Showing posts with label Olah Raga. Show all posts
Showing posts with label Olah Raga. Show all posts

Inilah Sosok Aprilia Manganang, Atlet Voli Putri Andalan Indonesia Anggota TNI AD, Dikira Laki-laki

Inilah Sosok Aprilia Manganang, Atlet Voli Putri Andalan Indonesia Anggota TNI AD, Dikira Laki-laki

Sosok atlet voli putri nasional asal Sulawesi Utara, Aprilia Manganang memiliki penampilan tomboi dan menarik perhatian.

Manganang yang ikut berpartisipasi dalam babak penyisihan pertandingan cabang olahraga voli Asian Games 2018 itu memiliki badan kekar hingga kerap disangka pria.

Hal itu juga membuat Manganang sedih. Pasalnya penampilannya yang seperti laki-laki membuat dirinya sering diminta untuk melakukan ter feminitas.

Yakni tes untuk menunjukkan bahwa Manganang benar-benar seorang perempuan.

Tes itu sering Manganang lakukan sebelum bertanding.

Inilah Sosok Aprilia Manganang, Atlet Voli Putri Andalan Indonesia Anggota TNI AD, Dikira Laki-laki
Lebih tepatnya, ia menjadi Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yang resmi bergabung 2016.

Saat dilantik menjadi Kowad, berpangkat sebagai Serda (Sersan Dua).

Perempuan kelahiran 27 April 1992 ini juga menuturkan bahwa hobi olahraganya berawal dari kebiasaannya saat kecil.

"Awalnya suka bermain basket dan voli di sekolah, hingga pernah mengikuti kejuaraan di kampung halaman. Imbalan yang saya dapat mulai dari ucapan terimakash, mi instan hingga telur rebus," tambahnya.

Sejak kecil berusaha keras, tak disangka bila Manganang kini berhasil menjadi atlet voli andalan bangsa.

Berikut foto-foto Manganang yang dikutip dari TribunJateng.com.

1. Memiliki senyum manis

2.  Memiliki banyak penggemar
                           

3.  Mangalang saat bertanding voli

4.  Canggungnya Aprilia Manganang Saat Harus Berdandan


Dilansir dari Kompas.com, Mangang merasa canggung saat harus berdandan dalam sebuah acara resmi Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Ia pun bercerita tentang pengalamannya ketika harus berdandan untuk acara Kowad.

Hal itu menjadi pemandangan yang tak biasa dari Aprilia.

Selama ini, dia memang kerap berpenampilan tomboi layaknya seorang laki-laki.

"Pas di foto itu aku kelihatan kaku banget. Kalau anggota Kowad yang cewek kan memang wajib pakai make-up saat acara resmi. Sudah lama sekali tak berdandan seperti itu. Dulu pernah pakai gaun saat peneguhan sidi (baptis), itu pun sudah lama sekali," kata Aprilia saat ditemui KOMPAS.com di Padepokan Voli, Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (2/6/2017).

"Akan tetapi, namanya juga kerja. Aku disuruh pakai rok, sepatu high heels yang tingginya lima senti, dan jalan harus feminin. Aku pun sebenarnya enggak mau ngaku kalau itu aku," kata Aprilia seraya tertawa.

Saking canggungnya harus berdandan layaknya perempuan, Aprilia mengaku sampai susah tidur pada H-1 sebelum acara pelantikan.

Aprilia menghadiri acara tersebut setelah menjalani pelatihan sebagai anggota Kowad. Ia bertugas di bagian jasmani karena dianggap mempunyai prestasi di bidang olahraga.

"Bayangkan saja, aku sampai cedera ankle karena pakai sepatu high heels. Kan tahu sendiri, basic aku tuh cowok banget, lalu tiba-tiba harus berpenampilan cantik," tutur Aprilia.

Kendati demikian, Aprilia bersyukur bisa dilantik menjadi anggota Kowad.

