Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Menhub: Kehadiran Maskapai Asing Masih Dikaji

Menhub: Kehadiran Maskapai Asing Masih Dikaji

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku masih mengkaji mengenai wacana menarik masuk maskapai asing ke Indonesia untuk meningkatkan kompetisi. Budi menyebutkan, kehadiran maskapai asing untuk menekan harga tiket di dalam negeri harusnya hanya alternatif terakhir saja.

"Efektif atau tidak tergantung kesiapan mereka sendiri. Tapi sebenarnya saya masih menaruh harapan bahwa maskapai yang ada melakukan reformasi supaya ada keseimbangan harga, supply dan demand. Sehingga maskapai asing (itu) second alternatif," ujar Budi di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Dia mengatakan, dirinya saat ini tengah mengkaji wacana tersebut bersama Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. "Ini bagian konseptual, saya sedang pelajari untuk menyampaikan Menko dan Presiden," jelasnya.






Budi mengaku masih menaruh harapan bahwa maskapai nasional yang ada saat ini mampu melakukan reformasi agar keseimbangan harga bisa terjadi.

"Demand dan supply bisa dilakukan maskapai yang ada, memberikan suplai lebih baik pasti akan ada satu koreksi. Sekarang supply dibatasi, harga tinggi, banyak yang tidak mendapatkan," jelasnya.
(fjo)

Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBC


Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBC


Jakarta - Penyakit menular masih menjadi ancaman di Indonesia. Tuberkulosis (TBC atau TB) merupakan salah satu dari banyak penyakit yang masih menjadi beban sebab angkanya cenderung naik dari tahun ke tahun.

"TBC kita nomor 3 di dunia jadi saya kira ini hal yang kita harus pikirkan sebaik-baiknya. Dan saya takutkan TB RO (resisten obat) ini akan menjadi lebih lagi," kata Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, saat dijumpai di RS Penyakit Infeksi, Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (22/4/2019).


Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBCPenduduk yang semakin banyak dan mobilitasnya yang tidak bisa terkontrol menjadikan penyakit TBC kian sulit dideteksi. Adanya MRT (Mass Rapid Transportation) yang jadi primadona masyarakat saat ini juga bisa menjadi sarang penularan penyakit mematikan ini.
"Memang saya tahu, TBC adalah penyakit yang sangat menular, kita tahu, populasi meningkat, publik transportasi juga meningkat. kita bangga punya MRT, tapi jangan sampai TBC berkembang di MRT," tambahnya.

Untuk itu, Menkes menekankan agar terus melakukan upaya promotif preventif agar angka penularan bisa diminimalisir seperti memakai masker ketika sakit dan memasang peringatan di tempat umum tentang bahaya penularan TBC.

Dapat Masukan dari KSSK, Kajian Holding BUMN Keuangan Direvisi

Dapat Masukan dari KSSK, Kajian Holding BUMN Keuangan Direvisi


Jakarta - Kementerian BUMN memastikan holding BUMN jasa keuangan atau perbankan bisa terbentuk tahun ini. Kajian dari holding BUMN jasa keuangan ini masih terus dirampungkan.

Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan saat ini kementerian baru merevisi draft dari pembentukan holding tersebut. Revisi dilakukan atas masukan dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Sudah kita revisi lagi tentang masukan dari KKSK, itu Kemenkeu, OJK, BI, dan kita mau diskusi lagi dengan tim KSSK," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/4/2019).


Dapat Masukan dari KSSK, Kajian Holding BUMN Keuangan Direvisi
Gatot tak menjelaskan secara rinci bentuk revisi yang dilakukan. Dia hanya mengatakan revisi itu guna membuat holding jasa keuangan jadi lebih efisien.

"Jadi holding ada efisiensi. Seperti ATM Link saja, itu efisiensi kan bagus. Belum holding saja udah ada efisiensi di masing-masing. Kalau holding jadi, IT kita akan kita remapping lagi di 4 bank yang ada, dan non banknya," katanya.

Gatot mengatakan, nantinya ada delapan anggota holding BUMN keuangan ini. Sebanyak empat di antaranya adalah bank BUMN, kemudian perusahaan aset manajemen unit (AMU) dari Bahana, Pegadaian, perusahaan sistem pembayaran Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) dan PNM (Permodalan Nasional Madani).

