Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi


Jambi - Polisi menangkap 3 pelaku kasus pembakaran 15 kotak surat suara DPRD di Sungai Penuh, Jambi. 3 orang yang ditangkap 1 Caleg PDIP, 1 Panwascam dan 1 orang lagi PNS yang masih jadi saksi.

"Ya ini masih dalam pemeriksaan kita," kata Direktur Kriminal Umum Polda Jambi, AKBP Edi Faryadi saat dihubungi detikcom, Senin (22/4/2019).

Ketiga orang yang diduga pelaku pembakaran kotak suara di 3 TPS di Kota Sungai Penuh yang diamankan itu ialah R (31) yang merupakan Panwascam Desa Tanjung Karang, Sungai Penuh, lalu KS (53) caleg PDIP Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kerinci kemudian ER (55) yang berprofesi sebagai PNS yang saat ini masih sebagai saksi.

"Iya benar (status pekerjaannya), 1 masih sebagai saksi (PNS-Red). Ini kita masih dalam perjalanan dari Kerinci ke Polda Jambi," ujarnya.

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi
Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Atas kejadian pembakaran kotak surat suara itu, Bawaslu Jambi menyurati Bawaslu Sungai Penuh untuk meminta agar dilakukannya pemungutan surat suara ulang. Bawaslu Juga menyayangkan dalam pembakaran tersebut satu diantaranya merupakan Panwascam yang telah dilantik oleh Bawaslu Jambi.

"Kasus itu kita serahkan dengan polisi. Karena ini sudah merupakan ranah pidana umum. Terkait dengan pelaku yang diamankan polisi kita mempercayai tugas kepolisian, karena pasti ada alasan kepolisian dalam menangkap para tersangka satu diantaranya itu Panwascam tersebut," kata Ketua Bawaslu Jambi, Asnawi saat dihubungi detikcom.

Asnawi pun menegaskan bagi setiap pelaku pembakaran kotak suara harus berani bertanggungjawab dengan segala perbuatannya.

"Jadi di sini siapapun pelakunya maka harus berani berani bertanggungjawab. Dan kita dari Bawaslu Jambi sudah menyurati Bawaslu Kota Sungai Penuh untuk meminta KPUD Sungai Penuh dalam melaksanakan pemilu ulang. Tetapi kita belum tahu apakah akan dilakukan pemilu ulang atau bagaimana karena surat suara yang rusak itu bukan hanya satu surat suara melainkan ada 5 surat suara," tuturnya.

Pembakar 13 Kotak Surat Suara di Sungai Penuh Jambi Ditangkap

Pembakar 13 Kotak Surat Suara di Sungai Penuh Jambi Ditangkap


SUNGAI PENUH - Pasca dibakarnya 13 kotak surat suara pada (18/4/2019) lalu, di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Jambi, Polisi bekerja ekstra melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Alhasil, tim gabungan Polda Jambi dan Polres Kerinci berhasil menangkap dua terduga pelaku pembakaran kotak surat suara Pemilu 2019 tersebut.

Satu orang yang diduga pelaku ditangkap berinisial RJ (31), warga RT 02 Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. Pelaku yang merupakan Panwascam Tanah Kampung itu ditangkap di lokasi kejadian.

Satu orang terduga lainnya berinisial KS (53), warga Desa Hamparan Pugu, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, yang merupakan Caleg PDIP.
Pelaku ditangkap saat sedang bersembunyi di rumah penduduk.
Pembakar 13 Kotak Surat Suara di Sungai Penuh Jambi Ditangkap
Direktur Reskrimum Polda Jambi AKBO Edi Faryadi, Minggu (21/4/2019) saat di konfirmasi mengatakan, keduanya sudah ditetapkan sebaga tersangka.

"Sementara satu orang terduga lainnya menyerahkan diri ke Polres Kerinci, berinisial Az (55), warga desa Pendung Hiang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. yang berkerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih berstatus saksi. Ketiganya saat ini diamankan di Polres Kerinci guna proses penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Polisi Kaji Kemungkinan Gudang Surat Suara di Sumbar Sengaja Dibakar

Polisi Kaji Kemungkinan Gudang Surat Suara di Sumbar Sengaja Dibakar


Pesisir Selatan - Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kebakaran yang menghanguskan gudang penyimpanan logistik Pemilu 2019 di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Polisi juga mendalami kemungkinan kebakaran itu disengaja.

"Sudah ada 3 orang saksi di lapangan yang kita periksa. Belum bisa dipastikan, belum tahu akibat apa," kata Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ferry Herlambang kepada detikcom, Senin (22/4/2019).


Menurut dia, tidak ada kamera CCTV di gudang kecamatan yang digunakan KPU untuk Pemilu 2019 tersebut. Polisi masih menyelidiki kebakaran ini.