Pekerjaan tersebut merupakan jaminan masa depan jika dia berhenti berkarier di dunia voli. (*)
Editor: Abdi Tumanggor

TNI Siapkan Bonus Bagi Prajurit yang Berprestasi di Asian Games 2018

TNI Siapkan Bonus Bagi Prajurit yang Berprestasi di Asian Games 2018

Jakarta - Sejumlah anggota TNI yang ikut bertanding di Asian Games 2018 turut menyumbang medali emas. Salah satunya ialah Serda Rifki Ardiansyah. Rifki menang setelah mengalahkan atlet karate asal Iran, Amir Mahdi Zadeh, dalam kelas kumite 60 kg dengan torehan skor 9-7 pada laga final.

Pihak TNI pun berjanji akan menebar bonus bagi siapa pun anggotanya yang berprestasi, khusunya dalam ajang Asian Games 2018.

"Tentu ada hadiahnya atau bonus yang TNI akan berikan, cuma kami merahasiakan (apa bonusnya). Surprise," kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen Sabrar Fadhilah mengungkapkan, terlibatnya anggota TNI di perhelatan Asian Games 2018 menjadi suatu kebanggaan, dan kehormatan bagi TNI. Terlebih, jika bisa ikut menambah perolehan emas yang diraih Indonesia.
TNI Siapkan Bonus Bagi Prajurit yang Berprestasi di Asian Games 2018
"Tentu Asian Games ini menjadi bagian dari contoh rasa nasionalisme. Pada prinsipnya perjuangan yang dilakukan oleh atlet-atlet ini mudah-mudahan bisa mengajak komponen masyarakat untuk membangun negeri ini melalui prestasi," ujar dia.

Sabrar pun belum mau membeberkan secada detail bonus yang diterima para anggota TNI yang mendapatkan medali. Namun, ia membocorkan sedikit.

"Tentu nanti pasti ada perhatian dari pimpinan tentang hal ini. Tapi saya belum tahu apa. Yang jelas bisa kesempatan sekolah, karena prestasi dia di luar prajurit-prajurit secara umum atau ada bonus-bonus lain," tutup dia.

Pipiet Kamelia Sumbang Emas ke-28 Buat Kontingen Indonesia

Pipiet Kamelia Sumbang Emas ke-28 Buat Kontingen Indonesia


JAKARTA - Cabang pencak silat kembali menunjukkan superioritasnya di pentas Asian Games 2018. Medali emas ke-28 berhasil disumbangkan untuk Merah Putih setelah Pipiet Kamelia yang turun di nomor tarung kelas 60kg - 65kg berhasil menumbangkan pesilat Vietnam, Nguyen Thi Cam Nhi.

Pertarungan yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Indonesia, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018), terbilang menarik. Bukan dari sisi aksi kedua pesilat yang bertarung di matras, namun dua tokoh politik yang selama ini berseteru bisa duduk berdampingan.

Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto yang sejak pagi menyaksikan perjuangan pesilat Indonesia mendapatkan tamu istimewa sore itu. Ya, Megawati Soekarno Putri yang merupakan mantan Presiden RI sekaligus Ketua Umum PDIP hadir untuk memberikan dukungan. Hadir pula Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
Pipiet Kamelia Sumbang Emas ke-28 Buat Kontingen Indonesia
Sementara jalannya pertarungan, sejak awal Pipiet terlihat percaya diri melakoni laga puncak ini. Meski beberakali mendapatkan serangan dari Nguyen, ia beberapa kali bisa melepaskan diri.

Dan berkat kematangan dan motivasi yang tinggi, Pipiet akhirnya menang telak 5-0. Medali emas yang diperoleh pesilat 23 tahun itu menjadi yang ke-12 buat tim pencak silat Indonesia. Sedangkan untuk Indonesia, kepingan emas membuat perolehan kini bertambah menjadi 28 emas, 22 perak dan 33 perunggu.
(bbk)

Mengenal Sosok Rifki Ardiansyah, Prajurit TNI Peraih Emas Asian Games 2018

Mengenal Sosok Rifki Ardiansyah, Prajurit TNI Peraih Emas Asian Games 2018


Jakarta, CNN Indonesia -- Rifki Ardiansyah Arrosyiid bukan hanya mengharumkan nama Indonesia pada Asian Games 2018. Peraih emas cabang olahraga nomor kumite 60kg itu juga mampu membanggakan kesatuannya sebagai anggota di korps Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Rifki Ardiansyah yang masih berpangkat Sersan Dua (Serda) itu merupakan prajurit TNI peraih emas di Asian Games kali ini. Ia saat ini tercatat bertugas di Kodam V/Brawijaya di TNI AD.

