukang Parkir Keroyok 2 Anggota TNI, Marah Tak Terima Ditegur

JAKARTA - Sejumlah tukang parkir liar mengeroyok dua anggota TNI di halaman parkir ruko Arumdina, kawasan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. Pengeroyokan ini terjadi pada Senin (10/12/2018) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Kejadian itu berawal saat seorang anggota TNI AL, Kapten Komarudin, tengah memarkirkan motor yang ia tumpangi bersama anaknya di depan sebuah minimarket. Saat hendak parkir, sang anak melihat knalpot motornya mengeluarkan asap.

Sontak Kapten Komarudin langsung jongkok memeriksa bagian mesin motornya. Saat tengah memeriksa motor itulah tiba-tiba seorang tukang parkir datang, menggeser kendaraan anggota TNI itu hingga membentur kepala Kapten Komarudin.

Kapten Komarudin pun menegur tukang parkir tersebut. Namun, tukang parkir itu tidak terima ditegur sehingga terjadi cekcok mulut antar keduanya. Akibat cekcok tersebut, sejumlah rekan tukang parkir ini menghampiri mereka.
Gerombolan Tukang Parkir Keroyok 2 Anggota TNI, Marah Tak Terima Ditegur
Bukannya melerai, gerombolan itu malah mengeroyok Kapten Komarudin.

"Jadi kemarin ada kesalahpahaman antara tukang parkir dengan anggota TNI sehingga terjadi cekcok," ucap Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Tony Surya Putra, Selasa (11/12/2018).

Tak lama berselang, melintas seorang anggota TNI AD bernama Pratu Rivonanda melihat kejadian tersebut. Pratu Rivonanda berasal dari kesatuan Kes Dronkavser Paspampres. Melihat seorang anggota TNI berpakaian dinas dikeroyok oleh tujuh hingga sembilan warga, dia langsung berusaha melerainya.

Bak kemasukan setan, sejumlah tukang parkir itu malah ikut mengeroyok Pratu Rivo.

"Anggota TNI itu tidak mukul. Justru tukang parkir yang agresif sehingga ada keributan," ujar Kombes Tony di Mapolres Metro Jakarta Timur.

Setelah beberapa kali menerima pukulan dari para tukang parkir, akhirnya Pratu Rivo berhasil menyelamatkan Kapten Komarudin beserta anaknya menggunakan sepeda motor.

Dia membawa keduanya ke Barak Remaja Paspampres KPAD Cibubur.

"Kasus ini sudah ditangani Polsek Ciracas. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan," ucap Kombes Tony.

Menurutnya, perdamaian kedua pihak dimediasi langsung Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar pada Selasa (11/12/2018) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

"Meski ada unsur pidana, yaitu pengeroyokan, tapi ketika korban mau damai dan menyelesaikan secara kekeluargaan, pihak kepolisian akan memfasilitasinya," sambung dia.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pada Selasa siang, belasan anggota TNI masih terlihat berjaga di sekitar pertokoan Arundina.

Warga setempat, Andika (20), menuturkan anggota TNI tersebut sudah berjaga di sekitar lokasi tak lama sejak peristiwa pengeroyokan.

"Sudah dari kemarin ramainya. Senin sore kejadian, malam sudah jaga di sini sampai sekarang," ucap Andika.

Sejak peristiwa pengeroyokan para tukang parkir yang biasa bekerja di pertokoan Arundina tak lagi nampak.


"Kalau tukang parkir yang ngeroyok sih sudah kabur, enggak tahu kemana," ujarnya.

"Sepertinya takut karena banyak anggota yang nyari," tambah dia. (tribunjakarta/dionisius arya)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Gerombolan Tukang Parkir Keroyok 2 Anggota TNI, Marah Tak Terima Ditegur, http://jateng.tribunnews.com/2018/12/12/gerombolan-tukang-parkir-keroyok-2-anggota-tni-marah-tak-terima-ditegur?page=all.

Editor: abduh imanulhaq

TNI Polri Terjunkan 150 Personil Kejar OPM, Menhan: Tak Ada Negosiasi Menyerah atau Diselesaikan!

TNI Polri Terjunkan 150 Personil Kejar OPM, Menhan: Tak Ada Negosiasi Menyerah atau Diselesaikan!


Sebanyak 150 Personil aparat gabungan dari TNI dan Polri telah diberangkatkan ke Kali Yigi - Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Selasa (4/12/2018).

Keberadaan aparat TNI dan Polri di Nduga, guna mengecek informasi adanya 31 pekerja PT Istaka Karya, yang mengerjakan pembangunan jembatan di Kali Yigi - Kali Aurak tewas dibunuh kelompok kriminal bersenjata ( KKB).

Wakapolres Jayawijaya Kompol A Tampubolon mengungkapkan, saat ini sekitar 150 Personil gabungan Polri dan TNI sudah berangkat ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasinya.