"Dugaan kemungkinan dibakar bisa, tapi masih dalam penyelidikan. Kan hujan, kalau arus pendek tidak mungkin. Sengaja dibakar atau terbakar ini yang kami cek. Ada dua kemungkinan sengaja dibakar atau terbakar," ujarnya.
Polisi Kaji Kemungkinan Gudang Surat Suara di Sumbar Sengaja Dibakar
Kebakaran yang terjadi pada dinihari itu mengakibatkan kotak suara berisi surat suara lengkap ikut terbakar. Fery mengatakan saat kebakaran sedang berlangsung penghitungan suara di kawasan tersebut.

"Jadi di Tarusan itu dibuat dua tempat untuk penghitungan, tapi masih dalam satu lokasi di kecamatan. Satu di aula, satu lagi di kantor kecamatan. Yang di aula (baru) selesai jam 12 lewat, kemudian kantor kecamatan jam 1. Nah di aula jam 12 lewat pintu ditutup dikunci. Saat yang masih menghitung di satu tempat lain, terjadi kebakaran tersebut," katanya.


Komisioner KPUD Kabupaten Pesisir Selatan, Medo Fernando sebelumnya mengatakan gudang yang terbakar itu merupakan gudang logistik di Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Koto XI Tarusan. Di sana terdapat 785 kotak suara yang berasal dari 157 Tempat Pemungutan Suara (TPS). (idh/idh)

Gerombolan Tukang Parkir Keroyok 2 Anggota TNI, Marah Tak Terima Ditegur

Gerombolan Tukang Parkir Keroyok 2 Anggota TNI, Marah Tak Terima Ditegur

JAKARTA - Sejumlah tukang parkir liar mengeroyok dua anggota TNI di halaman parkir ruko Arumdina, kawasan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. Pengeroyokan ini terjadi pada Senin (10/12/2018) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Kejadian itu berawal saat seorang anggota TNI AL, Kapten Komarudin, tengah memarkirkan motor yang ia tumpangi bersama anaknya di depan sebuah minimarket. Saat hendak parkir, sang anak melihat knalpot motornya mengeluarkan asap.

Sontak Kapten Komarudin langsung jongkok memeriksa bagian mesin motornya. Saat tengah memeriksa motor itulah tiba-tiba seorang tukang parkir datang, menggeser kendaraan anggota TNI itu hingga membentur kepala Kapten Komarudin.

Kapten Komarudin pun menegur tukang parkir tersebut. Namun, tukang parkir itu tidak terima ditegur sehingga terjadi cekcok mulut antar keduanya. Akibat cekcok tersebut, sejumlah rekan tukang parkir ini menghampiri mereka.
Gerombolan Tukang Parkir Keroyok 2 Anggota TNI, Marah Tak Terima Ditegur
Bukannya melerai, gerombolan itu malah mengeroyok Kapten Komarudin.

"Jadi kemarin ada kesalahpahaman antara tukang parkir dengan anggota TNI sehingga terjadi cekcok," ucap Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Tony Surya Putra, Selasa (11/12/2018).

Tak lama berselang, melintas seorang anggota TNI AD bernama Pratu Rivonanda melihat kejadian tersebut. Pratu Rivonanda berasal dari kesatuan Kes Dronkavser Paspampres. Melihat seorang anggota TNI berpakaian dinas dikeroyok oleh tujuh hingga sembilan warga, dia langsung berusaha melerainya.

Bak kemasukan setan, sejumlah tukang parkir itu malah ikut mengeroyok Pratu Rivo.

"Anggota TNI itu tidak mukul. Justru tukang parkir yang agresif sehingga ada keributan," ujar Kombes Tony di Mapolres Metro Jakarta Timur.

Setelah beberapa kali menerima pukulan dari para tukang parkir, akhirnya Pratu Rivo berhasil menyelamatkan Kapten Komarudin beserta anaknya menggunakan sepeda motor.

Dia membawa keduanya ke Barak Remaja Paspampres KPAD Cibubur.

"Kasus ini sudah ditangani Polsek Ciracas. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan," ucap Kombes Tony.

Menurutnya, perdamaian kedua pihak dimediasi langsung Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar pada Selasa (11/12/2018) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

"Meski ada unsur pidana, yaitu pengeroyokan, tapi ketika korban mau damai dan menyelesaikan secara kekeluargaan, pihak kepolisian akan memfasilitasinya," sambung dia.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pada Selasa siang, belasan anggota TNI masih terlihat berjaga di sekitar pertokoan Arundina.

Warga setempat, Andika (20), menuturkan anggota TNI tersebut sudah berjaga di sekitar lokasi tak lama sejak peristiwa pengeroyokan.

"Sudah dari kemarin ramainya. Senin sore kejadian, malam sudah jaga di sini sampai sekarang," ucap Andika.

Sejak peristiwa pengeroyokan para tukang parkir yang biasa bekerja di pertokoan Arundina tak lagi nampak.


"Kalau tukang parkir yang ngeroyok sih sudah kabur, enggak tahu kemana," ujarnya.

"Sepertinya takut karena banyak anggota yang nyari," tambah dia. (tribunjakarta/dionisius arya)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Gerombolan Tukang Parkir Keroyok 2 Anggota TNI, Marah Tak Terima Ditegur, http://jateng.tribunnews.com/2018/12/12/gerombolan-tukang-parkir-keroyok-2-anggota-tni-marah-tak-terima-ditegur?page=all.