Dia juga memastikan, meskipun ada revisi, tapi holding jasa keuangan tetap ditargetkan terbentuk di 2019 ini.

"Tahun ini insyaallah," tutur Gatot. (fdl/ara)

Bunga Kredit Diprediksi Naik, Apa Penyebabnya?

Bunga Kredit Diprediksi Naik, Apa Penyebabnya?

Jakarta - Survei perbankan Indonesia (SPI) kuartal I-2019 yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) memprediksi akan terjadi kenaikan suku bunga kredit konsumsi. Misalnya kredit kendaraan bermotor dan kredit modal kerja.

Kira-kira apa penyebab bunga kredit akan naik?

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan saat ini cost of fund bank atau biaya dana di bank terjadi peningkatan. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian bunga acuan BI sejak 2018 lalu. Dia menyebutkan dalam setahun terakhir bunga acuan BI telah naik 1,75% atau 175 bps.


"Bank terpaksa harus menaikkan bunga simpanan di kisaran 150-175 basis poin. Nah efeknya juga pengaruh ke suku bunga kredit, bank juga perlu jaga net interest margin (NIM) agar laba tak tergerus," ujar Bhima saat dihubungi detikFinance, Senin (22/4/2019).

Bunga Kredit Diprediksi Naik, Apa Penyebabnya?
Dia menyampaikan, bunga kredit yang disesuaikan biasanya lebih cepat ke kredit konsumsi. Hal ini karena kredit konsumsi memiliki risiko yang relatif tinggi. Dalam hal ini yang termasuk kredit konsumsi adalah kredit kendaraan bermotor (KKB), kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan apartemen (KPA), kartu kredit hingga kredit tanpa agunan (KTA).

"Tipikal kredit ini (konsumsi) sangat sensitif terhadap siklus ekonomi, kita tahu bahwa ekonomi domestik tumbuh stagnan di 5-5,1%. Jika siklus ekonomi cenderung melambat, kredit konsumsi yang macet juga berisiko naik," jelas Bhima.

Sebagai langkah pencegahan, bank menaikkan bunga kredit konsumsi.

"Di tengah situasi saat ini, debitur dengan sejarah kredit yang buruk berlomba untuk mengajukan kredit, sementara debitur yang track record-nya bagus agak wait and see dan bank sangat berhati-hati," imbuh dia. (kil/ara)

Sore Ini Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.935 Per Dolar, Nyaris Tembus Ambang Batas Psikologis!

Sore Ini Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.935 Per Dolar, Nyaris Tembus Ambang Batas Psikologis!

Laju kurs Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh level terendahnya dalam lima tahun terakhir ke posisi Rp 14.935 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (4/9/2018). 

Mengacu data Bloomberg, dengan posisi tersebut, depresiasi kurs Rupiah melonjak jadi 10,18 persen.


Sebelumnya, pada pembukaan perdagangan hari ini, kurs Rupiah dibuka melemah pada posisi Rp 14.822 per dolar AS.

Hari ini, mata uang garuda ditransaksikan pada kisaran Rp 14.780 hingga Rp 14.938 per dolar AS.

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai tekanan krisis Turki dan Argentina yang merembet ke negara berkembang menimbulkan kekhawatiran para pelaku pasar global.

Hal itu terlihat dari melemahnya nilai tukar Rupiah.

Menurut Bhima, hal itu belum lagi diperparah dengan adanya rencana kenaikan suku bunga The Fed pada akhir September ini.
Sore Ini Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.935 Per Dolar, Nyaris Tembus Ambang Batas Psikologis!
“Akibatnya investor menghindari risiko dengan membeli aset berdenominasi dolar. Indikatornya US Dollar index naik 0,13 persen ke level 95,2. Dolar index merupakan perbandingan kurs dolar AS dengan 6 mata uang lainnya,” kata Bhima, kepada Tribunnews.com, Selasa (4/9/2018). 

Pelemahan Rupiah Sentuh Rp 14.907 Per Dollar, Efeknya Sepekan IHSG Terkoreksi


Upaya BI 


Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam Rapat di Badan Anggaran DPR mengenai RUU RAPBN 2019 mengatakan, BI akan terus melakukan langkah-langkah untuk menstabilkan kurs Rupiah.