“Kalau tidak ada hambatan. Kemungkinan sekitar satu-dua jam lagi mereka akan tiba di lokasi. Semoga kita dapat informasinya,” ungkap Tampubolon ketika dihubungi melalui telepon celulernya, Selasa pagi.

Disampaikannya, untuk sampai ke lokasi kejadian dari Wamena ibukota Kabupaten Jayawijaya perlu perjalanan sekitar delapan jam dengan menggunakan kendaraan dan berjalan kaki beberapa kilo.


“Lokasi di sana tidak ada sinyal. Jalan mulai dari kilo 46 sudah tidak beraspal dan menanjak. Di sana cuaca dingin, sekitar enam derajat celcius. Ini menjadi tantangan buat anggota di lapangan untuk menuju ke sana,” jelasnya.

Tampubolon menegaskan, tugas anggota yang berangkat ke lokasi, yang utama mengecek informasi yang mereka terima dari monitor radio milik warga di sana, tentang adanya 31 orang pekerja pembangunan jembatan tewas dibunuh kelompok KKB.

“Intinya. Kalau yang terburuk terjadi. Tugas utama pasukan akan melalukan evakuasi jenazah dari lokasi kejadian ke Wamena. Tapi kita berdoa, hal itu tak terjadi,” pungkasnya.

TNI Polri Terjunkan 150 Personil Kejar OPM, Menhan: Tak Ada Negosiasi Menyerah atau Diselesaikan!
Sebelumnya, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring bersama Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar akan memimpin langsung penyelidikan 31 pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, yang diduga tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB), Minggu (2/12/2018).


Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengungkapkan, bersama Kapolda Papua akan langsung ke lokasi terkait informasi 31 pekerja yang dikabarkan tewas dibunuh kelompok KKB.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul TNI Polri Terjunkan 150 Personil Kejar OPM, Menhan: Tak Ada Negosiasi Menyerah atau Diselesaikan, http://medan.tribunnews.com/2018/12/04/tni-polri-terjunkan-150-personil-kejar-opm-menhan-tak-ada-negosiasi-menyerah-atau-diselesaikan.

Editor: Tariden Turnip

Subscribe to recei

MEMANAS.! Setelah Bantai 31 Pekerja Proyek, OPM Serang Pos TNI, 1 Prajurit Gugur!

MEMANAS.! Setelah Bantai 31 Pekerja Proyek, OPM Serang Pos TNI, 1 Prajurit Gugur!


Kelompok Pemberontak di Papua menyerang Pos TNI Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (3/12) sekitar jam 18.30 WIT. Akibatnya, satu anggota TNI dari Yonif 755 Kostrad dilaporkan tewas.

"Memang betul ada laporan tentang penyerangan terhadap Pos TNI di Mbua yang dijaga anggota Yonif 755. Yang diserang kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) hingga menewaskan satu anggota TNI," kata Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, kepada Antara di Jayapura, Selasa (4/12).

MEMANAS.! Setelah Bantai 31 Pekerja Proyek, OPM Serang Pos TNI, 1 Prajurit Gugur!
MEMANAS.! Setelah Bantai 31 Pekerja Proyek, OPM Serang Pos TNI, 1 Prajurit Gugur!



Namun, Letkol Dax belum mau menyebut identitas anggota TNI yang tewas terkena peluru kelompok pemberontak itu. Dia mengatakan kini pos tersebut sudah diperkuat setelah pasukan gabungan TNI/Polri dari Wamena tiba.

Belum diketahui secara pasti, namun diduga pos TNI Mbua diserang kelompok pemberontak yang saat itu sedang mengejar dua orang pekerja jembatan di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, yang kabur ke Distrik Mbua.

Pada Minggu (2/12) dilaporkan kelompok pemberontak Papua menyerang dan membunuh puluhan karyawan PT Istaka yang sedang membangun jembatan pada ruas jalan transPapua, di Yall.

sumber : merdeka.com

Menhan: Pembunuhan di Papua Dilakukan Pemberontak, Tidak Ada Negosiasi!

Menhan: Pembunuhan di Papua Dilakukan Pemberontak, Tidak Ada Negosiasi!


Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu angkat bicara mengenai tragedi penembakan yang dilakukan Kelompok Bersenjata terhadap sejumlah pekerja proyek Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua. Menurut dia, kejadian itu dilakukan oleh kelompok pemberontak yang sebelumnya ingin memisahkan diri dari Indonesia.

"Mereka itu bukan kelompok kriminal tapi pemberontak. Kenapa saya bilang pemberontak? ya kan mau memisahkan diri, Papua dari Indonesia. itu kan memberontak bukan kriminal lagi," kata Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12).

Ryamizard menyebut kelompok pemberontak itu adalah kelompok lama. Sehingga harus ditangani langsung oleh TNI.

Menhan: Pembunuhan di Papua Dilakukan Pemberontak, Tidak Ada Negosiasi!
Menhan: Pembunuhan di Papua Dilakukan Pemberontak, Tidak Ada Negosiasi!