Ajang Asian Games 2018 bukan hanya menjadi pembuktian bagi para atlet dari kalangan sipil. Sejumlah atlet berlatar belakang militer pun ikut berjuang dalam 'pertempuran' di arena olahraga demi mengangkat prestasi Merah Putih.

Rifki Ardiansyah merupakan salah satu prajurit yang juga bersaing dengan para atlet luar negeri di ajang olahraga multicabang se-Asia tersebut. Pria 21 tahun tersebut bahkan mampu mempersembahkan emas bagi Indonesia usai mengalahkan karateka asal Iran, Amir Mahdi Zadeh, di fase final dengan skor 9-7.

Torehan tersebut pun menjadi sejarah tersendiri khusus di cabang karate. Setelah masa penantian 16 tahun lamanya, karate berhasil mempersembahkan emas untuk Indonesia.
Mengenal Sosok Rifki Ardiansyah, Prajurit TNI Peraih Emas Asian Games 2018
Sebelum torehan emas dari Rifki, cabor karate kali terakhir menyumbang emas untuk Indonesia pada Asian Games 2002 di Busan yang diraih Hasan Basri di nomor kumite 65kg.

Karate kali pertama menyumbang emas untuk Merah Putih pada Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand. Emas tersebut didapat atas nama Arif Taufan Syamsuddin di nomor kumite 60kg. Total sudah tiga emas yang disumbangkan cabor karate untuk Indonesia sepanjang sejarah gelaran olahraga multicabang se-Asia itu.

Bagi Rifki, ini merupakan medali emas pada debutnya di Asian Games 2018. Sebelumnya, ia pernah mencatatkan prestasi di ajang internasional pada cabor tersebut.

Salah satunya pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, Rifki ikut membawa tim Indonesia medali perunggu di nomor kumite beregu.

Pada level kejuaraan internal TNI, Rifki juga pernah mengharumkan kesatuannya di Kodam V/Brawijaya pada Kejuaraan Piala Panglima TNI, September 2017 lalu.

Ia menjadi satu-satunya penyumbang medali emas pada kejuaraan tersebut. Rifki sukses di nomor kumite 55kg sehingga mampu mendapatkan emas.

Rifki menyatakan medali emas yang didapatnya pada Asian Games kali ini merupakan sebuah mimpinya yang terwujud semasa kecil.

"Saya bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih kepada orang tua saya, dan rakyat Indonesia. Terima kasih kepada pengurus FORKI, pelatih, dan juga semuanya."

"Saya bermimpi untuk bisa jadi juara Asian Games dan juara dunia. Kini mimpi itu terwujud. Kunci keberhasilan saya adalah tampil tenang dan yakin karena ada dukungan dari rakyat Indonesia," ucap Rifki.

Emas Rifki adalah emas ke-11 yang diraih oleh kontingen Indonesia di Asian Games 2018.

Lihat juga: Dua Digit Emas, Prestasi Langka Indonesia di Asian Games
Sementara itu, Ketua Umum PB Forki Gatot Nurmantyo menyatakan Rifki telah mengamalkan nilai-nilai sebagai prajurit TNI.

"Dia bertugas di pusat olahraga dan pendidikan jasmani. Saya yakin TNI pasti mengizinkan karena tugas tentara adalah bertempur dan mempertahankan negara serta mengibarkan bendera Merah-Putih. Dan hal itu sudah dibuktikan hari ini," ujar Gatot. (bac/har)

Kategori

Kategori