“Jangka pendek BI akan fokus prioritas handle stabilitas ekononomi, khususnya nilai tukar,” kata Perry di Kompleks Parlemen. 

Upaya langkah stabilisai nilai tukar rupiah di antaranya diakukan BI dengan menaikkan tingkat suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar moneter 125 basis poin menjadi 5,5pct sejak awal tahun ini.

BI juga menempuh langkah intervensi di pasar untuk suplai pasokan valas untuk menstabilkan nilai tukar untuk pembalikan modal asing dari luar negeri.

BI juga menyediakan swap valas dan swap hedging utk pengusaha yang membutuhkan.

 “Kami arahkan untuk memenuhi swap valas dan hedging dengan harga yang murah. Biaya hedghing 1 tahun tidak lebih dari 5 persen per tahunnya,” katanya.(*)

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nyaris Tembus Ambang Batas Psikologis! Sore Ini Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.935 Per Dolar



Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Sore Ini Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.935 Per Dolar, Nyaris Tembus Ambang Batas Psikologis!, http://medan.tribunnews.com/2018/09/04/sore-ini-rupiah-ditutup-melemah-ke-rp-14935-per-dolar-nyaris-tembus-ambang-batas-psikologis?page=all.

Editor: Royandi Hutasoit

Ketua Veteran Sampai Menangis Ingat Rekannya, Ada yang Keliling Jual Kalender Demi Sambung Hidup!

Ketua Veteran Sampai Menangis Ingat Rekannya, Ada yang Keliling Jual Kalender Demi Sambung Hidup!




Wajah Alaudin seketika memerah, air matanya pun menetes ketika ditanya kehidupan para veteran di Sumatera Utara. Ia tertunduk seraya menghela napas dan mengaku sedih melihat kondisi teman-temannya saat ini.

"Masih banyak yang susah. Mereka rata-rata tidak punya rumah. Nyewa-nyewa saja mereka. Itu pun ada yang terusir, karena tidak sanggup membayar biaya sewa," tutur Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia Sumut tersebut di kediamannya, Rabu (16/8).

Ia menceritakan, para veteran banyak yang hidupnya tidak layak. Ada yang menumpang hidup kepada orang lain, dan ada yang hidup sebatang kara. Padahal semasa muda, para veteran sudah berjuang mati-matian demi kemerdekaan bangsa ini.
Ketua Veteran Sampai Menangis Ingat Rekannya, Ada yang Keliling Jual Kalender Demi Sambung Hidup!
sumber : tribun

"Kami para veteran ini
tidak punya apapun, lantaran kami dahulu tidak mencari harta. Kami meninggalkan semua kehidupan kami. Bahkan, kami banyak yang kehilangan harta demi memperjuangkan bangsa ini," katanya.

Saat berecerita, ia juga terisak ketika terkenang teman-temannya yang terpaksa mengemis dan berkeliling menjajakan kalender demi menyambung hidup. Kejadian tersebut, ia sebut, benar-benar membuat benaknya serasa tersayat.

"Jangan sampai ada lagi yang mengemis atau berjualan kalender seperti dulu. Sekarang, kami sudah tidak begitu lagi memang. Pemerintah sudah memberi bantuan Rp 1,5 jutaan setiap bulan, tapi itu masih sangat-sangat tidak cukup," ujarnya.

Alaudin menuturkan, kehidupan keluarga veteran di Sumut juga banyak yang melarat, lantaran orangtuanya lebih mendahulukan negara daripada keluarga. Ia mencotohkan, Kapten Hamid yang gugur dan meninggalkan enam anak dan seorang istri.

"Bagaimana coba hidup keluarga yang begini. Tentu susah, pendidikan anaknya pasti tidak terurus. Untuk cukup-cukup makan saja, saya rasa susah dipenuhi seorang istri untuk menghidupi enam anak. Namun, perhatian pemerintah untuk hal begini sangat minim," ujarnya.

Ia menambahkan, teman-temannya semasa berjuang banyak yang ingin tinggal di panti jompo. Pasalnya, mereka tidak punya siapa-siapa lagi.

"Saya punya panti jompo, yang di situ ada 12 orang. Teman-teman veteran banyak yang meminta tinggal di panti jompo itu, karena mereka sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Betapa sedih dan kekuranganya hidup mereka," katanya.

Kategori

Kategori