"Ingin memisahkan Papua dari Indonesia itu apa? ingat, ingin memisahkan diri. tugas pokok Kemenhan, tugas pokok TNI, satu, menjaga kedaulatan negara. Kedua, menjaga keutuhan negara. Tiga, menjaga keselamatan bangsa," ungkapnya.

Menhan menegaskan, kasus ini tidak bisa diselesaikan dengan cara negosiasi. Sebab tindakan ini bukan lagi kriminal.

"Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan. Itu saja," ucapnya.

"Kalau sudah nembak-nembak gitu ya siapapun lah. Tidak ada kriminal nembak sebanyak orang itu," tandasnya.

Diketahui, sebanyak 31 pekerja proyek Istaka Karya yang tengah membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Informasi awal menyebut, mereka dibantai lantaran memfoto kegiatan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) KKB yang diselenggarakan tidak jauh dari lokasi proyek.

"Ya itu baru sebatas informasi yang kita dapat dari masyarakat," tutur Wakapendam XVII/ Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi.

sumber : merdeka.com

Sadis! 31 Pekerja Proyek Pembangunan Dibantai OPM di Nduga Papua!

Sadis! 31 Pekerja Proyek Pembangunan Dibantai OPM di Nduga Papua!

Sadis! 31 Pekerja Dibantai OPM di Nduga PapuaKelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan membantai 31 pekerja di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Ke 31 orang pekerja jembatan ini merupakan buruh bangunan dari PT Istaka Karya dilaporkan tewas sementara satu orang lagi belum diketahui nasibnya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal dalam menjelaskan, pada hari Senin (03/12/18) sekitar pukul 15.30 WIT pihak kepolisian mendapatkan laporan dari warga bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap para pekerja PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi Kabupaten Nduga pada Minggu (02/12/2018). (Berita sebelumnya:Polda Papua Selidiki Informasi Puluhan Pekerja Dibunuh OPM)

Mendapat laporan personel gabungan TNI-Polri yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya, AKP RL Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Namun saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Mbua dan menyampaikan agar tim berbalik arah karena jalan diblokade oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata.

Sadis! 31 Pekerja Proyek Pembangunan Dibantai OPM di Nduga Papua!


Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, berdasarkan laporan dari lapangan sebanyak 24 orang pekerja dari PT Istaka Karya dibunuh pada hari Sabtu (1/12/2018) sedangkan 8 lainnya yang sempat menyelamatkan diri dan bersembunyi di salah satu rumah anggota DPRD setempat. Namun mereka pun dan dibunuh pada hari Minggu (2/12/2018) setelah dijemput oleh anggota OPM.

“Laporan terakhir total semua korban adalah 31 orang, 24 dibunuh pada hari pertama, delapan orang lainnya sempat lolos dan sembunyi di rumah anggota dewan, tapi keesokan hari nya mereka di jemput dan di bunuh. Satu orang lagi masih hilang,” jelas Kamal.

Hingga kini aparat gabungan TNI-Polri sudah diterjunkan menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah korban dan melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan.

sumber : sindo

Diduga Gara-gara Lakukan Ini, OPM Bantai Pekerja 31 Proyek!

Diduga Gara-gara Lakukan Ini, OPM Bantai Pekerja 31 Proyek!


Gambar terkaitSebanyak 31 pekerja di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga tewas dibantai Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pembantaian ke 31 orang pekerja jembatan yang merupakan buruh bangunan dari PT Istaka Karya ini diduga akibat salah satu pekerja memfoto kegiatan hari ulang tahun (HUT) OPM pada hari Sabtu 1 Desember 2018 lalu.

Berdasarkan informasi yang diterima SINDOnews, akibat pengambilan foto upacara HUT OPM, tersebut membuat kelompok KKSB marah dan membantai para-para korban tersebut.

Diduga Gara-gara Lakukan Ini, OPM Bantai Pekerja 31 Proyek!
Diduga Gara-gara Lakukan Ini, OPM Bantai Pekerja 31 Proyek!



Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, berdasarkan laporan dari lapangan sebanyak 24 orang pekerja dari PT Istaka Karya dibunuh pada hari Sabtu (1/12/2018). Sedangkan delapan lainnya yang sempat menyelamatkan diri dan bersembunyi di salah satu rumah anggota DPRD setempat. Namun mereka pun dan dibunuh pada hari Minggu (2/12/2018) setelah dijemput oleh anggota OPM.

“Laporan terakhir total semua korban adalah 31 orang, 24 dibunuh pada hari pertama, delapan orang lainnya sempat lolos dan sembunyi di rumah anggota dewan, tapi keesokan harinya mereka dijemput dan dibunuh. Satu orang lagi masih hilang,” jelas Kamal.

