Showing posts with label Info Militer. Show all posts
Showing posts with label Info Militer. Show all posts

Nelayan Riau Temukan Benda Aneh yang Ternyata Drone Air Milik China. Ini Kronologinya!

Nelayan Riau Temukan Benda Aneh yang Ternyata Drone Air Milik China. Ini Kronologinya!


Benda aneh yang ditemukan nelayan Pulau Tenggel, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (23/3/2019), ternyata drone laut.
Drone laut itu sebelumnya diduga rudal.

Kepastian benda tersebut merupakan drone laut disampaikan Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, usai mendapatkan laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan Sat Brimob Polda Kepri.
“Itu bukan rudal, tetapi drone laut, yang biasanya digunakan untuk penelitian bawah laut,” kata Boy, melalui sambungan selulernya, Minggu (24/3/2019).

Menurut Boy, drone laut itu buatan dari negeri Tirai Bambu, hal ini terlihat dari badan drone yang terdapat tulisan aksara China.
Nelayan Riau Temukan Benda Aneh yang Ternyata Drone Air Milik China. Ini Kronologinya!
Diyakini, asal-usul drone tersebut dari salah satu lembaga penelitian yang juga berasal dari China.
“Hasil pengecekan juga menyebutkan drone ini buatan China. Mungkin lembaga penelitian dari China melakukan penelitian namun hanyut sampai ke laut kita, yakni Pulau Tenggel,” ujar dia.

Saat ini, drone laut itu masih berada di Sat Brimob Polda Kepri dan belum tahu akan diapakan nantinya.

Boy berharap agar warga Bintan tidak cemas karena benda aneh yang sempat diduga rudal tersebut hanyalah benda biasa yang sudah tidak berfungsi lagi.
“Kalau memang harus dimusnahkan, nanti akan dimusnahkan. Yang jelas benda itu hanyalah drone laut,” ujar dia.

Mengintip Latihan Super Keras TNI, Dibuang ke Laut Sampai Ditembaki

Mengintip Latihan Super Keras TNI, Dibuang ke Laut Sampai Ditembaki

1. Kaki Tangan Terikat dan Renang 3 Km
Batalyon Intai Amfibi, atau disingkat Yon Taifib, merupakan salah satu pasukan elite di Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut ( TNI AL) yang dilatih keras. Dalam perang, mereka ini yang akan diterjunkan di garis depan untuk melakukan sabotase atau pembuka jalan bagi pasukan reguler.

Sebelum pembaretan, setiap anggota baru akan dilatih sebagai tawanan, dan dibuang ke tengah laut dengan kaki dan tangan terikat. Kemudian, dalam pertahanan darat mereka akan dilepaskan di tengah hutan dan pegunungan agar berlatih bertahan hidup. Tak ada perbekalan yang diberikan, kecuali perlengkapan tempur, seragam dan tubuhnya saja. Latihan ini berlangsung selama sembilan bulan berturut-turut. Jika tak lulus, mereka akan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

"Saat kita kehabisan logistik, inilah berkah dari ilmu survival. Di mana dalam keadaan lapar kami tetap bisa bertahan hidup, kami juga belajar untuk mengetahui tanaman mana yang bisa dimakan maupun tidak," ujar anggota Yon Taifib-2, Letnan Satu (Mar) Suyono Lumbantoruan.

2. Latihan Komando Kopassus dan Kamp Tawanan Seperti Neraka
Untuk mendapatkan baret merah dan brevet komando Kopassus harus melewati pelatihan khusus yang nyaris melewati kemampuan batas manusia. Latihan tersebut di antaranya, tahapan pertama yang harus dilalui adalah Tahap Basis, yaitu pemusatan pelatihan di Pusat Pendidikan Pelatihan Khusus, Batujajar, Bandung. Di sini para calon prajurit komando dilatih keterampilan dasar seperti menembak, teknik dan taktik tempur, operasi raid, perebutan cepat, serangan unit komando, navigasi darat dan berbagai keterampilan lain.
Mengintip Latihan Super Keras TNI, Dibuang ke Laut Sampai Ditembaki
Selesai latihan basis, dilanjutkan dengan Tahap Hutan Gunung yang diadakan di Citatah, Bandung. Di sini para calon prajurit komando berlatih untuk menjadi pendaki serbu, penjejakan, anti penjejakan, survival di tengah hutan.

