Showing posts with label Info Militer. Show all posts
Showing posts with label Info Militer. Show all posts

Nelayan Riau Temukan Benda Aneh yang Ternyata Drone Air Milik China. Ini Kronologinya!

Nelayan Riau Temukan Benda Aneh yang Ternyata Drone Air Milik China. Ini Kronologinya!


Benda aneh yang ditemukan nelayan Pulau Tenggel, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (23/3/2019), ternyata drone laut.
Drone laut itu sebelumnya diduga rudal.

Kepastian benda tersebut merupakan drone laut disampaikan Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, usai mendapatkan laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan Sat Brimob Polda Kepri.
“Itu bukan rudal, tetapi drone laut, yang biasanya digunakan untuk penelitian bawah laut,” kata Boy, melalui sambungan selulernya, Minggu (24/3/2019).

Menurut Boy, drone laut itu buatan dari negeri Tirai Bambu, hal ini terlihat dari badan drone yang terdapat tulisan aksara China.
Nelayan Riau Temukan Benda Aneh yang Ternyata Drone Air Milik China. Ini Kronologinya!
Diyakini, asal-usul drone tersebut dari salah satu lembaga penelitian yang juga berasal dari China.
“Hasil pengecekan juga menyebutkan drone ini buatan China. Mungkin lembaga penelitian dari China melakukan penelitian namun hanyut sampai ke laut kita, yakni Pulau Tenggel,” ujar dia.

Saat ini, drone laut itu masih berada di Sat Brimob Polda Kepri dan belum tahu akan diapakan nantinya.

Boy berharap agar warga Bintan tidak cemas karena benda aneh yang sempat diduga rudal tersebut hanyalah benda biasa yang sudah tidak berfungsi lagi.
“Kalau memang harus dimusnahkan, nanti akan dimusnahkan. Yang jelas benda itu hanyalah drone laut,” ujar dia.

Mengintip Latihan Super Keras TNI, Dibuang ke Laut Sampai Ditembaki

Mengintip Latihan Super Keras TNI, Dibuang ke Laut Sampai Ditembaki

1. Kaki Tangan Terikat dan Renang 3 Km
Batalyon Intai Amfibi, atau disingkat Yon Taifib, merupakan salah satu pasukan elite di Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut ( TNI AL) yang dilatih keras. Dalam perang, mereka ini yang akan diterjunkan di garis depan untuk melakukan sabotase atau pembuka jalan bagi pasukan reguler.

Sebelum pembaretan, setiap anggota baru akan dilatih sebagai tawanan, dan dibuang ke tengah laut dengan kaki dan tangan terikat. Kemudian, dalam pertahanan darat mereka akan dilepaskan di tengah hutan dan pegunungan agar berlatih bertahan hidup. Tak ada perbekalan yang diberikan, kecuali perlengkapan tempur, seragam dan tubuhnya saja. Latihan ini berlangsung selama sembilan bulan berturut-turut. Jika tak lulus, mereka akan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

"Saat kita kehabisan logistik, inilah berkah dari ilmu survival. Di mana dalam keadaan lapar kami tetap bisa bertahan hidup, kami juga belajar untuk mengetahui tanaman mana yang bisa dimakan maupun tidak," ujar anggota Yon Taifib-2, Letnan Satu (Mar) Suyono Lumbantoruan.

2. Latihan Komando Kopassus dan Kamp Tawanan Seperti Neraka
Untuk mendapatkan baret merah dan brevet komando Kopassus harus melewati pelatihan khusus yang nyaris melewati kemampuan batas manusia. Latihan tersebut di antaranya, tahapan pertama yang harus dilalui adalah Tahap Basis, yaitu pemusatan pelatihan di Pusat Pendidikan Pelatihan Khusus, Batujajar, Bandung. Di sini para calon prajurit komando dilatih keterampilan dasar seperti menembak, teknik dan taktik tempur, operasi raid, perebutan cepat, serangan unit komando, navigasi darat dan berbagai keterampilan lain.
Mengintip Latihan Super Keras TNI, Dibuang ke Laut Sampai Ditembaki
Selesai latihan basis, dilanjutkan dengan Tahap Hutan Gunung yang diadakan di Citatah, Bandung. Di sini para calon prajurit komando berlatih untuk menjadi pendaki serbu, penjejakan, anti penjejakan, survival di tengah hutan.

Dalam Pelatihan Survival para calon Prajurit komando harus bisa hidup di hutan dengan makanan alami yang tersedia di hutan. Dengan latihan ini Para Prajurit Komando harus bisa membedakan tumbuhan yang beracun dan dapat dimakan, dan juga mampu berburu binatang liar untuk mempertahankan hidup.

3. Latihan Pakai Peluru Tajam
 Latihan yang dilakukan calon prajurit TNI rupanya bikin kagum media asal Inggris. Apalagi, latihan tersebut menggunakan peluru tajam yang setiap saat dapat merenggut nyawa prajurit.

Mereka memuat video latihan prajurit TNI dengan judul 'Lihat latihan mengerikan di Indonesia sebagai prajurit menghindari Peluruh Tajam dari senapan serbu saat merayap di dalam lumpur'. Latihan yang dimaksud adalah doper.

Video itu memperlihatkan enam prajurit dari Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, di mana mereka dilatih dua orang dengan peluru asli. Dua pelatih tersebut menggunakan senapan semi otomatis AK-47 buatan Soviet.

Serda Siswanto Bayu Aji Angota Kopassus yang Meninggal Tertembak KKB, Ternyata Ditunggu Kekasih Untuk Menikah

Serda Siswanto Bayu Aji Angota Kopassus yang Meninggal Tertembak KKB, Ternyata Ditunggu Kekasih Untuk Menikah


Anggota Kopassus yang gugur tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) di Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019), yakni Serda Siswanto Bayu Aji (24) atau Bayu, ternyata akan segera menikah sepulangnya dari tugas di Papua.

Hal itu dikisahkan Suraidi Iskandar, sang ayah, saat ditemui Kompas.com di rumah duka di Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Jateng, Jumat (8/3/2019) malam.

Menurut Suraidi, Bayu, anak semata wayangnya, akan menikah dengan kekasih sejak SMA-nya bernama Gilang, warga Kecamatan Wirosari, Grobogan.

"Bayu lama berpacaran dengan Gilang tetangga desa. Sejak SMA hingga saat ini. Gilang seorang perawat. Dia rela menunggu Bayu meski ditinggal kerja jadi sopir di perusahaan batu bara di Kalimantan hingga menjadi anggota TNI," kata Suraidi Iskandar.

"Kami berencana menikahkan keduanya sepulang Bayu bertugas di Papua. Namun Sang Khalik terlanjur menjemputnya."
Serda Siswanto Bayu Aji Angota Kopassus yang Meninggal Tertembak KKB, Ternyata Ditunggu Kekasih Untuk Menikah
Isak tangis keluarga pecah saat jenazah anggota TNI, Serda Siswanto Bayu Aji (24) tiba di rumah duka di di Dusun Pateh, Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (?8/3/2019) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Jenazah personil Kopassus itu diantar menumpang mobil ambulans TNI menuju kediaman orangtuanya dengan pengawalan ketat.

Sejumlah kerabat dan tetangga yang sudah lama menunggu pun tak kuasa meneteskan air mata saat menyambut jenazah Bayu yang tertutup peti berbalut bendera merah putih.

Nampak Ibunda Bayu, Safitri syok. Ia pingsan setelah menangis histeris melihat jenazah Bayu.

Kedatangan jenazah Bayu juga disambut oleh sejumlah personil TNI dari segala unsur baik dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Pun demikian perwakilan pihak Polri juga berdatangan ke rumah duka.

Bayu sebelumnya ia mengenyam pendidikan di SMK Negeri 1 Blora jurusan otomotif dan lulus pada tahun 2011. Bayu mulai diterima sebagai prajurit TNI pada 2016. Sampai akhirnya masuk satuan Kopassus di Bogor dan bertugas di Papua pada Januari 2019. (Kompas.com/Puthut Dwi Putranto Nugroho)

sumber : merdeka.com

DPR Dorong TNI Punya Senjata Nuklir. Ternyata Inilah Alasannya,,

DPR Dorong TNI Punya Senjata Nuklir. Ternyata Inilah Alasannya,,


DPR menginginkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengembangkan tenaga nuklir. Tujuannya agar disegani dan setara dengan militer dunia seperti Korea Utara dan Tiongkok.

Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menyebutkan, hanya dengan TNI yang kuat, negara akan dihormati dan disegani dunia. "DPR ingin TNI miliki senjata nuklir," ungkapnya dalam diskusi Forum Legislasi bertajuk 'Quo Vadis TNI' di Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (12/3/2019).

"Saya berharap ke depan Presiden Jokowi memprioritaskan kekuatan TNI dengan alat utama sistem persenjataan (Alutsista, Red) yang canggih dan prajurit yang sejahtera," ujarnya.

Dia mencontohkan, bagaimana segannya Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Presiden Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan di Vietnam pada 28 Februari 2019 lalu. Meski pertemuan itu tanpa hasil, tapi Donald Trump tetap datang dan hormat pada Kim Jong Un.

"Itu karena Korea Utara memiliki kekuatan nuklir. Kita ingin TNI mempunyai kekuatan nuklir. Tapi, dari beberapa kali uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di DPR, tak ada satu pun yang mempunyai program kekuatan nuklir itu," tutur politisi PDIP itu.