Anggota TNI Dibegal dan Dibacok, Pelakunya 7 Remaja, Ada yang Usianya Baru 14 Tahun

Anggota TNI Dibegal dan Dibacok, Pelakunya 7 Remaja, Ada yang Usianya Baru 14 Tahun


Anggota TNI Koramil Tambun Selatan yang juga merupakan anggota Babinsa Tambun, Serka Agus Riyanto dibegal dan dibacok oleh tujuh remaja di kawasan Tambun Selatan, Bekasi, Rabu (26/10/2018) dini hari, dilansir TribunWow.com dari Wartakotalive, Jumat (26/10/2018).
Akibat hal ini, Serka Agus Riyanto harus dirawat di rumah sakit karena beberapa luka sabetan di tubuh.

Dalam waktu kurang dari 30 jam, Polres Bekasi sudah berhasil menangkap lima pelaku, sementara dua lainnya masih buron. Kelima pelaku itu berinisal, R (14), SA (17), NAN (17), S (19), IS (22).

"Dalam waktu 30 jam usai kejadian, pelaku sudah kami tangkap. Total pelaku yang sudah kami tangkap lima orang, dua pelaku lainnya masih buron. Kita akan kejar terus sampai ditangkap," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara, di Mapolresta Bekasi, Jumat (26/10/2018).

Selain menangkap kelima pelaku, polisi juga membeberkan kronologi kejadian Serka Agus dibegal oleh tujuh remaja ini. Ketujuh pelaku yang mayoritas masih di bawah umur ini awalnya mabuk-mabukan di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Setelah mabuk-mabukan, semua pelaku akhirnya melancarkan aksinya di kawasan Tambun, Bekasi.
Sesampainya di Jalan Baru Grand Wisata, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, mereka melihat Serka Agus Riyanto tengah melintas di kawasan tersebut. Para pelaku kemudian memepet motor Serka Agus untuk membegalnya.

Serka Agus yang melihat pelaku membawa senjata tajam berupa corbek dan celurit, langsung berusaha menyelamatkan diri dengan menjatuhkan motornya lalu berlari.

Namun malang, belum jauh berlari, Serka Agus justru terjatuh hingga akhirnya para pelaku menghampiri dan mengancam korban untuk menyerahkan ponsel dan dompetnya.

Diketahui korban sempat mengaku kepada para pelaku bahwa dirinya merupakan anggota TNI, namun pelaku tetap mengambil ponsel dan dompet korban yang berisi uang tunai senilai Rp 850 ribu.

Serka Agus juga sempat melakukan perlawanan terhadap para pelaku, namun akhirnya korban terkapar setelah mendapat luka bacokan di pinggang dan punggung. Setelah melancarkan aksinya, para pelaku pun melarikan diri.

Akhirnya pada Jumat (26/10/2018) lima pelaku berhasil ditangkap. Polisi awalnya menangkap pelaku S di rumah kontrakannya. Melalui penangkapan S tersebut, akhirnya terus dikembangkan hingga tertangkap empat pelaku lainnya.

Diketahui pelaku IS sempat ditembak kakinya oleh polisi karena melakukan perlawanan. Sementara itu, kini kondisi korban sudah semakin membaik dan sedang terus dilakukan pengawasan tim dokter RSPAD Gatot Subroto Jakarta. "Anggota Babinsa sudah pulih dan membaik tidak perlu melakukan operasi.

Anggota TNI Dibegal dan Dibacok, Pelakunya 7 Remaja, Ada yang Usianya Baru 14 Tahun
Saat ini masih dalam perawatan dan pengawasan tim dokter," ujar Kombes Candra Sukma Kumara.
Candra menyesalkan akan kejadian tersebut, apalagi dilakukan remaja bahkan di bawah umur.

"Saya himbau kepada orang tua agar lebih memperketa melakukan pengawasan kepada anaknya.

Apalagi ketika anaknya pergi keluar rumah, jadi harus ada tanggung jawab mendidik akhlak dan moralnya, tidak hanya membesarkan saja," tegas Kapolres Kombes Candra.

Sementara Komandan Kodim (Dandim) 0509/ Kabuparen Bekasi, Jawa Barat Letkol Arh Henri Yudi Setiawan mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menangkap pelaku perampokan yang menimpa anggota TNI atau Babinsa.

"Saya ucapkan terima kasih Kapolres dan jajaran yang telah melakukan dengan cepat dab penanganan yang serius.

Harapannya bisa jadi efek jera yang lainnya sehingga menjadikan Kabupaten Bekasi aman dari begal baik yang dilakukan oleh dewasa maupun maupun di bawah umur," paparnya.

Barang bukti yang diamankan, dua buah senjata tajam jenis corbek, satu senjata tajam jenis celurit, HP milik korban dan pakaian korban yang terkena celurit.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal pencurian dengan kekerasan 365 KUHP ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun penjara. (*)

Temuan BPK: Kebocoran Proyek Infrastruktur Jokowi Capai 45 T Rupiah

Temuan BPK: Kebocoran Proyek Infrastruktur Jokowi Capai 45 T Rupiah

Sejumlah kabar mengungkap adanya dugaan kebocoran dalam pembangunan infrastruktur yang dibangun oleh pemerintahan Joko Widodo senilai Rp45,6 triliun.
Badan Pemerikasa Keuangan (BPK) membenarkan adanya kebocoran itu. Namun jumlahnya berbeda yakni Rp 44,052 triliun.