Editor: abduh imanulhaq

TNI Polri Terjunkan 150 Personil Kejar OPM, Menhan: Tak Ada Negosiasi Menyerah atau Diselesaikan!

TNI Polri Terjunkan 150 Personil Kejar OPM, Menhan: Tak Ada Negosiasi Menyerah atau Diselesaikan!


Sebanyak 150 Personil aparat gabungan dari TNI dan Polri telah diberangkatkan ke Kali Yigi - Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Selasa (4/12/2018).

Keberadaan aparat TNI dan Polri di Nduga, guna mengecek informasi adanya 31 pekerja PT Istaka Karya, yang mengerjakan pembangunan jembatan di Kali Yigi - Kali Aurak tewas dibunuh kelompok kriminal bersenjata ( KKB).

Wakapolres Jayawijaya Kompol A Tampubolon mengungkapkan, saat ini sekitar 150 Personil gabungan Polri dan TNI sudah berangkat ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasinya.

“Kalau tidak ada hambatan. Kemungkinan sekitar satu-dua jam lagi mereka akan tiba di lokasi. Semoga kita dapat informasinya,” ungkap Tampubolon ketika dihubungi melalui telepon celulernya, Selasa pagi.

Disampaikannya, untuk sampai ke lokasi kejadian dari Wamena ibukota Kabupaten Jayawijaya perlu perjalanan sekitar delapan jam dengan menggunakan kendaraan dan berjalan kaki beberapa kilo.


“Lokasi di sana tidak ada sinyal. Jalan mulai dari kilo 46 sudah tidak beraspal dan menanjak. Di sana cuaca dingin, sekitar enam derajat celcius. Ini menjadi tantangan buat anggota di lapangan untuk menuju ke sana,” jelasnya.

Tampubolon menegaskan, tugas anggota yang berangkat ke lokasi, yang utama mengecek informasi yang mereka terima dari monitor radio milik warga di sana, tentang adanya 31 orang pekerja pembangunan jembatan tewas dibunuh kelompok KKB.

“Intinya. Kalau yang terburuk terjadi. Tugas utama pasukan akan melalukan evakuasi jenazah dari lokasi kejadian ke Wamena. Tapi kita berdoa, hal itu tak terjadi,” pungkasnya.

TNI Polri Terjunkan 150 Personil Kejar OPM, Menhan: Tak Ada Negosiasi Menyerah atau Diselesaikan!
Sebelumnya, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring bersama Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar akan memimpin langsung penyelidikan 31 pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, yang diduga tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB), Minggu (2/12/2018).


Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengungkapkan, bersama Kapolda Papua akan langsung ke lokasi terkait informasi 31 pekerja yang dikabarkan tewas dibunuh kelompok KKB.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul TNI Polri Terjunkan 150 Personil Kejar OPM, Menhan: Tak Ada Negosiasi Menyerah atau Diselesaikan, http://medan.tribunnews.com/2018/12/04/tni-polri-terjunkan-150-personil-kejar-opm-menhan-tak-ada-negosiasi-menyerah-atau-diselesaikan.

Editor: Tariden Turnip

Subscribe to recei

MEMANAS.! Setelah Bantai 31 Pekerja Proyek, OPM Serang Pos TNI, 1 Prajurit Gugur!

MEMANAS.! Setelah Bantai 31 Pekerja Proyek, OPM Serang Pos TNI, 1 Prajurit Gugur!


Kelompok Pemberontak di Papua menyerang Pos TNI Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (3/12) sekitar jam 18.30 WIT. Akibatnya, satu anggota TNI dari Yonif 755 Kostrad dilaporkan tewas.

"Memang betul ada laporan tentang penyerangan terhadap Pos TNI di Mbua yang dijaga anggota Yonif 755. Yang diserang kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) hingga menewaskan satu anggota TNI," kata Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, kepada Antara di Jayapura, Selasa (4/12).

MEMANAS.! Setelah Bantai 31 Pekerja Proyek, OPM Serang Pos TNI, 1 Prajurit Gugur!
MEMANAS.! Setelah Bantai 31 Pekerja Proyek, OPM Serang Pos TNI, 1 Prajurit Gugur!



Namun, Letkol Dax belum mau menyebut identitas anggota TNI yang tewas terkena peluru kelompok pemberontak itu. Dia mengatakan kini pos tersebut sudah diperkuat setelah pasukan gabungan TNI/Polri dari Wamena tiba.

Belum diketahui secara pasti, namun diduga pos TNI Mbua diserang kelompok pemberontak yang saat itu sedang mengejar dua orang pekerja jembatan di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, yang kabur ke Distrik Mbua.

Pada Minggu (2/12) dilaporkan kelompok pemberontak Papua menyerang dan membunuh puluhan karyawan PT Istaka yang sedang membangun jembatan pada ruas jalan transPapua, di Yall.

sumber : merdeka.com

Kategori

Kategori