Sebab itu, Effendi berharap, jika Jokowi terpilih lagi bisa merealisasikan program kekuatan militer tersebut. Apalagi, sebelumnya akan mengalokasikan anggaran dari PDB sebesar 1,5 persen atau sekitar Rp 270 triliun, jika pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen.
"Setidaknya itu sudah 25 persennya dari anggaran militer China. Sehingga TNI bisa kuat dan kesejahteraan prajurit terpenuhi. Agar tak ada lagi TNI yang melakukan kegiatan komersial pengelolaan limbah dan sebagainya," imbuhnya.

Dilemanya, kata Effendi, pengelolaan keuangan TNI harus diperbaiki dan transparan. Sebab, sejak tahun 2009 hingga 2017 laporan keuangan TNI menurut BPK masih mendapat opini wajar dengan pengecualian (WDP), belum WTP (wajar tanpa pengecualian). Bahkan masih disclaimer (opini tidak menyatakan pendapat) yang nilainya ada yang Rp 8,7 triliun.
DPR Dorong TNI Punya Senjata Nuklir. Ternyata Inilah Alasannya,,
DPR Dorong TNI Punya Senjata Nuklir. Ternyata Inilah Alasannya,,


"Kita ingin posisi TNI itu ideal dan setara dengan kekuatan militer dunia. Karena itu dibutuhkan political will pemerintah dan berani membuat persenjataan nuklir," tegas Effendi.

Anggota Komisi I DPR RI lainnya, Andreas Hugo Pariera mengatakan, TNI adalah aparat negara, sehingga pembiayaan yang menyangkut Tupoksi TNI dibiayai oleh negara.  "Oleh karena itu, kalau kegiatan maupun program TNI seharusnya masuk dalam kebijakan negara yang apabila disetujui, maka dibiayai oleh negara," ucapnya melalui pesan singkat.

Contohnya, sambung Andreas, apabila ada sekolah bikinan TNI AU seharusnya juga masuk dalam program kerja TNI AU dan dibiayai oleh negara. "Apabila tidak, tentu patut menjadi pertanyaan dan perlu diaudit, apakah itu masuk dalam program TNI AU dan dari mana pembiayaannya," ujarnya.

Pengamat militer dari Universitas Pertahanan, Yohanes Sulaiman menuturkan, anggaran TNI memang belum transparan. Selama ini pengadaan Alutsista TNI dinilai belum transparan.

Ketidaktransparanan itu, sambung Yohanes, dipicu belum adanya strategi besar yang mendasari pertahanan Indonesia. Publik tidak tahu, pembelian senjata selama ini untuk menangkal ancaman seperti apa.

"Kita tidak memiliki grand strategi, tidak dijelaskan ancaman militer seperti apa dan dengan apa kita hadapi. Jadinya tidak jelas apa yang kita butuhkan jangka panjang dan pendek," tutupnya. (aen)

sumber : indopos

Kisah Misterius Komandan TNI Tersesat 11 Hari di Hutan Papua Buru Pemberontak

Kisah Misterius Komandan TNI Tersesat 11 Hari di Hutan Papua Buru Pemberontak


Banyak kisah menarik dan misteri yang diceritakan oleh prajurit TNI dalam bertugas. Ini kisah perjuangan seorang prajurit di medan Papua. Tanah Papua dikenal berat dengan hutan yang begitu luas.

Kisah ini tertulis dalam buku 'Kopassus Untuk Indonesia' karya Iwan Santosa dan E.A Natanegara. Ada cerita aneh, lucu, seram, ajaib dan konyol dari prajurit Kopassus yang ditugaskan di Papua. Mulai dari carita prajurit yang tersasar di hutan yang hanya memakai kaos dan sepatunya untuk bertahan hidup. Sampai cerita prajurit heroik tergantung di ketinggian hampir 5.000 meter di dinding karang pergunungan Jayawijaya selama empat hari, berusaha mengevakuasi jenazah korban pesawat tanpa bantuan alat ekskavasi hanya menggunakan baju loreng.

Seperti kisah seorang anggota Kopassus. Dalam buku itu namanya disamarkan dengan nama Pak Selvanus (bukan nama asli). Saat dikirim ke Papua, Selvanus ditempatkan sebagai Komandan Pos di Timika yang waktu itu sangat rawan kerena keberadaan Kelly Kwalik dan Thadeus Yogi yang cukup rajin membunuh tentara. Dua pekan sekali Selvanus mendengar ada anggota TNI yang terbunuh. Sampai suatu hari, turun perintah dari Pangdam untuk menggerebek suatu desa markas OPM yang jaraknya enam hari jalan kaki dari Posko Timika.

Selvanus meminta prajurit-prajurit terpilih dari Batalyon 752 Sorong untuk dibawa menyerbu desa markas OPM. Pasukan tersebut berangkat pada bulan Oktober. Di hari kelima mereka bertemu sungai dengan arus sangat deras untuk diseberangi. Dari sepuluh prajurit, satu persatu berhasil menyeberangi sungai tersebut. Saat prajurit keenam ingin menyeberang, lucunya prajurit ini tidak bisa berenang.

"Kebetulan saya jago berenang, jadi ketika saya lihat prajurit itu masuk ke dalam pusaran air di tikungan sungai, saya juga ikut masuk menyelam. Akhirnya ia terbuang dan terus saya ikuti. Sampai suatu titik sungai itu hilang jadi air terjun. Ya saya minggir," kata Selvanus.

Sampai akhirnya dia menepi. Tinggallah Selvanus sendiran di hutan Papua yang berada di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut, pakai baju basah tanpa bekal.

"Lima orang sudah menyeberang, tiga orang belum menyeberang dan saya hanyut bersama si Kopral. Ini adalah satu-satunya motivasi saya untuk bertahan dan mencari si Kopral, karena anak buah saya yang di sungai pasti bisa saling menolong," ujar Pak Selvanus.
Besoknya, walau tidak makan seharian Selvanus masih optimis anak buahnya tersangkut dan selamat. "Di sinilah mungkin saya terlalu asyik mencari sehingga ketika mau balik, saya sudah tidak bisa kembali lagi. Di kepala saya, saya harus mencari arah ke Timika untuk lapor ke Komandan dan melanjutkan mencari anak buah yang hilang. Tidak terasa sudah masuk hari keempat. Sepatu saya sudah hilang karena hanyut ketika dibuka waktu tidur. Hari keenam saya sudah di ambang sadar," cerita Selvanus.

Selvanus tidak bisa lagi menceritakan secara detail apa yang terjadi selama menghilang di hutan. Yang diingat, dia berusaha bertahan hanya makan akar tanaman, pucuk pinang atau daun-daunan yang tidak beracun.

"Hari keenam itu saya sudah melihat alam lain. Saya mulai ngobrol dan komunikasi. Mungkin halusinasi kerena saya mendengar suara kampung, suara masjid, suara orang nyanyi-nyanyi di gereja," tuturnya.

Di hari keenam itu, yang diingat Selvanus hanya ketika waktu bangun tidur jam dua belas siang dan ketika bangun tidur, sisanya tidak diingat lagi. Anehnya, dia masih bisa terus berjalan sampai hari kesebelas dan menyeberangi sungai dengan lebar 200 meter sebelum tiba di Timika.
Kisah Misterius Komandan TNI Tersesat 11 Hari di Hutan Papua Buru Pemberontak
Kisah Misterius Komandan TNI Tersesat 11 Hari di Hutan Papua Buru Pemberontak


Menurut Wakil Komandan Satgasnya yang waktu itu berada di Jayapura, Selvanus tiba di Timika hanya tinggal tulang berbalut kulit, mata yang terus berputar liar seperti penari kecak dan telapak kaki bengkak penuh dengan potongan (bukan dari atau serpihan tapi potongan) kayu. Empat orang dokter dari Freeport turun untuk memeriksanya dan dia dinyatakan sehat, bebas mulai dari cacing tambang sampai malaria.

Baca Juga:
Kisah Kopassus tanpa senjata taklukan hati gerilyawan
Kisah prajurit Kopassus titipkan anak pada guru sebelum perang

"Setelah dinyatakan sembuh saya diundang datang ke Jayapura untuk makan-makan dengan Danjen, Pangdam dan staf-stafnya. Anehnya, makanan satu meja itu semua habis saya makan sendiri!" cerita Selvanus dengan tertawa mengingat kejadian itu.

Selvanus melanjutkan menceritakan selama hidup di hutan dia tidak sendiri melainkan, ada yang menemani namun makhluk yang hidup di dunia lain. "Saya makan banyak begitu bukan balas dendam, tapi rupanya ada yang 'ikut.' Tiba-tiba saya ingat bahwa saya salama di hutan memang selalu ditemani tiga orang. Kalau matahari sudah terbenam, satu memijat kaki, satu memijat pundak dan satu lagi berbagi rokok sama saya. Alamnya sudah lain. Motivasi saya waktu sadar kalau jam dua belas siang tinggal bagaimana nasib pasukan saya?" kata Selvanus menceritakan kisah anehnya.

Setelah kejadian itu, Selvanus dibawa ke orang pintar untuk dimandikan jam dua belas malam dengan air bunga. Selesai dimandikan dia hanya mengajukan satu pertanyaan, "Kok saya ada di Jayapura?"