“Itu temuannya dari jumlah Rp 45,6 triliun dan sudah ditindaklanjuti sebesar Rp 44,052 triliun,” ujar Humas BPK Reza Hadi Satria kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (19/10).
Temuan BPK: Kebocoran Proyek Infrastruktur Jokowi Capai 45 T Rupiah

Berdasarkan keterangan dari IHPS I 2018, kebocoran atau kerugian negara dari berjalannya infrastruktur sejak tahun 2018 beraneka macam. Di antaranya proyek Pelindo, pembangkit listrik dan sebagainya.

Sementara dari BPK sendiri masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dalam berjalannya semester II tahun 2018 ini.

Reza mengungkapkan semuanya sudah ada di laman resmi BPK terkait Indeks Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I tahun 2018.

“Itu jumlah total, rincian ada di IHPS di lampiran E.3, silakan dilihat di website,” demikian Reza. 

2 Prajurit Kodam Bukit Barisan Jadi Kurir Narkoba, TNI AD akan Pecat

2 Prajurit Kodam Bukit Barisan Jadi Kurir Narkoba, TNI AD akan Pecat

Jakarta - Tim Gabungan TNI AD dan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap dua oknum anggota TNI AD yang menjadi kurir narkotika jenis pil ekstasi dari Provinsi Riau yang akan dibawa ke Cilegon. Dua oknum TNI itu ditangkap di Agen bus ALS di daerah Cilegon, Merak, Banten.

"Penangkapan anggota TNI AD ini sesungguhnya telah dilakukan 18 hari yang lalu (29 September 2018) oleh tim gabungan dan ketika itu kedua oknum Kopda ED dan Praka RM yang merupakan anggota Yonif 132/Bima Sakti Kodam I/Bukit Barisan sedang membawa narkotika jenis pil ekstasi dari Riau yang akan dibawa ke Cilegon," ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan Kolonel Inf Roy Sinaga, dalam keterangan tertulis TNI AD, Rabu (17/10/2018).

Roy mengatakan, keduanya langsung diamankan sementara di kantor BNN Cawang Jakarta Timur, beserta barang bukti berupa pil ekstasi sebanyak 65 ribu butir warna pink. Usai diamankan di Kantor BNN, Kopda ED dan Praka RM kemudian digelandang ke Pomdam Jaya/Jayakarta untuk dilakukan pemeriksaan awal.

"(Kemudian) Sesuai UU RI No 31 tahun 1997 di mana locus delicti (tempat kejadian) dan tempos delicti (waktu kejadian) berada di wilayah Kota Cilegon, maka proses penyidikan selanjutnya harus dilaksanakan di Pomdam III/Siliwangi, oleh karena itu pihak Kodam I/BB melalui Pomdam I/BB pada tanggal 11 Oktober lalu kedua oknum tersebut kita serahkan ke Pomdam III/Slw untuk proses penyidikan pelaku," jelasnya.

Roy memastikan, pihaknya akan memberikan hukuman berat yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku bagi prajurit TNI, jika kedua oknum TNI itu terbukti bersalah. Hal itu sebagai wujud keseriusan Kodam Bukit Barisan, sesuai amanat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAD Jenderal Mulyono dan Pangdam Bukit Barisan dalam menangani masalah narkoba.

"Dalam setiap kesempatan Pangdam I/BB Mayjen TNI Sabrar Fadhilah selalu menyampaikan kepada prajurit untuk menjauhi barang haram ini dan katakan tidak pada narkoba. Untuk itu, Jika terbukti bersalah maka Pangdam tidak segan-segan akan memproses pemecatannya," ujar Alumni Akmil 1997 ini.
2 Prajurit Kodam Bukit Barisan Jadi Kurir Narkoba, TNI AD akan Pecat
Menurut Roy, selama ini, pihaknya telah melakukan tindakan preventif dan berulang kali memberikan pengarahan-pengarahan kepada prajurit beserta keluarganya baik melalui Komandan Satuan yang sifatnya internal seperti Jam Komandan, sosialisasi dan kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dilakukan secara acak, mendadak dan sifatnya rahasia. Dia pun siap memecat Kopda ED dan Praka RM.

"Jangan ragukan itu, ini sudah menjadi komitmen kita bersama. Yakinlah dan percayakan sepenuhnya, kita tidak akan menutup-nutupi atau memperlambat. TNI AD juga menyerahkan proses pengembangan dalangnya kepada BNN atau Polri. Kita siap membantu sepenuhnya. Pengguna saja kita pecat, apalagi kalau ternyata mereka terbukti sebagai pengedar," pungkasnya.