Dalam Pelatihan Survival para calon Prajurit komando harus bisa hidup di hutan dengan makanan alami yang tersedia di hutan. Dengan latihan ini Para Prajurit Komando harus bisa membedakan tumbuhan yang beracun dan dapat dimakan, dan juga mampu berburu binatang liar untuk mempertahankan hidup.

3. Latihan Pakai Peluru Tajam
 Latihan yang dilakukan calon prajurit TNI rupanya bikin kagum media asal Inggris. Apalagi, latihan tersebut menggunakan peluru tajam yang setiap saat dapat merenggut nyawa prajurit.

Mereka memuat video latihan prajurit TNI dengan judul 'Lihat latihan mengerikan di Indonesia sebagai prajurit menghindari Peluruh Tajam dari senapan serbu saat merayap di dalam lumpur'. Latihan yang dimaksud adalah doper.

Video itu memperlihatkan enam prajurit dari Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, di mana mereka dilatih dua orang dengan peluru asli. Dua pelatih tersebut menggunakan senapan semi otomatis AK-47 buatan Soviet.

Serda Siswanto Bayu Aji Angota Kopassus yang Meninggal Tertembak KKB, Ternyata Ditunggu Kekasih Untuk Menikah

Serda Siswanto Bayu Aji Angota Kopassus yang Meninggal Tertembak KKB, Ternyata Ditunggu Kekasih Untuk Menikah


Anggota Kopassus yang gugur tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) di Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019), yakni Serda Siswanto Bayu Aji (24) atau Bayu, ternyata akan segera menikah sepulangnya dari tugas di Papua.

Hal itu dikisahkan Suraidi Iskandar, sang ayah, saat ditemui Kompas.com di rumah duka di Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Jateng, Jumat (8/3/2019) malam.

Menurut Suraidi, Bayu, anak semata wayangnya, akan menikah dengan kekasih sejak SMA-nya bernama Gilang, warga Kecamatan Wirosari, Grobogan.

"Bayu lama berpacaran dengan Gilang tetangga desa. Sejak SMA hingga saat ini. Gilang seorang perawat. Dia rela menunggu Bayu meski ditinggal kerja jadi sopir di perusahaan batu bara di Kalimantan hingga menjadi anggota TNI," kata Suraidi Iskandar.

"Kami berencana menikahkan keduanya sepulang Bayu bertugas di Papua. Namun Sang Khalik terlanjur menjemputnya."
Serda Siswanto Bayu Aji Angota Kopassus yang Meninggal Tertembak KKB, Ternyata Ditunggu Kekasih Untuk Menikah
Isak tangis keluarga pecah saat jenazah anggota TNI, Serda Siswanto Bayu Aji (24) tiba di rumah duka di di Dusun Pateh, Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (?8/3/2019) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Jenazah personil Kopassus itu diantar menumpang mobil ambulans TNI menuju kediaman orangtuanya dengan pengawalan ketat.

Sejumlah kerabat dan tetangga yang sudah lama menunggu pun tak kuasa meneteskan air mata saat menyambut jenazah Bayu yang tertutup peti berbalut bendera merah putih.

Nampak Ibunda Bayu, Safitri syok. Ia pingsan setelah menangis histeris melihat jenazah Bayu.

Kedatangan jenazah Bayu juga disambut oleh sejumlah personil TNI dari segala unsur baik dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Pun demikian perwakilan pihak Polri juga berdatangan ke rumah duka.

Bayu sebelumnya ia mengenyam pendidikan di SMK Negeri 1 Blora jurusan otomotif dan lulus pada tahun 2011. Bayu mulai diterima sebagai prajurit TNI pada 2016. Sampai akhirnya masuk satuan Kopassus di Bogor dan bertugas di Papua pada Januari 2019. (Kompas.com/Puthut Dwi Putranto Nugroho)

sumber : merdeka.com

DPR Dorong TNI Punya Senjata Nuklir. Ternyata Inilah Alasannya,,

DPR Dorong TNI Punya Senjata Nuklir. Ternyata Inilah Alasannya,,


DPR menginginkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengembangkan tenaga nuklir. Tujuannya agar disegani dan setara dengan militer dunia seperti Korea Utara dan Tiongkok.

Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menyebutkan, hanya dengan TNI yang kuat, negara akan dihormati dan disegani dunia. "DPR ingin TNI miliki senjata nuklir," ungkapnya dalam diskusi Forum Legislasi bertajuk 'Quo Vadis TNI' di Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (12/3/2019).

"Saya berharap ke depan Presiden Jokowi memprioritaskan kekuatan TNI dengan alat utama sistem persenjataan (Alutsista, Red) yang canggih dan prajurit yang sejahtera," ujarnya.

Dia mencontohkan, bagaimana segannya Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Presiden Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan di Vietnam pada 28 Februari 2019 lalu. Meski pertemuan itu tanpa hasil, tapi Donald Trump tetap datang dan hormat pada Kim Jong Un.

"Itu karena Korea Utara memiliki kekuatan nuklir. Kita ingin TNI mempunyai kekuatan nuklir. Tapi, dari beberapa kali uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di DPR, tak ada satu pun yang mempunyai program kekuatan nuklir itu," tutur politisi PDIP itu.

Sebab itu, Effendi berharap, jika Jokowi terpilih lagi bisa merealisasikan program kekuatan militer tersebut. Apalagi, sebelumnya akan mengalokasikan anggaran dari PDB sebesar 1,5 persen atau sekitar Rp 270 triliun, jika pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen.
"Setidaknya itu sudah 25 persennya dari anggaran militer China. Sehingga TNI bisa kuat dan kesejahteraan prajurit terpenuhi. Agar tak ada lagi TNI yang melakukan kegiatan komersial pengelolaan limbah dan sebagainya," imbuhnya.

Dilemanya, kata Effendi, pengelolaan keuangan TNI harus diperbaiki dan transparan. Sebab, sejak tahun 2009 hingga 2017 laporan keuangan TNI menurut BPK masih mendapat opini wajar dengan pengecualian (WDP), belum WTP (wajar tanpa pengecualian). Bahkan masih disclaimer (opini tidak menyatakan pendapat) yang nilainya ada yang Rp 8,7 triliun.
DPR Dorong TNI Punya Senjata Nuklir. Ternyata Inilah Alasannya,,
DPR Dorong TNI Punya Senjata Nuklir. Ternyata Inilah Alasannya,,


"Kita ingin posisi TNI itu ideal dan setara dengan kekuatan militer dunia. Karena itu dibutuhkan political will pemerintah dan berani membuat persenjataan nuklir," tegas Effendi.

Anggota Komisi I DPR RI lainnya, Andreas Hugo Pariera mengatakan, TNI adalah aparat negara, sehingga pembiayaan yang menyangkut Tupoksi TNI dibiayai oleh negara.  "Oleh karena itu, kalau kegiatan maupun program TNI seharusnya masuk dalam kebijakan negara yang apabila disetujui, maka dibiayai oleh negara," ucapnya melalui pesan singkat.

Contohnya, sambung Andreas, apabila ada sekolah bikinan TNI AU seharusnya juga masuk dalam program kerja TNI AU dan dibiayai oleh negara. "Apabila tidak, tentu patut menjadi pertanyaan dan perlu diaudit, apakah itu masuk dalam program TNI AU dan dari mana pembiayaannya," ujarnya.

Pengamat militer dari Universitas Pertahanan, Yohanes Sulaiman menuturkan, anggaran TNI memang belum transparan. Selama ini pengadaan Alutsista TNI dinilai belum transparan.

Ketidaktransparanan itu, sambung Yohanes, dipicu belum adanya strategi besar yang mendasari pertahanan Indonesia. Publik tidak tahu, pembelian senjata selama ini untuk menangkal ancaman seperti apa.

"Kita tidak memiliki grand strategi, tidak dijelaskan ancaman militer seperti apa dan dengan apa kita hadapi. Jadinya tidak jelas apa yang kita butuhkan jangka panjang dan pendek," tutupnya. (aen)

sumber : indopos

Kategori

Kategori