Cerita Selvanus selamat setelah hilang belasan hari di tengah hutan di Papua menyimpan hal misterius. Namun dari cerita Selvanus ada contoh luar biasa, seorang komandan TNI tak meninggalkan anak buahnya saat dalam bahaya.

sumber : merdeka.com

Serbuan Dadakan Kopassus Buat Anggota Separatis Papua Lari Kelimpungan Sebelum Tewas Disambar Peluru!

Serbuan Dadakan Kopassus Buat Anggota Separatis Papua Lari Kelimpungan Sebelum Tewas Disambar Peluru!


Akhir tahun 1966, Irian Barat (Papua) membara karena pemberontakan terbesar terjadi di sana. Pemberontakan terbesar itu dipimpin oleh Lodewijk Mandatjan yang bermarkas di Kepala Burung Irian Barat.

Diklaim sebagai pemberontakan terbesar lantaran Mandatjan berhasil memobilisasi 14 ribu warga suku Arfak yang menjadi pengikutnya untuk masuk hutan. Dari hutan Mandatjan bersama anggotanya melakukan serangkaian kegiatan penghadangan, penyerangan dan pengacauan keamanan lainnya di kecamatan Warmare dan Ransiki.

Namun perlu diketahui jika Lodewijk Mandatjan bukanlah anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mandatjan dan suku Arfak yang dipimpinnya memberontak karena buruknya keadaan ekonomi di Irian Barat saat itu.

Baca: Gugur Ditembak KKB Papua, Serda Yusdin Posting Foto Pacar Tunggulah dengan Sabar Walau Tanpa Kabar Lodewijk Mandatjan sendiri ialah sebenarnya ialah seorang patriot pejuang Trikora saat Indonesia berusaha merebut Irian Barat dari Belanda.

Usaha-usaha Mandatjan dalam melakukan pemberontakan sangat meresahkan. Hingga pada awal 1967 pos Komando Rayon Militer (Koramil) di Warmare Sektor-B diserang oleh puluhan separatis Mandatjan.
Serbuan Dadakan Kopassus Buat Anggota Separatis Papua Lari Kelimpungan Sebelum Tewas Disambar Peluru!
Serbuan Dadakan Kopassus Buat Anggota Separatis Papua Lari Kelimpungan Sebelum Tewas Disambar Peluru!

Sialnya, Koramil hanya dipertahankan oleh 6 orang prajurit TNI. Meski begitu keenam anggota TNI itu tetap melawan dengan gigih. Kontak tembak sengit terjadi, selama seminggu kelompok separatis mengepung Koramil.

Keenam anggota TNI itu mulai menghadapi masalah menipisnya amunisi, kekurangan logistik, dan kurang tidur. Bahkan satu orang anggota TNI gugur hingga jasadnya terpaksa dikuburkan dalam markas lantaran kepungan rapat musuh.

 Irian Barat pimpinan Sintong Panjaitan yang ditugaskan di sana langsung disuruh menghadap Danrem 171/Manokwari Kolonel K.Sutrisno. Sintong yang baru saja menginjakkan kaki di bumi Cenderawasih langsung diperintahkan untuk membebaskan Koramil di Warmare.

Tanpa menunggu lagi, tim RPKAD yang berkekuatan 50 personil langsung berangkat menuju lokasi menggunakan dua buah truk. Petang hari tim RPKAD tiba di lokasi dan Serbuan mendadak tim RPKAD ini amat mengagetkan separatis. Mereka tak sempat bereaksi melawan dan hanya bisa lari kelimpungan berusaha menyelamatkan diri.

Tak ayal mereka menjadi 'sitting duck' alias sasaran empuk tim RPKAD yang menyambar nyawa musuhnya dengan peluru panas.

Banyak anggota separatis yang tewas akibat 'ulah' pasukan Komando Indonesia itu.

Sementara di pihak RPKAD tak ada satu anggota pun terbunuh.

Detik-detik 3 Prajurit TNI Gugur dalam Baku Tembak di Nduga!

Detik-detik 3 Prajurit TNI Gugur dalam Baku Tembak di Nduga!

Baku tembak antara prajurit TNI dengan kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua kembali pecah. Kali ini, 3 orang prajurit TNI dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Kejadian tepatnya di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga. Tak hanya dari pihak TNI, korban tewas juga ada dari pihak kelompok bersenjata.

Mengutip laman Kabarpapua.co, baku tembak itu terjadi antara pasukan TNI dengan kelompok pimpinan Egianus Kogeya di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, pada Kamis pagi, 7 Maret 2019 waktu setempat.

Kapendam XVII Cenderwasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, akibat aksi penyerangan oleh kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogeya itu, menyebabkan tiga prajurit TNI gugur sebagai kusuma bangsa. Mereka adalah Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji.

"Sementara TNI berhasil merampas lima pucuk senjata milik KKB (kelompok kriminal bersenjata) yang jenisnya masih penyelidikan. Juga kami berhasil temukan satu mayat yang identitasnya dalam penyelidikan. Tapi diperkirakan setidaknya 7-10 orang anggota KKB juga tewas. Tapi mayatnya berhasil dibawa kabur teman-temannya," jelas Aidi dalam keterangan persnya, Kamis (7/3/2019) malam, seperti dikutip dari Kabarpapua.co, Jumat (8/3/2019).

Kronologi Kejadian

Menurut Aidi, awalnya 25 anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) sedang melaksanakan pengamanan proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu baru tiba di Distrik Mugi.
"Tapi sekitar pukul pukul 08.00 WIT, Kamis, 7 Maret 2019, 25 anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Gakkum ini tiba-tiba diserang mendadak KKB pimpinan Egianus Kogoya yang jumlahnya 50-70 orang. Mereka bersenjata campuran, standar militer dan senjata tradisional panah tombak. TNI lakukan perlawanan, sehingga berhasil kuasai keadaan dan memukul mundur KKB masuk ke hutan belantara," jelasnya.

Kemudian pukul 15.00 WIT, dua unit helikopter jenis Bell tiba dari Timika untuk mengevakuasi korban prajurit yang gugur. Tapi sebelum mendarat helly itu mendarat, kembali mendapatkan serangan.
Detik-detik 3 Prajurit TNI Gugur dalam Baku Tembak di Nduga!
Detik-detik 3 Prajurit TNI Gugur dalam Baku Tembak di Nduga!

“Kami membalas tembakan, sehingga helly berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman,” katanya.

Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dan seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para prajurit terbaik bangsa.

Pangdam XVII Cenderawasih mengatakan, ketiga prajurit TNI tersebut telah gugur demi menjalankan tugas mulia menegakkan kedaulatan bangsa.

"Mereka adalah pahlawan kusuma bangsa yang telah rela mengorbankan nyawanya demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua. Ini juga sekaligus membuktikan, kelompok separatis bersenjatalah yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat Papua. Mereka tak segan membunuh aparat dan warga sipil yang tak mendukung mereka," kata Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring.

Pangdam juga mengatakan, TNI akan terus membantu Polri dalam upaya penegakan hukum terhadap aksi-aksi kelompok bersenjata yang meresahkan masyarakat Papua.

"Kami tak pernah dan tak akan pernah mundur selangkah pun dalam menghadapi KSB. Meskipun beberapa prajurit TNI-Polri telah gugur dalam tugas, tapi kami tetap berkomitmen melindungi warga Papua dari teror yang dilakukan KKB," imbuh dia.

Suraidi : Saya Ikhlas, karena Putra Saya Gugur demi Negara!

Suraidi : Saya Ikhlas, karena Putra Saya Gugur demi Negara!

Anggota TNI asal Dusun Pateh, Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Serda Siswanto Bayu Aji (24), gugur setelah terlibat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019).  Rumah duka korban, yang berada di pinggir jalan raya telah dipenuhi karangan bunga, di antaranya karangan bunga dari Panglima TNI, Danjen Kopassus, Pangdam IV Diponegoro, Danrem, dan Dandim 0717 Purwodadi.  Serda Siswanto yang berasal dari kesatuan Kopassus tersebut merupakan anak semata wayang, putra dari pasangan Suraidi Iskandar dan Sufitri. Kabar gugurnya Bayu, sapaannya itu, membuat keluarganya di kampung halaman berduka.

"Saya sebelumnya mendengar informasi itu, namun saya baru percaya setelah Pak Danramil Wirosari menyampaikan kabar duka tersebut ke rumah, menjelang isya. Saya ikhlas, karena putra saya gugur demi negara," tutur Ayahanda Bayu, Iskandar, saat ditemui di rumahnya, Jumat (8/3/2019).
Menurut Iskandar, selama tugas di Papua, Bayu acap kali memberi kabar kepada keluarga melalui sambungan telepon. Di mata keluarga, Bayu dikenal berkepribadian baik dan rajin beribadah.

"Selama tugas di Papua, Bayu sering menelepon memberi kabar. Saya tidak pernah menghubungi lebih dulu karena takut mengganggu tugasnya. Bayu berangkat tugas ke Papua sekitar dua bulan lalu. Bayu anak yang baik dan tidak neko-neko. Shalatnya rajin," ungkap dia. Jenazah Bayu, sambung Iskandar, dijadwalkan tiba di kampung halamannya di Grobogan pada Jumat (8/3/2019) malam.
Suraidi : Saya Ikhlas, karena Putra Saya Gugur demi Negara!
Suraidi : Saya Ikhlas, karena Putra Saya Gugur demi Negara!