TNI AL Bekuk Penyelundup 20 Ribu Hp dari Singapura

TNI AL Bekuk Penyelundup 20 Ribu Hp dari Singapura


Batam - 20 Ribu unit handphone hasil selundupan diamankan KRI Lepu-861. Handphone selundupan ini berasal dari salah satu distributor di Jurong, Singapura. Sempat terjadi kejar-kejaran dalam penangkapan itu.

Ribuan seluler ini dikemas dalam bungkusan karton sebanyak 609 koli. Ribuan handphone tersebut dimuat pada kapal kayu bernama KLM Berkat Saudara Jaya yang berangkat dari Singapura tujuan perairan Batam.

"Sebelumnya petugas patroli TNI AL yang sedang patroli mendapat informasi adanya kapal kayu jenis kargo berbendera Indonesia bermuatan seluler sedang melintas di perairan Selat Singapura," ujar Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Yudo Margono, dalam jumpa pers hari ini, Jumat (19/10/2018)

Saat ditangkap, sempat terjadi perlawanan. Nakhoda dan ABK Kapal mencoba melarikan kapal dengan kecepatan tinggi guna menghindar dari kejaran patroli KRI Lepu-861. Pihak TNI AL pun berungkali memberikan tembakan peringatan ke udara.

Kapal patroli TNI AL lalu mendekati kapal kayu itu. Hingga akhirnya petugas patroli memaksa agar kapal kayu tersebut mengandaskan di pulau terdekat.

TNI AL Bekuk Penyelundup 20 Ribu Hp dari Singapura

Dalam pemeriksaan petugas TNI AL menemukan ratusan dus berisi handphone berbagai merek terbaik dengan jumlah sekitar 20 ribu unit.

"Hasil penyidikan petugas kapal diketahui berangkat dari Jurong Singapura dengan tujuan Perairan Kepri," jelas Yudo.

Diperkiraan nilai Hp itu ditaksir sebesar Rp 20 miliar.

"Disinyalir kapal bermuatan hanphone ini kerap menyelundupkan dengan menggunakan jalur perairan yang sama yaitu Selat Singapura," tambah Pangkoarmada I.

Sementara pihak nahkoda dan abk kapal belum mau mengakui terkait siapa pemilik barang seluler tersebut.
(asp/asp)

Nekat Hadang Komandan Pleton TNI, Begini Nasib Komplotan Begal di Lampung Ini

Nekat Hadang Komandan Pleton TNI, Begini Nasib Komplotan Begal di Lampung Ini

Arif B Setyanto - Selasa, 19 Desember 2017 | 21:32 WIB

Aksi begal memang sangat meresahkan. Mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan barang jarahannya. Bahkan, para begal pun tak segan untuk melukai dan membunuh korban.

Nah, hal tersebut juga dilakukan oleh komplotan begal dari lampung ini. Dilansir Grid.ID dari Tribun Lampung komplotan begal ini nekat menjarah Komandan Pleton (Danton) Kompi Senapan B di Cimeng, Bandar Lampung Letda Inf Supriyono.

Pembegalah yang dialami Supriyono ini terjadi di Jalan Lintas Sumatra Desa Bandar Putih Kecamatan Kotabumi Selatan. Supriyono saat itu mengendarai Honda Revo dari rumah orangtuanya menuju ke Kompi B Cimeng Bandar Lampung. Ternyata saat di jalan Supriyono sudah diikuti oleh komplotan begal.

Nekat Hadang Komandan Pleton TNI, Begini Nasib Komplotan Begal di Lampung Ini
Dua orang begal ini berboncengan mengendarai satu motor. Sampai di lokasi kejadian, dua begal itu melancarkan aksinya. Supriyono sempat melawan para begal.

Namun, perlawanannya itu sia-sia. Pasalnya, begl tersebut membawa senjata api. Supriyono juga mengatakan bahwa dia adalah anggota TNI. Namun, begal tersebut tak peduli dengannya.

"Kami tidak perduli kamu anggota atau bukan, kami butuh motor," kata dia menirukan ucapan Danton dikutip Grid.ID dari Tribun Lampung Selasa (19/12/2017). Nah, akibat kejadian itu anggota Kompi C bersama Unit Intel Kodim 0412 melakukan pengejaran dan penyelidikan.

Akhirnya pelaku begal itu terendus. Salah satu anggota Kompi C melihat pembegal dan kemudian mengejarnya. Pelau begal itu diamankan dan ada barang bukti motor. Setelah itu, pelaku begal itu diserahkan ke Polres Lampura. (*)

Polisi Turun Tangan Usut Video Pemukulan di SMKN 3 Tegal yang Viral

Polisi Turun Tangan Usut Video Pemukulan di SMKN 3 Tegal yang Viral


Tegal - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta dugaan penganiayaan di SMKN 3 Kota Tegal segera ditelusuri. Kepolisian pun digandeng untuk mengetahui kebenaran dari video kekerasan yang sudah viral tersebut.