Jenazah Bayu diterbangkan dari Papua menuju Jakarta terlebih dahulu untuk dilaksanakan prosesi penghormatan terakhir dari kesatuannya. Setelah itu, jenazah diberangkatkan menuju Bandara Adi Sumarmo, Solo. Dari Solo, jenazah Bayu menempuh perjalanan darat menuju rumah duka. Untuk pemakaman, kata Iskandar, direncanakan akan dilakukan pada Sabtu (9/3/2019) pukul 09.00 WIB. "Kira-kira malam sampai rumah duka. Malam ini jenazah akan disemayamkan di rumah duka. Pemakaman besok pagi di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bakti Purwodadi,” ujar dia. Kontak senjata antara pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terjadi di Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019).

Dalam rilis Kodam XVII/Cendrawasih yang diterima Kompas.com, pasukan TNI Satgas Gakkum berkekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan pengamanan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga. Tiba-tiba, pasukan diserang secara mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 08.00 WIT.

“Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan dan berhasil memukul mundur kelompok KKSB sampai menghilang ke dalam hutan belantara,” kata Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf M Aidi. Aidi mengatakan, serangan tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur. Namun, pihaknya memperkirakan sekitar 7-10 orang KKB juga tewas dalam kontak senjata tersebut. Pihak TNI menyita lima pucuk senjata milik KKB.  “Ada juga satu orang mayat ditemukan, diduga merupakan salah satu anggota kelompok KKB. Dari peristiwa kontak senjata itu juga setidaknya 7-10 orang anggota KKB yang tewas. Namun, mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya,” ujar Aidi.

MAKIN MENJADI! OPM Akan Tembak Warga Non-Papua yang tak Mau Tinggalkan Nduga, Ini 7 Ultimatum untuk Indonesia

MAKIN MENJADI! OPM Akan Tembak Warga Non-Papua yang tak Mau Tinggalkan Nduga, Ini 7 Ultimatum untuk Indonesia 

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), akan menembak warga non-Papua yang tidak mau meninggalkan Kabupaten Nduga.

Hal itu merupakan salah satu ultimatum yang dikeluarkan OPM kepada Pemerintah Indonesia.

OPM mengeluarkan ultimatum kepada warga sipil non-Papua, agar meninggalkan wilayah Kabupaten Nduga, per tanggal 23 Februari 2019.


Ultimatum tersebut disampaikan pentolan TPNPB-OPM, Egianus Kogeya melalui media sosial Facebook TPNPB pada Sabtu (23/2/2019).

Seperti dilansir Serambinews.com dari Tribun Video, setidaknya ada 7 poin ultimatum yang Egianus kepada pihak Indonesia.

Baca: Mirip Sejarah GAM di Aceh, Natalius Pigai Ungkap Awal Mula Berdirinya OPM di Papua


Salah satu ultimatum berisi ancaman tembak kepada warga non-Papua yang masih ada di Nduga.

Karena warga sipil non-Papua dianggap TPNPB sebagai anggota TNI/Polri yang menyamar.
Selain itu, Egianus yang menyebut dirinya Panglima Kodap III Ndugama, menegaskan bahwa TPNPB tidak akan pernah berhenti perang sampai ada pengakuan kemerdekaan Papua dari RI.
MAKIN MENJADI! OPM Akan Tembak Warga Non-Papua yang tak Mau Tinggalkan Nduga, Ini 7 Ultimatum untuk Indonesia
MAKIN MENJADI! OPM Akan Tembak Warga Non-Papua yang tak Mau Tinggalkan Nduga, Ini 7 Ultimatum untuk Indonesia

Berikut ini 7 poin ultimatum untuk Indonesia yang dikeluarkan TPNPB-OPM:

1. Perang kami TPNPB kodap III Ndugama tuntut Kemerdekaan Bangsa Papua Barat untuk Penentuan Nasip sendiri

2. Perang kami tidak akan pernah berhenti sampai pengakuan kemerdekaan Papua.

3. Kami minta kepada pemerintah indonesia tuntutan pengakuan kemerdekaan Papua hanya dengan kontak senjata.

4. Kami TPNPB/OPM tidak mintah pembangunan dan bama seluru masyarakat 32 Distrik Kab Nduga minta Merdeka.


5. Seluruh Tanah Ndugama dari ujung sampai ujung manusia Rambut Lurus Warna kulit puti adalah musu utama TPNPB Kodap III Ndugama karena banyak anggota TNI/POLRI pria wanita yang selama ini menyamar ibu Guru suster dan tukang Bangunan bahkan sopir taksi kami akan tembak.

6. Kami harap Pos TNI yang bertugas di Distrik Mbua segera hentikan operasi di perkampungn masyarakat.

7. Sampai dengan pernyataan ini kami keluarkan semua warga sipil non Papua kosongkan dearah Kabupaten Nduga. kalau sampai masih ada kami akan tembak.


Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul OPM Akan Tembak Warga Non-Papua yang tak Mau Tinggalkan Nduga, Ini 7 Ultimatum untuk Indonesia, 

Tak Sadar Dibuntuti Tim Pemburu Pendawa TNI, Pentolan OPM Kelly Kwalik Dihabisi dalam Sekejap!

Tak Sadar Dibuntuti Tim Pemburu Pendawa TNI, Pentolan OPM Kelly Kwalik Dihabisi dalam Sekejap!


Kelly Kwalik, pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) ini sudah tewas diterjang peluru aparat kepolisian di persembunyiannya di Timika tahun 2009 silam.

Semasa hidupnya, Kelly Kwalik dikenal sebagai kombatan OPM paling brutal dan berbahaya.

Peristiwa yang 'melambungkan' nama Kelly Kwalik di Tanah Air dan menjadi buronan utama aparat keamanan Indonesia ialah saat menculik anggota tim ekspedisi penelitian flora-fauna Lorentz 95.

Ekspedisi Lorentz berjumlah 11 orang ini terdiri dari WN Inggris, Daniel Start (22), William "Bill" Oates (23), Annette van der Kolk (22), dan Anna Mclvor (21).

Anggota tim dari Indonesia terdiri dari Navy Panekanan (28), Matheis Y.Lasamalu (30), Jualita Tanasale (30), Adinda Arimbis Saraswati (25).

Mereka juga dibantu oleh antropolog Markus Warip (36) dari Universitas Cendrawasih dan Abraham Wanggai (36) dari Balai Konservasi Sumber Daya ALam (BKSDA) Kantor Wilayah Kehutanan Irian Jaya.

Kepala suku Nduga, Jacobus Wandika juga turut serta dalam ekspedisi ini.

8 Januari 1996, ekspedisi ini hampir selesai ketika urusan tambah runyam tatkala tim ekspedisi Lorentz diculik oleh OPM pimpinan Kelly Kwalik.
Tak Sadar Dibuntuti Tim Pemburu Pendawa TNI, Pentolan OPM Kelly Kwalik Dihabisi dalam Sekejap!
Tak Sadar Dibuntuti Tim Pemburu Pendawa TNI, Pentolan OPM Kelly Kwalik Dihabisi dalam Sekejap!

Sejak saat itu sorotan media internasional diarahkan atas kasus penculikan ini.

Tahu akan kejadian ini, Jakarta langsung mengambil sikap keras atas penculikan tim Lorentz.

Kopassus Grup-5 Antiteror yang saat itu dipimpin Prabowo Subianto segera diberangkatkan ke Papua.

Pemerintah amat serius membebaskan sandera lantaran negosiasi cara halus tak membuahkan hasil.

Kelly Kwalik meminta tebusan yakni menuntut kemerdekaan Papua baru sandera akan dibebaskan.

Ia tetap menuntut kemerdekaan Papua dari Indonesia.

"Saya minta ubi harus dapat ubi, bukan minta ubi dikasih ketela!," tutur Kelly Kwalik seraya mengibaratkan kemerdekaan Papua mutlak tak boleh ditawar Indonesia.

Ngeyel dengan tuntutannya, TNI langsung menarik Satgas Rajawali Yonif Linud 330 pimpinan Kapten Inf Agus Rochim yang bertugas di Timor-Timur ke Mapenduma, Papua pada 7 Mei 1996.

OPM Kelly Kwalik tak tahu siapa Yonif Linud 330 yang bakal mereka hadapi.

Yon 330 dapat embel-embel Rajawali bukan sembarangan lantaran sudah menjalani pelatihan layaknya pasukan khusus.

Tujuan pelatihan itu tak lain ialah memburu Si Krebo Hutan Fretilin di Timor-Timur.

Lengkaplah sudah Yon 330 ini, sudah terlatih baik, juga kenyang pengalaman tempur di palagan Timor-Timur yang amat keras itu.

Usai tiba, Yon 330 melakukan persiapan dan koordinasi sebelum akhirnya mulai bergerak ke Daerah Persiapan (DP) di Kenyam.

Kompi dibagi dalam beberapa tim kecil.

Secara berangsur masing-masing tim dikirim ke daerah operasi.

Tim Pendawa I yang beranggotakan 25 orang mendapat giliran masuk tanggal 13 Mei 1996.

Pendawa I inilah yang bertugas menjadi 'Ring I' dalam pengejaran Kelly Kwalik.

Tim ini juga dipimpin oleh Kapten Agus Rochim.

Mereka berjalan menyusuri sungai Kilmik.

Berhari-hari Pendawa I melacak keberadaan sandera.

Pendawa I rupanya sudah berhasil mengendus keberadaan Kelly Kwalik beserta sandera setelah menemui bungkus permen dan pembalut wanita.

Pendawa I kemudian menguntit diam-diam, berhari-hari keberadaan Kelly Kwalik tanpa ia sadari sama sekali.

Hal ini dilakukan karena belum adanya 'lampu hijau' bagi tim untuk menyergap Kelly Kwalik.

Pada tanggal 15 Mei 1996, Pendawa I mendapati samar-samar suara orang yang tak lain itu adalah Adinda Saraswati, salah satu anggota tim peneliti.

Seperti dikutip dari Adinda : 130 Hari terperangkap di Mapenduma, setelah melihat ada tentara, ia segera berlari menghampiri para prajurit TNI untuk diselamatkan

Sedangkan sandera yang lain mendapat perintah dari kelompok OPM Kelly Kwalik untuk turun dari tebing menuju sungai.

Namun sejurus kemudian terdengar deru helikopter milik TNI.

OPM panik bukan kepalang mendengar deru helikopter TNI, mereka kemudian bertindak beringas membunuh dua sandera, yakni : Navy Panekanan dan Matheis Y.Lasamalu.

Sisa sandera sembari berteriak histeris melihat pembunuhan itu kemudian berusaha melarikan diri ketika mengetahui TNI menyerbu Kelly Kwalik cs.

Untung sisa sandera berhasil diamankan oleh Yon 330.

Namun OPM bersikeras merebut kembali sandera, mereka menembaki Yon 330.

Maka terjadilah pertempuran sengit antara Yon 330 vs OPM Kelly Kwalik.

Semalam Yon 330 bertahan dari serbuan OPM.

Hingga pada 16 Mei 1996 tim tambahan dari Kopassus datang membantu Pendawa I.

Bersama-sama dalam sekejap OPM Kelly Kwalik diberondong peluru dan menghabisi kelompok separatis itu dalam sekejap meski Kelly Kwalik berhasil kabur takut mati.

Daerah operasi berhasil diamankan dan tim Pendawa I beserta Grup-5 Anti Teror Kopassus mengevakuasi para sandera. (Seto Aji/GridhotID)


Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Tak Sadar Dibuntuti Tim Pemburu Pendawa TNI, Pentolan OPM Kelly Kwalik Dihabisi dalam Sekejap,

Editor: Amirullah

Panglima TNI: Hadapi Kelompok Bersenjata Tak Harus Bertempur

Panglima TNI: Hadapi Kelompok Bersenjata Tak Harus Bertempur

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menyatakan dalam menghadapi gerakan separatis di Papua tidak harus selalu dilakukan dengan cara melalui operasi pertempuran, namun bisa dilakukan dengan cara operasi non-tempur.
"Dalam operasi di Papua, kita melaksanakan dua operasi, yakni operasi kinetik (operasi tempur) dan operasi non-kinetik (operasi non-tempur)," kata Panglima TNI, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat (8/3).

Operasi non-tempur, kata dia, bisa dilakukan dengan merebut hati rakyat Papua agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mengancam kedaulatan negara. Misalnya, ketika TNI datang ke suatu wilayah di Papua, masyarakat merasa nyaman dan tenang dengan keberadaan prajurit TNI.


"Rasa aman dan nyaman ini akan menjadi virus kepada mereka semua yang memiliki niat untuk memberontak," katanya lagi.


Menurut Panglima, operasi non-tempur ini bisa dilakukan dengan kegiatan bakti sosial, kegiatan kesehatan, penyuluhan pertanian dan lainnya. Namun demikian, TNI tetap menyiapkan operasi kinetik (operasi tempur), bila diperlukan.

Ia mengaku hingga saat ini masih terjadi gangguan-gangguan kecil dalam upaya pembangunan infrastruktur di Papua, sehingga TNI memiliki kewajiban untuk membantu mengamankan pembangunan Trans Papua.

Upaya yang dilakukan oleh TNI itu tidak terlepas dari kebijakan dan keputusan negara, dengan TNI juga memiliki tugas pokok Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sesuai dalam UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Infrastruktur yang dibangun di wilayah Papua membutuhkan pengerjaan khusus, sehingga Presiden Jokowi meminta TNI untuk membantu proses pembangunan di sana.


Panglima TNI: Hadapi Kelompok Bersenjata Tak Harus Bertempur



"TNI memiliki kemampuan untuk mengamankan dan memiliki kemampuan untuk membangun infrastruktur, karena TNI memiliki batalion zeni konstruksi dan zeni tempur," ujarnya pula.

TNI kehilangan tiga orang prajuritnya saat melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu pada Kamis pagi (7/3), setelah diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Hal ini sebagai bukti masih ada gangguan di Papua, tapi gangguannya relatif kecil," katanya lagi.

Hingga saat ini, lanjut Marsekal Hadi, TNI bersama aparat kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap KKB tersebut.

Kendala yang dihadapi selama ini, kata dia, di Papua medannya sangat berat, banyak hutan lebat dan jurang, sehingga sangat baik bagi perlindungan kelompok bersenjata.

"Namun, kami optimistis TNI dapat menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI," kata Panglima TNI menegaskan.

[Gambas:Video CNN] (agr)

Cara TNI Rekrut Kopassus Sebagai Prajurit Terbaik Masuk Anti Teror!

Cara TNI Rekrut Kopassus Sebagai Prajurit Terbaik Masuk Anti Teror!

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan satuan elit yang dimiliki TNI Angkatan Darat (AD). Seorang prajurit Kopassus memiliki kemampuan khusus mulai dari menembak sampai anti teror.

Salah satu satuan Kopassus yang memiliki kemampuan anti teror yakni Detasemen Khusus 81. Untuk menjadi prajurit penanggulangan teror tidak mudah. Serangkaian tes harus dilewati jika ingin menjadi pasukan elit tersebut.

Berikut ini proses rekruitmen Kopassus TNI AD untuk masuk menjadi prajurit prajurit penanggulangan teror:

Pertama jika tertarik ingin menjadi prajurit penanggulangan teror harus mengikuti serangkaian tes. Mulai dari tes psikologi harus di atas rata-rata 110.

Kemudian dilanjutkan dengan tes kesehatan (stakes I). Stakes I adalah kondisi tidak ada kelainan atau penyakit sama sekali atau kalau ada kelainan tersebut adalah sangat ringan atau tidak berarti, sehingga memenuhi persyaratan medis untuk menjadi calon anggota TNI.

Dilanjutkan dengan tes jasmani, kemudian tes akhir atau Penilaian Panitia Penentu Akhir (Pantukhir) untuk menentukan calon prajurit ini lolos seleksi atau tidak.
2. Mengikuti Pendidikan Pelatihan Khusus
Merdeka.com - Proses rekrumen prajurit penanggulangan teror di mulai sejak seorang prajurit selesai mengikuti pendidikan untuk melatih Pasukan Para Komando, khususnya yang akan bergabung ke Kopassus.

Pendidikan Komando yang berlangsung selama kurang lebih tujuh bulan terbagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama calon prajurit komando dilatih keterampilan dasar. para calon prajurit komando berlatih untuk menjadi pendaki serbu, penjejakan, anti penjejakan, survival di tengah hutan. Dalam Pelatihan Survival, calon Prajurit komando harus bisa hidup di hutan dengan makanan alami yang tersedia di hutan.
Cara TNI Rekrut Kopassus Sebagai Prajurit Terbaik Masuk Anti Teror!
Cara TNI Rekrut Kopassus Sebagai Prajurit Terbaik Masuk Anti Teror!

Tahap kedua seluruh peserta akan dilepas di hutan dan pegunungan masing-masing sebanyak dua kali selama 6 minggu, dan tahap selanjutya tahap ketiga diakhiri dengan tahap rawa laut selama 4 minggu. Dalam tahap rawa, calon prajurit komando berinfliltrasi melalui rawa laut. Di sini, materi Latihan meliputi navigasi Laut, Survival laut, Pelolosan, Renang ponco dan pendaratan menggunakan perahu karet.

Dari pelatihan tersebut, prajurit akan ditempatkan di satuan tempur Grup 1 dan Grup 2, baik untuk orientasi atau mendapatkan pengalaman tempur. Anggota Satgultor 81/Kopassus diambil dari anggota minimal berdinas aktif 2 tahun di Gup-Grup Jajaran Komando Pasukan Khussus TNI Angkatan Darat.

3. Kemampuan Detasemen-81 Anti Teror
Merdeka.com - Seorang prajurit yang tergabung dalam Detasemen-81 Kopassus memiliki kemapuan untuk melaksanakan pembebasan sandera. Karena prajurit yang tergabung dalam satuan ini memiliki spesialisasi kemampuan khusus operasi anti teror dan mahir menggunakan berbagai jenis senjata

Kabar Duka, 3 Anggota TNI Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB di Papua!

Kabar Duka, 3 Anggota TNI Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB di Papua!

Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, tiga prajurit TNI gugur dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata di Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019). "Kini ketiga anggota yang gugur telah diterbangkan ke Kabupaten Mimika untuk disemayamkan," kata Aidi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis.

Aidi mengatakan, tiga prajurit TNI yang gugur yaitu Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji. Di pihak KKB, kata Aidi diperkirakan ada 7 hingga 10 anggota KKB yang tewas. Namun, jenazah mereka dibawa kabur oleh kelompoknya.
Kabar Duka, 3 Anggota TNI Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB di Papua!
Kabar Duka, 3 Anggota TNI Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB di Papua!