Pejabat Gubernur Jateng, Syarifudin mengatakan dirinya setelah mengetahui ada video kekerasan yang viral di media sosial itu langsung berkoordinasi dengan kepala daerah setempat.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Tegal, sudah perintahkan agar ditelusuri kebenarannya seperti apa, berkoordinasi dengan Pak Kapolres," kata Syarifudin saat dihubungi wartawan, Kamis (30/8/2018).

Oleh sebab itu, Syarifudin belum bisa memastikan apakah video yang beredar itu murni kekerasan atau hal lain. Ia sangat menyayangkan jika terbukti video tersebut merupakan praktik kekerasan.
Polisi Turun Tangan Usut Video Pemukulan di SMKN 3 Tegal yang Viral
"Jangan sampai, kalau benar-benar terjadi, sangat kita sayangkan," tandasnya.

Untuk diketahui, video pemukulan remaja berseragam putih abu-abu tersebar di media sosial. Ternyata mereka adalah siswa SMKN 3 Tegal, antara siswa tingkat 2 dan tingkat 1.

"Memang yang dipukuli itu siswa baru tingkat 1. Sedangkan yang memukuli adalah siswa tingkat 2," kata Waka Kesiswaan SMKN 3 Tegal, Bambang.

Menurut Bambang saat ini siswa dalam video tersebut masih menjalani kegiatan di Jakarta. Ia bernjanji pekan depan akan memanggil yang bersangkutan bersama orangtuanya.
(alg/sip)

Mahasiswi di Bandung Korban Begal Sadis Meninggal Dunia

Mahasiswi di Bandung Korban Begal Sadis Meninggal Dunia


Bandung - SP (23) mahasiswi korban begal sadis di Bandung mengembuskan nafas terakhir. Nyawa gadis tersebut tak tertolong setelah sempat mendapat perawatan sehari di RS Borromeus.

SP meninggal dunia pada Jumat (31/8/2018) tepat pukul 00.00 WIB. Dia tak sadarkan diri sejak dibegal di kawasan Cikapayang, Bandung pada Kamis (30/8) subuh.

"Iya benar korban yang kemarin dirawat, yang kritis meninggal dunia tadi malam," ucap Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Santhi Rianawati saat dikonfirmasi detikcom.
Mahasiswi di Bandung Korban Begal Sadis Meninggal Dunia Dony Indra Ramadhan - detikNews Share 0Tweet Share 0195 komentar Mahasiswi di Bandung Korban Begal Sadis Meninggal Dunia Foto: Dony Indra Ramadhan Bandung - SP (23) mahasiswi korban begal sadis di Bandung mengembuskan nafas terakhir. Nyawa gadis tersebut tak tertolong setelah sempat mendapat perawatan sehari di RS Borromeus.  SP meninggal dunia pada Jumat (31/8/2018) tepat pukul 00.00 WIB. Dia tak sadarkan diri sejak dibegal di kawasan Cikapayang, Bandung pada Kamis (30/8) subuh.  "Iya benar korban yang kemarin dirawat, yang kritis meninggal dunia tadi malam," ucap Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Santhi Rianawati saat dikonfirmasi detikcom.   Baca juga: Cerita Teman Mahasiswi Bandung Korban Begal yang Kini Kritis   SP bersama temannya yang juga perempuan berinisial EA (23) dibegal saat hendak menuju ke indekos rekannya di kawasan Dipatiukur. Dia dibegal di Jalan Cikapayang, Kota Bandung.  Saat itu, SP dan rekannya mengendarai sepeda motor usai makan bakso di kawasan Cihampelas. Di tempat kejadian perkara, tiba-tiba dia dipepet oleh pelaku.   Tas milik SP ditarik secara paksa. SP terjatuh hingga kepalanya membentur jalan. Dia mengalami luka serius di kepala hingga dilarikan ke RS Borromeus.

SP bersama temannya yang juga perempuan berinisial EA (23) dibegal saat hendak menuju ke indekos rekannya di kawasan Dipatiukur. Dia dibegal di Jalan Cikapayang, Kota Bandung.

Saat itu, SP dan rekannya mengendarai sepeda motor usai makan bakso di kawasan Cihampelas. Di tempat kejadian perkara, tiba-tiba dia dipepet oleh pelaku.

Tas milik SP ditarik secara paksa. SP terjatuh hingga kepalanya membentur jalan. Dia mengalami luka serius di kepala hingga dilarikan ke RS Borromeus. 

Cemburu Buta Mantan Istrinya Ngobrol, Bule Pukul Anggota TNI

Cemburu Buta Mantan Istrinya Ngobrol, Bule Pukul Anggota TNI


Jakarta - Pria berinisial A alias Bule menganiaya DK, anggota TNI AD, di daerah Cengkareng, Jakarta Barat. Bule memiliki sifat pencemburu, sehingga tersulut emosi saat Y, mantan istrinya, berbincang dengan DK.