“Sementara dari pihak KKB, prajurit TNI berhasil merampas lima pucuk senjata milik KKB dan ditemukan satu orang mayat. Diperkirakan setidaknya 7-10 orang anggota KKB juga tewas. Namun, mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya,” kata Aidi.

 Aidi menambahkan sekitar pukul 15.00 WIT, dua unit helikopter jenis Bell tiba dari Timika untuk melaksankan evakuasi prajurit TNI yang gugur.  “Namun, sebelum mendarat, helly tersebut kembali mendapatkan serangan dari KKB. Pasukan TNI membalas tembakan sehingga helly berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman,” ungkap Aidi.

Join With us! TNI-AD Akan Rekrut 15 Ribu Pemuda-Pemudi Jadi Prajurit! Ini Prioritasnya!

Join With us! TNI-AD Akan Rekrut 15 Ribu Pemuda-Pemudi Jadi Prajurit! Ini Prioritasnya!

TNI Angkatan Darat berencana merekrut sekitar 15 ribu orang pemuda-pemudi. Para pemuda-pemudi diprioritaskan dari wilayah Aceh, Kalimantan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Maluku dan Maluku Utara serta beberapa wilayah lainnya.

"Untuk wilayah itu diberikan peluang dan alokasi lebih banyak, baik untuk calon Perwira, Bintara maupun Tamtama," kata Aspers KSAD Mayjen TNI Heri Wiranto, dalam keterangannya, Minggu, (17/2/2019).

Hal itu disampaikan Mayjen TNI Heri Wiranto di acara Education and Training Expo Ke-28 Tahun 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jaksel, Sabtu (16/02/2019). Kepada para pengunjung Stand TNI AD, ia berharap pemuda-pemudi dari pedalaman dan perbatasan ikut adil dalam menjaga kedaulatan bangsa dengan menjadi prajurit TNI.

"Harapannya, kita dapat berikan kesempatan lebih banyak kepada pemuda-pemuda di wilayah pedalaman dan perbatasan serta pulau terluar untuk turut andil menjadi prajurit garda terdepan bangsa," tambahnya.


Mayjen Heri merinci penerimaan prajurit TNI AD pada tahun ini sejumlah 15.547 orang. Jumlah itu terdiri dari 351 orang Calon Taruna Akmil, 216 calon Pa PK, 3.167 Bintara dan 11.840 Tamtama. Ia menegaskan rekrutmen prajurit TNI ini tak dipungut biaya.

"Kita akan seleksi para pemuda dan pemudi Indonesia yang terbaik. Kita buka seluas-luasnya dan gratis atau tanpa ditarik bayaran sepeser pun, sehingga ke depan, TNI AD akan semakin profesional dan unggul," tuturnya.

Heri Wiranto mengatakan rekrutmen dilaksanakan secara transparan dan profesional, dengan didasarkan kepada kesetaraan, kesamaan hak dan kewajiban. Rekrutmen kali ini juga dilakukan dengan sistem online. Ia juga meminta bila terjadi kecurangan bisa langsung dilaporkan.
Join With us! TNI-AD Akan Rekrut 15 Ribu Pemuda-Pemudi Jadi Prajurit! Ini Prioritasnya!
Join With us! TNI-AD Akan Rekrut 15 Ribu Pemuda-Pemudi Jadi Prajurit! Ini Prioritasnya!


"Jika ada (kecurangan), catat dan laporkan, bisa secara langsung ke Satuan TNI AD terdekat atau pengaduan melalui email di website TNI AD (tniad.mil.id), kita yakinkan ditindaklanjuti," tambahnya.

Pada hari ketiga pelaksaanan Education and Training Expo Ke-28 Tahun 2019 para pengunjung Stand TNI AD sangat ramai. Beragam aktivitas mereka lakukan, ada yang mencoba tiang pull up dan chinning, cek buta warna, konsul psikologi, foto-foto dengan para Taruna maupun prajurit Kowad. Bahkan ada yang langsung mendaftar dengan dibimbing oleh personel dari Ditajenad dan Ajendam Jaya.

Panitia Stand TNI AD mencatat, pengunjung hari pertama sejumlah 1.029 orang, hari kedua 1.098 orang dan melonjak drastis di hari ketiga sejumlah 1.797 orang, dengan rata-rata sekitar 150 - 200 orang mendaftar langsung di Stand tersebut, setiap harinya.


sumber : detik

TNI Buka Lowongan, Inilah Persyaratan Lengkapnya! Cek Selengkapnya!

TNI Buka Lowongan, Inilah Persyaratan Lengkapnya! Cek Selengkapnya!

Tentara Nasional Indonesia (TNI) membuka lowongan pekerjaan bagi lulusan SMA hingga S1. Untuk tahun ini, TNI membuka lowongan untuk TNI AD dan Mabes TNI. Pendaftaran dilakukan melalui website resmi TNI, rekrutmen-tni.mil.id.

Bagi calon pelamar, harus mengikuti persyaratan yang tercantum dalam website tersebut. Berikut beberapa lowongan TNI yang dibuka 2019:

1. Penerimaan Bintara TNI AD TA 2019
TNI AD membuka pendaftaran Calon Bintara AD TA 2019 melalui daftar online mulai 1 Januari 2019. Pendaftaran berlaku bagi laki-laki dan perempuan.

TNI Buka Lowongan, Inilah Persyaratan Lengkapnya! Cek Selengkapnya!
TNI Buka Lowongan, Inilah Persyaratan Lengkapnya! Cek Selengkapnya!


a. Persyaratan umum. Persyaratan umum yang harus dipenuhi antara lain:

1. Warga negara Indonesia
2. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945
4. Berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 30 September 2019
5. Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia
6. Sehat jasmani dan rohani serta tidak berkacamata
7. Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Cek selengkapnya di sini

2. Penerimaan Calon Taruna Akmil TA 2019
TNI AD juga merekrut Calon Taruna Akmil TA 2019. Pendaftaran dilakukan secara online di website resmi TNI mulai 1 Januari 2019 sampai 14 April 2019.

a. Persyaratan umum. Persyaratan umum yang harus dipenuhi antara lain:

1. Warga negara Indonesia

2. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945

4. Berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 1 Agustus 2019

5. Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia (dilengkapi pada saat calon mengikuti pemeriksaan psikologi)

6. Sehat jasmani dan rohani

7. Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Cek selengkapnya di sini
3. Penerimaan Calon PaPK Khusus Tenaga Kesehatan TNI TA 2019
Mabes TNI membuka peluang bagi tenaga kesehatan untuk bergabung dengan TNI. Pendaftaran dilakukan melalui website resmi TNI pada tanggal 3 Januari sampai 28 Februari 2019. Cek selengkapnya di sini

Adapun persyaratannya:

1. Warga Negara Indonesia Pria/Wanita, bukan prajurit TNI/Polri/PNS.

2. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


3. Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

4. Berumur setinggi-tingginya
a. 26 tahun bagi yang berijazah D-3.
b. 30 tahun bagi yang berijazah S-1.
c. 32 tahun bagi yang berijazah S-1 Profesi.

5. Persyaratan IPK untuk jurusan/program studi selain Kedokteran akreditasi A
a. 2,80 bagi yang berijazah S-1 dan S-1 profesi.
b. 2,70 bagi yang berijazah D-3.

6. Persyaratan IPK untuk jurusan/program studi selain Kedokteran akreditasi B
a. 3,00 bagi yang berijazah S-1 dan S-1 profesi.
b. 2,90 bagi yang berijazah D-3.

7. Bagi jurusan Kedokteran Umum/Gigi telah berijazah S1 Profesi dan lulus Uji Kompetensi Dokter.

8. Persyaratan IPK untuk Perguruan Tinggi binaan Kemhan/TNI:
a. 2,80 bagi yang berijazah S-1 dan S-1 profesi.
b. 2,70 bagi yang berijazah D-3.

9. Berstatus belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti Dikma, untuk pendaftar berprofesi Dokter diperbolehkan sudah menikah namun bagi wanita yang berprofesi Dokter belum mempunyai anak dan sanggup tidak mempunyai anak atau hamil selama menjalani Dikma.

10. Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba.

11. Tinggi badan minimal pria 163 cm dan wanita 157 cm.

12. Bersedia ditugaskan diseluruh wilayah NKRI.

13. Bagi karyawan harus mendapat persetujuan dari instansinya dan sanggup membuat pernyataan diberhentikan dengan hormat dari pimpinan instansi yang bersangkutan bila lulus seleksi dan masuk Dikma.

14. Menyertakan Surat keterangan bebas Narkoba dan surat kesehatan dari Rumah Sakit Pemerintah pada saat daftar ulang ditempat pendaftaran.

15. Melampirkan fotocopy sertifikat Akreditasi Program Study yang dikeluarkan oleh BAN PT.
4. Penerimaan Tamtama TNI AD Gelombang I - TA 2019
Merdeka.com - Bagi lulusan minimal SMP bisa mendaftar menjadi prajurit Tamtama TNI AD Gelombang I - TA 2019. Pendaftaran melalui website resmi TNI mulai 1 Januari 2019.

Persyaratan:

a. Laki-laki, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI;
b. Serendah-rendahnya berijazah/lulusan SMP/sederajat atau yang setara baik negeri atau swasta yang terakreditasi;
c. Memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 163 cm, serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku;
d. Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam mengikuti pendidikan pertama sampai dengan 2 (dua) tahun setelah selesai pendidikan pertama;
e. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun dihitung mulai saat dilantik menjadi prajurit TNI AD;
f. Bersedia ditempatkan dan ditugaskan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan
g. Harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi:

1. Administrasi;
2. Kesehatan;
3. Jasmani;
4. Mental ideologi; dan
5. Psikologi.

h. Memiliki kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) aktif.

Cek selengkapnya di sini

TNI ke OPM: Jangan cengeng kalau siap berhadapan dengan TNI - Commando

TNI ke OPM: Jangan cengeng kalau siap berhadapan dengan TNI - Commando


Pasukan gabungan TNI-Polri masih terus melakukan pengejaran dan pendorongan terhadap kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang memb*nuh belasan pekerja di Kabupaten Nduga. Saat ini, pengejaran terus dilakukan dari darat.

Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, menyatakan, sejauh ini TNI-Polri belum menggunakan bom dan tembakan dari pesawat ataupun helikopter dalam mengejar kelompok separatis.

"Dalam operasi ini tidak ada penembakan dari pesawat. Hanya pendorongan manusianya, prajurit melaksanakan evakuasi. Tidak ada (menggunakan bom)," ujar Aidi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (7/12).

Menurut Aidi, penggunaan pesawat tempur belum diperlukan untuk saat ini. TNI, kata dia, masih menggunakan senjata ringan yang dibawa prajurit infanteri dalam mendorong mundur kelompok separatis di Distrik Yigi dan Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. Ia mengatakan, kelompok separatis yang sebelumnya menantang TNI-Polri membuktikan ancaman mereka.
TNI ke OPM: Jangan cengeng kalau siap berhadapan dengan TNI - Commando
TNI ke OPM: Jangan cengeng kalau siap berhadapan dengan TNI - Commando 


"Jangan cengeng kalau siap berhadapan dengan TNI. TNI punya Sukhoi, pesawat tempur, segala macam, tapi kita tidak gunakan itu," tuturnya.

Ia mengatakan, kabar yang menyebutkan TNI menggunakan bom dan senapan mesin dari pesawat ataupun helikopter adalah hoaks. Menurut Aidi, kabar tersebut digembar-gemborkan oleh KKSB untuk menarik simpati dari dunia internasional. Ia menyebut KKSB cengeng dengan mengeluarkan kabar tersebut.

"Itu hoaks yang sengaja digembar-gembrokan. Mereka minta belas kasihan ke pihak mana pun di dunia, supaya kita (TNI) dinyatakan melakukan planggaran HAM," jelasnya.

Aidi juga menerangkan, 16 jenazah korban pemb*nuhan oleh KKSB di Kabupaten Nduga, Papua, beberapa waktu lalu telah diberangkatkan ke rumah duka. "Ada 16 jenazah diberangkatkan ke Makassar. Semuanya ke Makassar. Kemudian, di Makassar nanti diturunkan 14 jenazah karena ada yang ke Gowa, ada yang ke Toraja, dan lainnya," ujarnya menjelaskan.

Pemb*nuhan di Nduga terjadi pada Ahad (2/12) di Distrik Yigi. Peristiwa itu bermula dari penculikan 25 pekerja PT Istaka Karya yang sedang rehat dari membangun jembatan di Kali Aworak dan Kali Yigi. Jembatan itu merupakan rangkaian jalur Trans-Papua Segmen Lima yang rencananya merentang dari Wamena hingga Nduga.

sumber : republika.co.id

TNI Keluarkan Aturan Baru soal Sanksi Bagi Prajurit yang Melanggar Lalu Lintas

TNI Keluarkan Aturan Baru soal Sanksi Bagi Prajurit yang Melanggar Lalu Lintas

Prajurit jajaran Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) melaksanakan sosialisasi tentang sanksi administrasi bagi prajurit atas pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan.

Kegiatan sosialisasi itu bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang sanksi-sanksi yang akan diberikan kepada prajurit yang melakukan pelanggaran dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas, sehingga tidak ada lagi keraguan dalam setiap pengambilan keputusan terutama yang berkaitan dengan kedinasan.

Dengan adanya Kep Kasad Nomor Kep/75/II/2018 yang merupakan pengganti dari Peraturan Kep Kasad Nomor Kep/75/II/2016 tanggal 1 Februari 2016, telah memberikan kepastian hukum serta penyeragaman dalam penerapan penjatuhan sanksi administrasi di lingkungan TNI AD.

Dandenpom VI/1 Samarinda Letkol CPM Fauzi Hizriyansyah mengatakan sebagai alat negara dalam mempertahankan keutuhan NKRI, semenjak prajurit dilantik dan diberikan pangkat yang melekat pada dirinya dalam melaksanakan tugas, harus selalu perpegang teguh dan berpedoman kepada ketentuan, aturan dan hukum yang berlaku.

"Sebagai prajurit kita harus taat, dan berpegang teguh pada aturan, jika ada yang melanggar, pasti ada sanksinya," ungkapnya, Jumat (19/10/2018), melalui siaran pers Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN).

Dalam aturan baru ini, dijelaskan tentang lama hukuman serta laporan perkembangan Kepribadian (Lapbangpri).
TNI Keluarkan Aturan Baru soal Sanksi Bagi Prajurit yang Melanggar Lalu Lintas
"Peraturan baru ini sebagai bentuk konsekuensi terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit. Untuk itu personil mempedomani sanksi administrasi bagi militer di lingkungan TNI AD yang melakukan pelanggaran," ucapnya.

Dengan peraturan ini diharapkan dapat menekan dan meminimalisir angka pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit khususnya di jajaran Korem 091/ASN dan diharapkan hingga ke angka zero accident.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh puluhan prajurit diantaranya Korem 091/ASN, Kodim 0901 Samarinda, Kodim 0902 Tanjung Selor, Kodim 0904 Tanah Grogot, Kodim 0906 Tenggarong, Kodim 0909 Sangatta, Kodim 0912 Kutai Barat, Kodim 0913 Penajam Paser Utara, Denpom VI/1 Samarinda dan Yonif 611/Awang Long. 

Denjaka Pasukan Elite TNI AL yang Luar Biasa, 1 Prajurit Disebut Setara 120 TNI Biasa

Denjaka Pasukan Elite TNI AL yang Luar Biasa, 1 Prajurit Disebut Setara 120 TNI Biasa

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terbagi dalam tiga matra, yaitu Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). etiga matra itu mempunyai tugas dan fungsi berbeda.  Tiap matra juga biasanya mempunyai pasukan khusus yang tugas dan kewajibannya lebih berat.

Salah satu pasukan khusus atau pasukan elite Indonesia adalah Detasemen Jala Mangkara yang disingkat Denjaka.  Denjaka adalah pasukan elite TNI AL yang mempunyai kehebatan luar biasa.

Bahkan 1 prajurit Denjaka disebut setara dengan 120 TNI biasa. Satuan ini berdiri pada 4 November 1982 dengan nama Pasukan Khusus AL (Pasusla). Pada awal berdiri, Pasusla bertugas menanggulangi ancaman aspek laut, di antaranya terorisme, sabotase dan ancaman lainnya.

Dikarenakan perkembangan prajuritnya begitu mumpuni, pada 12 November 1984 terbentuk nama Detasemen Jala Mangkara (Denjaka). Adapun prajurit Denjaka berasal dari personel Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang dilatih beberapa aspek laut.

Mempunyai kemampuan di atas rata-rata, prajurit Denjaka benar-benar digembleng saat mengikuti pendidikan. Kabarnya, dari ratusan prajurat yang mengikuti seleksi, hanya 50 orang memenuhi kualifikasi.

Pelatihan Denjaka biasa dilakukan di Kawah Candradimuka, Situbondo. Pada masa pendidikan, tidak jarang ada prajurit yang gagal dan kembali ke satuannya. Selain ketahanan tubuh, prajurit Denjaka harus mempunyai IQ tinggi. Alasannya, Denjaka akan sering bertugas dalam penyusupan di daerah operasi sehingga mereka harus bisa mengatasi masalah dengan cepat, baik secara individu maupun secara kelompok.

Selama dalam proses pendidikan, calon anggota hanya akan mendapatkan teori di dalam kelas 20%, selebihnya mereka akan berlatih langsung di dalam hutan, laut dan udara. Ini karena mereka harus paham secara praktek bukan modal teori yang nantinya akan sangat berguna untuk menjalankan misi rahasia secara sempurna.

Tidak mudah untuk bisa mendapatkan pelatihan dengan nilai sempurna, mereka harus mendapatkan pendidikan superketat dan keras, melakukan penyusupan dengan terjun payung, bergerak dengan cepat di dalam laut dan bertahan hidup di daratan.

Dalam sebuah artikel Tribun Jambi berjudul "Miliki IQ Tinggi dan Disebut 'Hantu Air' Inilah Denjaka yang Disebut 1 Personel Setara 120 TNI Biasa", disebutkan bagaimana kerasnya pelatihan Denjaka.

Terpaan ombak di Laut Banyuwangi yang baisanya menghanyutakan perahu para nelayan harus bisa diatasi, mereka harus bertahan sekaligus menyelamatkan diri sendiri dan anggota lainnya. Bahkan mereka kerap dilatih dengan kaki dan tangan yang terikat.

Setelah berhasil melawan ganasnya ombak di lautan, hal selanjutnya yang perlu calon anggota lakukan adalah bertahan hidup di dalam hutan, perbekalan yang diberikan pada para anggota pelatihan hanyalah garam.