"Jadi pelaku ini emosional saat korban berbincang dengan mantan istrinya. Padahal mereka cuma ngobrol biasa. Jadi cuma salah paham," ucap Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri saat dihubungi detikcom, Rabu (29/8/2019).

Penganiayaan ini terjadi pada Selasa (28/8) pukul 20.00 WIB. Bule tiba-tiba datang menghampiri korban saat bersama Y di waduk Rawa Buaya, Cengkareng.

"Pelaku memukul korban pada bagian kepala berkali-kali menggunakan sepotong besi, sehingga korban terjatuh," ucap Khoiri.
Cemburu Buta Mantan Istrinya Ngobrol, Bule Pukul Anggota TNI
Tak hanya itu, saat korban terjatuh, pelaku masih memukuli wajah korban dengan tangan kosong. Wajah korban pun mengalami luka parah karena kejadian itu.

"Akibatnya, korban harus dibawa ke RSUD Cengkareng," ucap Khoiri.

Setelah menganiaya korban, pelaku langsung kabur. Namun Polsek Cengkareng berhasil menangkapnya siang tadi.

"Dia ditangkap di rumahnya. Tidak jauh dari lokasi kejadian," kata Khoiri.
(aik/nkn)

Mau bagikan makanan untuk anak-anak, dua prajurit TNI tewas ditembak Teroris OPM

Mau bagikan makanan untuk anak-anak, dua prajurit TNI tewas ditembak Teroris OPM


Merdeka.com - Dua anggota TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) tewas ditembak Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Dua prajurit itu tewas ketika akan membagikan bahan makanan untuk anak-anak.

Waka Pendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan kedua jenazah akan dievakuasi ke Jayapura, kemudian dibawa ke Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (20/8). Kedua anggota yang meninggal dunia adalah Letda Inf Amran Blegur yang menjabat Komandan Pos Tingginambut dan Pratu Fredi ketika hendak ke Kampung Tingginambut.
Mau bagikan makanan untuk anak-anak, dua prajurit TNI tewas ditembak Teroris OPM
Dax Sianturi mengatakan bahwa dua TNI itu membawa bahan makanan untuk anak-anak. Namun, sekitar pukul 14.00 WIT, masyarakat melapor ke Koramil Tingginambut tentang pengadangan terhadap anggota TNI di Jembatan Tingginambut.

Saat ditemukan, kata dia, kedua korban meninggal dunia dengan luka tembak dan panah. Jenazahnya berada di luar rumah kayu Jembatan Tingginambut, kemudian dievakuasi ke RSUD Mulia. [eko]

Viral Sekuriti Tanah Abang Tagih Sewa Lahan, Ini Penjelasan Polisi

Viral Sekuriti Tanah Abang Tagih Sewa Lahan, Ini Penjelasan Polisi

Jakarta - Video adu mulut antara sekuriti dengan seorang pedagang di Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi viral di media sosial. Dalam video itu seorang pedagang beradu mulut dengan 3 orang sekuriti terkait sewa lahan.

Petugas tampak mendatangi seorang pedagang itu di kiosnya. Penyewa kios menjadi emosi lantaran para sekuriti itu meminta uang sewa lahan dari kios yang dipakainya berdagang.

"Saya cari makan di sini lho. Pukul nih. Katanya sewa lahan, sewa lahannya siapa?" kata pedagang tersebut berapi-api.

Salah seorang sekuriti lalu mencoba mendekati pedagang. Namun dia langsung dihalangi rekannya dan dijauhkan dari pedagang yang terus bicara dengan nada tinggi.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono membenarkan adanya peristiwa itu. Dia menyebut video itu diambil saat ada penertiban terhadap pedagang di Blok B.
Viral Sekuriti Tanah Abang Tagih Sewa Lahan, Ini Penjelasan Polisi
"Kejadian sedang ada penertiban pedagang yang maju melewati garis Batas jualan, harus ke kantor untuk menyelesaikan masalahnya. Namun sekuriti terpancing emosi, namun tidak terjadi unsur kekerasan," kata Lukman kepada detikcom, Senin (27/8/2018).

Lukman menjelaskan pedagang dalam video itu memang sudah lama melanggar aturan. Dia menggelar dagangannya hingga ke koridor dan menutupi akses jalan. Meski sudah ditertibkan, namun pedagang tersebut tetap melanggar.

"Menurut yang bersangkutan berhak untuk pajang sampai koridor semua, karena sudah bayar service charge atau maintenance. Sedangkan service charge atau maintenance yang dibayar hanya untuk luas kios saja tidak dihitung koridor karena koridor jalan umum. Tenant sudah mengerti dan ada berita acaranya," ujarnya.

Belum diketahui kapan peristiwa itu terjadi. Hingga kini tak ada pihak yang melapor ke polisi terkait pertikaian yang viral itu.

Kategori

Kategori