Bahkan air minum pun tidak dibekali. Mereka benar-benar harus mencari sendiri di dalam hutan.Sementara proses pelatihannya biasanya dilakukan di Alas Purwo.
Denjaka Pasukan Elite TNI AL yang Luar Biasa, 1 Prajurit Disebut Setara 120 TNI Biasa
Tepat di tengah hutan, mereka harus bisa bertahan hidup selama berhari-hari. Tak jarang mereka memutuskan untuk berburu binatang buas, seperti ular. Kalau mereka hanya mampu menangkap seekor monyet, maka binatang itulah yang akan menjadi santapannya.

Bukan hanya sampai di situ, ada latihan udara yang harus dilalui para prajurit. Ya, mereka akan melakukan terjun payung. Mereka diharuskan terjun bebas pada malam hari, tujuannya adalah agar bisa memberikan pelatihan pada mereka jika sewaktu-waktu harus masuk ke lokasi musuh pada malam hari memakai parasut.

Kemampuan lain yang harus dimiliki seorang Denjaka seperti penggunaan kompas yang tepat sasaraan. Biasanya proses pelatihan menggunakan kompas akan dilakukan di Banyuwangi sampai ke Surabaya.

Ada cerita saat Denjaka bikin Korps Marinir AS untuk kawasan Pasifik Letjen Duane D Thiessen geleng-geleng kepala. Kala itu, Duane D Thiessen sedang berkunjung ke markas Marinir di Cilandak dan disambut adegan operasi antiteror dan pembebasan sandera memakai peluru tajam.

Adegan itu berlangsung di hadapan Korps Marinir yang sedang upacara sambutan. Prajurit Denjaka bersenjata lengkap memperagakan aksi tembak-tembakan dengan posisi saling berhadapan.

Prajurit merangsek masung ke tengah peserta upacara menaiki kendaraan khusus dan melakukan adegan tembak-menembak Terdapat sasaran khusus (kevlar)yang berada di samping kiri dan kanan prajurit Denjaka.

Meski dibekali rompi anti-peluru, prajurit Denjaka tidak boleh melakukan kesalahan. Pasalnya, bila salah menembak, peluru akan menyasar personel lain atau kepada peserta upacara.(*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Denjaka Pasukan Elite TNI AL yang Luar Biasa, 1 Prajurit Disebut Setara 120 TNI Biasa, http://aceh.tribunnews.com/2018/10/05/denjaka-pasukan-elite-tni-al-yang-luar-biasa-1-prajurit-disebut-setara-120-tni-biasa?page=all.

Editor: faisal

Rayakan HUT ke 73, TNI gelar pameran alutsista di Monas

Rayakan HUT ke 73, TNI gelar pameran alutsista di Monas

Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan merayakan hari jadinya yang ke 73 pada tanggal 5 Oktober mendatang. Sebagai salah satu perayaan, akan digelar pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista) kompleks Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.


Pameran alutsista akan digelar mulai Kamis (27/9) hingga Sabtu (29/9) mendatang. Kapendam Jaya Kolonel Kristomei Sianturi mengatakan, ada beberapa Alutsista yang akan dipamerkan. Salah satunya adalah Tank Leopard.

Rayakan HUT ke 73, TNI gelar pameran alutsista di Monas
"Semua alutsista TNI, yang bisa dipamerin akan dipamerin. Ada Anoa, Komodo, jadi semua alutsista yang ada, .(Tank Leopard) Setahu saya, saya belum memastikan, tapi harusnya dipamerkan, soalnya ketua panitia Askop Kodam Jaya, dan masih rapat di sana," kata ditemui di sela acarasilaturahmi ratusan Veteran atau Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Balai Sudirman, Rabu (26/9).

Untuk menyukseskan acara itu, TNI akan bekerja sama dengan Polri dalam hal pengamanan. Terkait jumlah personel, Kristomei mengaku tengah disusun oleh panitia.

"Itu sedang disusun, di Posko Kodam Jaya di Monas untuk mendiskusikan stand-standnya. Semuanya, untuk pengamanan kerjasama dengan kepolisian," ujarnya.

Dia menambahkan, di usia ke 73 diharapkan TNI akan disegani oleh negara-negara lain.

"Harapannya TNI menjadi salah satu kekuatan militer yang handal dan disegani di dunia serta dicintai rakyat sesuai jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, tentara profesional," jelas dia. [lia]

Suasana Sedih dan Haru Warnai Perpisahan Satgas 313 Kostrad dengan Warga Perbatasan Papua

Suasana Sedih dan Haru Warnai Perpisahan Satgas 313 Kostrad dengan Warga Perbatasan Papua


BOVEN DIGOEL, tniad.mil.id – Sejak 3 hari yang lalu, Radio Asiki Papua dalam siarannya telah menginformasikan tentang kegiatan malam perpisahan Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 323/Buaya Putih (BP) Kostrad selaku pasukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) negara Republik Indonesia (RI) dan Papua Nugini (PNG), yang akan kembali ke pangkalan/markasnya di Banjar, Jawa Barat (Jabar).

Akhirnya, tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Pada Minggu (9/9/2018), acara perpisahan digelar oleh keluarga besar Satgas Raider 323 Kostrad di Gedung Olah Raga (GOR) Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, yang dihadiri oleh Muspida Kabupaten Boven Digoel, Tripidis Distrik Jair, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, insan pendidikan, insan media setempat, dan warga masyarakat Boven Digoel, Papua.

Acara perpisahan diawali dengan sambutan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Boven Digoel, Chaerul Anwar, S. T., yang datang bersama istri.

Dalam sambutannya, Wabup Boven Digoel tersebut mengatakan, atas nama pemerintah, pribadi, dan masyarakat Kabupaten Boven Digoel, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi yang telah ditunjukkan para prajurit Yonif Raider 323 Kostrad selama menjalani tugas sebagai Satgas Pamtas di Tanah Papua, khususnya di wilayah Boven Digoel.

“Malam ini bukanlah sebuah perpisahan, melainkan suatu acara untuk mengantar para prajurit yang sudah mengabdi selama sembilan bulan untuk kembali ke satuannya dan siap melaksanakan tugas pengabdian selanjutnya,” ujar Chaerul.

“Satgas 323 Kostrad adalah salah satu satuan terbaik dalam melaksanakan tugasnya, menurut penilaian pemerintah daerah sendiri,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Lodevikus Benggian, salah seorang tetua adat Suku Mandobo saat diminta untuk memberikan kesan dan pesan, mengatakan sangat terharu dan terkesan atas keberadaan para prajurit TNI ditengah-tengah warganya, yang telah banyak membantu dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Saya sangat terharu dengan segala kegiatan yang telah dilakukan oleh anak-anak saya Kostrad 323. Belum pernah saya merasa sedekat ini dengan satuan yang bertugas,” ucapnya lirih sambil menitikkan air mata.

“Bapak Danyon tidak sungkan mendatangi keluarga-keluarga kami yang ada di pelosok kampung, meskipun hanya melalui undangan lisan,” ujar Lodevikus, yang semakin menambah haru suasana.

Mengakhiri rangkaian sambutan, Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif Raider 323, Letkol Inf Agust Jovan Latuconsina, M. Si. (Han) menyampaikan ucapan terima kasih atas segala bentuk dukungan, bantuan, dan kerja sama dari unsur pemerintahan maupun warga masyarakat Boven Digoel, selama pasukannya bertugas menjaga wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Segala hal yang kami lakukan di Tanah Papua ini, meskipun belum banyak namun merupakan bagian dari pengabdian seorang prajurit, dan semua pengabdian ini akan kami kenang sebagai perjalanan indah dalam sejarah batalyon kami,” ujar Agust Jovan.

Selain itu, ia juga memohon doa restu dari seluruh warga Boven Digoel agar prajurit Yonif Raider 323 Kostrad dapat kembali ke pangkalannya dalam kondisi aman dan dapat bertemu keluarga tercinta.
Suasana Sedih dan Haru Warnai Perpisahan Satgas 313 Kostrad dengan Warga Perbatasan Papua
Terakhir, Agust menyampaikan pesannya kepada seluruh warga masyarakat Boven Digoel agar tetap dapat menjaga keutuhan NKRI, kedamaian dalam kebhinekaan, dan mendukung program pemerintah demi kesejahteraan bangsa Indonesia.

“Malam ini bukan akhir dari segala pertemuan kita, saya membuka lebar-lebar kesempatan untuk tetap berkomunikasi walaupun kami sudah berada di tempat lain,” ucap Agust mengakhiri sambutannya.

Pada acara malam itu, Satgas 323 Kostrad memberikan piagam penghargaan kepada berbagai pihak yang telah bekerja sama dalam mendukung setiap program kegiatan yang dilakukan selama Satgas Pamtas 323 Kostrad bertugas, seperti Pemda Kabupaten Boven Digoel, unsur kesehatan, pendidikan, kemasyarakatan, pemuda, agama, maupun perusahaan yang beroperasi disana.

Suasana haru biru pun pecah ketika Dansatgas 323 Kostrad menampilkan kolaborasi puisi dan lagu perpisahan sebelum menutup acara. Para tamu undangan pun berbondong-bondong menyalami satu per satu prajurit yang ada di ruangan. Isak tangis haru pun sontak terdengar dalam ruangan, bercampur dengan irama nyanyian lagu ‘Kemesraan’ yang mengiringi acara berpamitan tersebut.

Kategori

Kategori